
"Tidak, kau sama sekali tidak bersalah. Harusnya di sini Ibulah yang meminta maaf karena sudah memintamu mengantarkan barang ke rumah Arkana. Maafkan Ibu, Emila. Seandainya saja Ibu tidak sering merepotkanmu semua ini pasti tidak akan terjadi." Jawab Bu Selvy dengan berderai air mata.
Emila yang melihat Bu Selvy menangis pun akhirnya ikut menangis. Bu Selvy yang merasa sangat bersalah pada Emila pun segera bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Emila. Setelahnya Bu Selvy membawa tubuh Emila ke dalam dekapannya.
"Maafkan Ibu. Kau harus menanggung malu saat ini karena Ibu dan putra Ibu." Ucap Bu Selvy.
Emila menggelengkan kepalanya. Ia tidak ingin Bu Selvy terlalu larut menyalahkan dirinya sendiri. "Jangan menyalahkan diri Ibu lagi. Semua sudah terjadi dan Emila sudah ikhlas menerimanya." Ucap Emila.
Bu Selvy melerai pelukannya di tubuh Emila. Ditatapnya wajah Emila yang nampak basah karena air mata. "Kau benar. Semua sudah terjadi dan tidak perlu ada yang disesali lagi. Tapi kalian tetap harus menyelesaikan masalah ini karena Arkana sudah memiliki istri." Ucap Bu Selvy.
__ADS_1
Pandangan Emila seketika tertuju pada Arkana yang terlihat sedang menatap ke arahnya. Emila menyerahkan semua keputusan pada Arkana karena ia yakin jika Arkana bisa mengambil sikap atas apa yang sudah terjadi.
"Aku akan segera menyelesaikan permasalahan ini, Ma." Ucap Arkana dengan yakin.
"Kau memang harus segera mencari jalan keluar dan menyelesaikan permasalahan ini. Yang terpenting Mama ingin kau segera jujur pada Lady atas apa yang sudah terjadi. Walau menyakitkan tapi Lady berhak tahu apa yang sudah terjadi." Tekan Bu Selvy.
Arkana terdiam. Rasanya sangat sulit untuk dirinya jujur pada Lady jika ia sudah menikah dengan Emila bahkan kini Emila sedang mengandung anak-anaknya.
"Tidak. Aku akan memberitahu Lady secepatnya." Jawab Arkana tak ingin dicap sebagai pecundang. Bagaimana pun juga Lady istrinya harus tahu apa yang sudah terjadi dan jangan sampai istrinya itu tahu dari mulut orang lain.
__ADS_1
Bu Selvy pun mengalihkan pembicaraan pada Bu Asma. Ia meminta maaf sebesar-besarnya pada Bu Asma atas sikap buruk putranya yang sudah membuat Emila hamil di luar nikah. Bu Asma yang sudah mengerti dan menerima apa yang terjadi pun mengiyakannya dan meminta Bu Selvy jangan menyalahkan dirinya terus atas apa yang terjadi.
Hari itu Arkana benar-benar tidak menyangka jika rahasianya dan Emila yang sudah menikah secara diam-diam akan terbongkar. Arkana yang belum siap menyampaikan fakta yang telah terjadi pada istrinya pun dibuat bingung bagaimana caranya menyampaikan hal tersebut pada Lady.
"Jika kau belum siap maka jangan dipaksakan lebih dulu. Kau bisa menunggu waktu beberapa hari lagi untuk menyampaikannya pada Nona Lady. Aku tahu kau pasti tidak ingin membuat istrimu bersedih dan terluka." Ucap Emila pada Arkana sebelum pria itu masuk ke dalam mobilnya.
"Cepat atau lambat istriku akan mengetahui apa yang sudah terjadi. Lebih cepat maka lebih baik." Jawab Arkana tak sesuai dengan isi hatinya.
Emila mengangguk saja. Ia menyerahkan semua keputusan pada Arkana. Emila pun sudah menyiapkan mentalnya jika nanti Lady datang dan melabrak dirinya.
__ADS_1
Semoga semuanya akan baik-baik saja. Ucap Emila dalam hati walau tak yakin.
***