
Video yang memperlihatkan kemesraan Lady dan Dandy terus berputar dan ditonton oleh Mama Miranda dan Papa Alan. Merasa sangat malu melihat adegan menjijikkan di dalam video tersebut, Papa Alan pun menghentikan video yang sedang berputar itu.
"Apa maksudnya ini, Lady?!" Tanya Papa Alan dengan wajah yang merah padam.
"Lady bisa menjelaskan ini semua Pah. Apa yang Papa lihat tidak benar dan—" perkataan Lady terhenti saat Papa Alan mendaratkan tamparan yang cukup keras di sebelah pipi putrinya.
"Papah!" Mama Miranda sampai berteriak keras melihat suaminya menampar putrinya dengan keras.
"Memalukan!" Bentak Papa Alan sambil menatap nyalang wajah putrinya. "Bagaimana bisa kau berselingkuh dengan pria itu di saat kau masih sah menjadi istri dari Arkana?!" Bentak Papa Alan lagi.
"Aw..." Lady memegang pipinya yang terasa sakit akibat tamparan dari Papa Alan.
__ADS_1
Arkana yang melihat istrinya ditampar pun hanya diam sambil menatap datar wajah istrinya.
"Katakan jika ini semua tidak benar, Lady. Kau tidak mungkin berselingkuh dan sedang mengandung anak dari pria itu!" Pinta Mama Miranda sambil menangis.
Lady menggelengkan kepalanya untuk menyangkal apa yang ada.
Arkana yang tidak ingin berlama-lama mengikuti kebohongan istrinya pun menyerahkan sebuah map kepada Papa Alan yang memperlihatkan bukti jika Lady sudah mengandung lebih dari dua bulan dan berarti anak yang Lady kandung saat ini bukanlah darah dagingnya karena terakhir ia menyentuh Lady sekitar empat bulan yang lalu.
Lady yang melihat Arkana memiliki surat pemeriksaan kandungannya yang asli pun dibuat terkejut melihatnya. "Bagaimana kau..." Lady tak melanjutkan perkataannya karena takut akan membongkar rahasianya sendiri.
Deg
__ADS_1
Lady tak dapat berkata-kata.
"Kau benar-benar memalukan Lady!" Papa Alan merasa sangat tertampar mendengar kenyataan yang ada saat ini.
Arkana pun mencoba diam berniat mengkondisifkan keadaan yang terjadi saat ini.
Mama Miranda yang merasa syok pun memilih diam sambil menangis di samping Papa Alan.
Setelah merasa keadaan mulai kondusif, Arkana pun kembali angkat suara.
"Selama ini saya hanya diam mengikuti permainan anak Mama dan Papa yang sudah berselingkuh di belakang saya. Saya membiarkannya bersikap sesuka hatinya karena saya ingin mengumpulkan banyak bukti yang sekarang bisa saya tunjukkan pada Mama dan Papa. Sebagai seorang suami yang sangat mencintainya, selama ini saya memang sangat mempercayainya jika dia tidak akan mendua di belakang saya. Namun ternyata kepercayaan saya selama ini disia-siakan begitu saja."
__ADS_1
"Lady berselingkuh di belakang saya dan pria selingkuhannya itu adalah mantan kekasihnya saat dia kuliah dulu. Dia bukan hanya berselingkuh tapi dia juga sudah hamil anak dari selingkuhannya itu. Saya benar-benar tidak menyangka jika wanita yang sudah saya perjuangkan selama ini berani mendua di belakang saya. Saya akui jika saya juga sangat bersalah karena sudah menghamili wanita lain. Tapi Mama dan Papa sudah tahu bukan jika apa yang terjadi kepada saya saat itu bukanlah kehendak saya. Sedangkan Lady? Dia secara sadar berselingkuh di belakang saya. Dan saat ini saya benar-benar tidak dapat memaafkannya. Saya bisa memaafkan segala kesalahan Lady namun tidak dengan perselingkuhan." Ucap Arkana panjang lebar.
***