Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Tidak ingin jauh


__ADS_3

Melihat Arkana yang terdiam setelah mendengar pertanyaannya membuat Emila menarik salah satu sudut bibirnya ke samping. "Tidak perlu terkejut begitu. Aku hanya bercanda." Ucap Emila.


Arkana menghembuskan nafas lega karena Emila tak lagi mempertanyakan hal yang sama kepadanya. Wanita itu kini nampak sudah duduk di kursi yang bersebelahan dengan Bu Asma.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Arkana.


"Aku baik begitu pula dengan anak-anakku. Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku dan anak-anak seperti itu. Aku sudah biasa mendapatkan cacian dari banyak orang." Ucap Emila.


"Kenapa kau berbicara seperti itu?" Tanya Arkana. Ia merasa tidak suka Emila menjawab pertanyaannya seperti itu.


"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin kau tidak terlalu mencemaskan kami. Sebelum mengenalmu sudah banyak hal yang lebih pahit yang aku lewati. Jadi hal seperti tadi malam hanyalah masalah kecil untukku." Ucap Emila.


Arkana terdiam. Entah mengapa ia merasa sangat tidak suka mendengar perkataan istri keduanya itu. Arkana juga dibuat berpikir hal apa yang sudah dialami istri keduanya itu selama ini sehingga bisa berkata seperti itu kepadanya.

__ADS_1


"Syukurlah kalau kau baik-baik saja. Aku hanya ingin memastikan keadaanmu." Dari pada bertanya ada apa dengan masa lalu Emila, Arkana lebih baik menyampaikan hal lain yang ada di hatinya.


Emila mengangguk mengiyakannya. "Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku." Ucap Emila kemudian setelah beberapa saat terdiam.


Arkana tak menjawabnya karena ia cukup terkejut mendengar Emila mengucapkan kata terima kasih kepadanya.


"Mama buatkan minum dulu ya, Arkana." Bu Asma yang sejak tadi hanya menjadi pendengar memilih beranjak dan memberi ruang pada Arkana dan Emila untuk berbicara tanpa ada dirinya.


"Baiklah, Ma." Jawab Arkana.


"Sebenarnya aku tidak setuju dengan persyaratan Lady yang ingin aku jauh dari anak-anakku. Bagaimana pun juga mereka adalah anak-anakku dan aku ingin selalu melihat mereka sampai mereka dewasa." Ucap Arkana mengeluarkan isi hatinya.


"Menurutku syarat yang diberikan Nona Lady adalah yang terbaik. Syarat yang diberikannya kepadamu juga sama seperti syarat yang aku berikan kepadamu." Ucap Emila.

__ADS_1


Arkan menghela nafasnya yang terasa memberat. Entah mengapa kedua istrinya seperti bersekongkol ingin menjauhkannya dari anak-anakku.


"Tapi aku tidak mau jauh dari anak-anakku!" Kali ini Arkana menekan perkataannya.


"Tapi kau harus mau karena itu adalah konsekuensimu sudah menyentuhku malam itu." Jawab Emila tak kalah tegas. Sama seperti Lady, ia juga tidak ingin Arkana dekat dengan anak-anaknya karena jika Arkana dekat dengan anak-anaknya itu hanya akan membuat Lady semakin terluka. Emila tidak ingin terlalu dalam menyakiti wanita itu. Anggap saja Emila egois. Namun itu semua ia lakukan demi kebaikan dirinya dan Lady.


"Tapi Mama tidak mungkin mau jauh dari cucunya." Arkana mengeluarkan jurus yang lain untuk meruntuhkan pertahanan Emila dengan membawa nama mamanya.


"Aku tidak pernah melarang Mama untuk dekat dengan cucunya. Aku hanya melarangmu mengambil mereka dan dekat dengan mereka." Jawab Emila.


Glek


Arkana tak dapat berkata-kata. Kini otaknya terasa buntu untuk mencari cara agar Lady dan Emila mencabut syarat yang mereka berikan kepadanya.

__ADS_1


***


__ADS_2