
Satu minggu setelah pernikahan dilangsungkan, akhirnya Arkana pun pergi membawa Emila dan kedua anaknya kembali ke Riau. Bu Asma yang tidak tega melepas anaknya pergi tanpa dirinya pun turut pergi ke Riau dan memutuskan menetap di sana selama beberapa hari.
Kembalinya Emila ke Riau tentu saja membuat perasaan Bu Selvy sangat senang. Setelah satu tahun berjauhan dari menantu dan cucunya akhirnya kini mereka dipersatukan kembali di kota yang sama.
Saat baru saja masuk ke dalam rumah yang dulunya ditempati Arkana dan Lady, Emila sedikit tertegun melihat bentuk rumah yang sudah banyak berubah dari terakhir kali yang ia lihat. Foto-foto pernikahan Arkana dan Lady sudah tidak lagi tergantung di dinding dan berganti dengan foto pernikahan dirinya dan Arkana dan anak-anak mereka.
"Sejak kapan kau merenovasi rumah ini?" Tanya Emila sambil terus menatap ke sekitarnya.
"Semenjak kau jauh dariku." Jawab Arkana sambil menggenggam tangan lembut istrinya.
Emila menipiskan bibir. Semenjak kembali bersama suami itu memang pandai sekali mengucapkan kata yang membuatnya jadi berbunga-bunga.
"Lalu dengan foto pernikahan ini, bagaimana?" Tanya Emila. Menatap foto pernikahan mereka satu minggu yang lalu yang sudah terpajang di ruang tamu rumah.
__ADS_1
"Oh ini." Arkana menatap foto itu dengan tersenyum lebar. "Setelah hari pernikahan dilangsungkan aku langsung meminta tolong Edgar untuk mencetak hasil foto pernikahan kita."
"Kau selalu saja merepotkannya." Emila menggelengkan kepalanya.
Arkana tertawa kecil. "Dia juga suka direpotkan olehku. Tapi kau tenang saja, kami berdua saling membantu satu sama lain. Tidak ada yang merasa direpotkan di antara kami." Ucap Arkana menjelaskan sistem pertemannya dan Edgar.
"Kalian memang sangat cocok untuk berteman. Namun sayang, di usia Edgar yang sudah menginjak tiga puluh lima tahun dia belum juga ingin menikah."
"Untuk yang satu itu aku tidak ingin ikut campur dalam urusannya. Ada beberapa faktor yang membuat Edgar malas untuk menikah. Salah satunya setelah melihat rumah tanggaku dan Lady."
"Sebenarnya sebelum aku menikah denganmu Edgar sudah berniat untuk mencoba menjalin cinta dengan seorang wanita. Namun niat itu dia urungkan setelah melihat rumah tanggaku bersamamu dan Lady. Terlebih pada Lady. Dia takut dikecewakan oleh pasangan seperti diriku."
Emila mengusap lengan suaminya. Jika dipikir-pikir nasib suaminya cukup menyedihkan. Diselingkuhi oleh istri yang sangat disayanginya sampai istrinya itu hamil anak dari selingkuhannya.
__ADS_1
"Sudahlah, tidak perlu membahas masa lalu. Sebaiknya kita masuk ke kamar. Aku ingin menunjukkan sesuatu kepadamu di sana."
Emila mengangguk mengiyakan ajakan Arkana. Di rumah itu kini hanya ada dirinya dan Arkana. Bu Selvy dan Bu Asma kini sedang berada di rumah Bu Selvy. Kedua wanita paruh baya itu ingin menghabiskan waktu bermain bersama kedua cucu mereka.
Arkana dan Emila kini sudah berada di dalam kamar yang dulunya menjadi kamar Arkana dan Lady. Emila menatap keseluruhan ruangan kamar yang terlihat sangat besar. Di dinding atas ranjang terlihat ada sebuah foto pernikahannya dan Arkana yang sedang menggendong Baby Arshen dan Baby Ashila.
"Ini." Emila dikejutkan dengan sebuah map yang diberikan Arkana kepadanya.
"Apa ini?" Tanya Emila sambil menatap map yang kini ada di tangannya.
"Ini adalah surat kepemilikan aset yang aku punya. Di dalam surat ini sudah diterangkan jika beberapa aset yang aku punya sudah berpindah tangan menjadi milik dirimu dan anak-anak kita."
***
__ADS_1
Hai teman-teman, sepertinya shy mau membuat kisah Edgar sedikit saja. Tapi shy mau lanjutin di buku novel ini saja karena ada beberapa faktor dan alasan. Untuk yang menunggu novel Aga dan Amara sabar dulu ya. Insyaallah akan shy buat di judul baru setelah Arkana Emila dan Calista Danesh berakhir.
***