Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Kejutan untuk Emila


__ADS_3

"Mila, apa maksudnya ini, Nak?" Wajah Bu Asma nampak sangat bingung.


Emila yang ikut bingung pun menggelengkan kepalanya tanda mengerti. Karena tidak ada satu pun di antara mereka yang mengerti, akhirnya Emila dan Bu Asma menatap pada pengawal yang mengantarkan mereka.


"Rumah ini sudah dibeli kembali oleh Nona Flower untuk kalian." Jawabnya datar tanpa ekspresi.


"Apa?" Bu Asma dan Emila terkejut tak percaya.


"Nona muda Flower memang wanita yang sangat baik di balik sikap sombong dan arogannya dulu. Berterima kasihlah kepadanya karena dia sudah mau membeli rumah ini lagi untuk kalian."


Emila dan Bu Asma saling pandang lalu menangis bersamaan. Mereka sungguh tidak menyangka begitu mulianya hati Flower untuk mereka. Setelah banyak kejahatan yang dilakukan Emila dulu kepada Flower, namun dibalas Flower dengan kebaikan.


Emila segera mengeluarkan ponselnya dari saku tasnya dan melakukan panggilan telefon dengan Flower. Emila langsung saja mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya pada Flower setelah panggilan terhubung. Ia mengucapkannya sambil menangis tersedu-sedu.


"Jangan menangis, Mila. Kasihan anak-anakmu jadi ikut bersedih karena mendengar tangisanmu." Tutur Flower lembut.


Emila tersenyum lalu mengusap air mata yang membasahi pipinya. Setelah panggilan terputus, Emila pun memeluk ibunya menyalurkan kebahagiaan di hati mereka masing-masing.

__ADS_1


"Ini kunci rumahnya." Pengawal memberikan kunci rumah pada Emila dan ibunya lalu berpamitan untuk pergi.


Emila dan Bu Asma menatap kepergian mobil pengawal lalu mereka melangkah ke arah rumah sambil menarik koper masing-masing.


"Mah... ini rumah kita, Mah." Ucap Emila dengan bibir bergetar.


"Kau benar, Nak. Ini rumah kita. Rumah yang sangat penuh kenangan untuk kita."


Emila kembali memeluk ibunya dan menangis tersedu-sedu.


Dengan tangan bergetar Bu Asma membuka pintu rumah lalu mengajak Emila masuk ke dalam rumah.


Emila dan Bu Asma semakin merasa haru melihat rumah mereka yang sudah terisi kembali dengan perabotan baru dan sudah dipastikan jika Flower lah yang membelinya.


"Mah, Mila sangat berhutang budi pada Flower. Dia begitu baik pada kita, Mau." Ucap Emila.


Bu Asma mengangguk mengiyakannya. "Kita harus datang langsung besok ke rumah Nona Flower untuk berterima kasih kepadanya."

__ADS_1


Emila menganggukkan kepalanya. "Ya, kita harus datang ke rumahnya, Ma." Jawab Emila.


Emila dan Bu Asma berjalan menyusuri setiap sudut rumah untuk melihat kondisi rumah mereka setelah hampir dua tahun lamanya tidak lagi mereka tempati. Hingga akhirnya mereka masuk ke dalam kamar masing-masing dan dibuat kembali berkaca-kaca karena sangat merindukan kamar tersebut.


Flower bukan hanya mengisi perabotan di luar kamar namun juga di dalam kamar. Bukan hanya mengisinya tapi Flower juga membersihkannya hingga mereka hanya tinggal menempatinya saja.


"Flower, kau adalah wanita yang sangat baik. Pantas saja jika Malik begitu mencintaimu." Ucap Emila seraya tersenyum haru.


Emila teringat dengan kejadian beberapa tahun lalu di saat ia begitu membenci wanita bernama Flower karena sudah merebut kekasihnya Malik. Dan kini Emila menyadari jika wanita buruk seperti dirinya tidak pantas mendampingi pria baik seperti Malik. Flower lah yang memang pantas untuk mendampingi Malik.


"Semoga kebahagiaan selalu datang menghampiri kalian." Doanya untuk Flower dan Malik.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Emila dan Ar update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Mahasiswaku Suamiku, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2