Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Keluarga baik hati


__ADS_3

Setelah dua hari dirawat di rumah sakit akhirnya Emila dan kedua bayinya sudah diperbolehkan untuk pulang. Kepulangan Emila ke rumahnya siang itu disambut oleh Flower, Mom Rania dan kedua bayi Flower yang sudah menunggu di dalam rumah Emila.


"Mommy, Mommy, ada adik bayi!" Celoteh Baby melihat kedua bayi Emila yang saat ini berada di dalam gendongan Arkana dan Bu Selvy.


"Iya, Nak." Flower menggendong Baby agar memudahkan Baby melihat wajah kedua anak Emila.


"Tantikna adik..." puji Baby lalu bertepuk tangan.


Flower tersenyum gemas mendengar celotehan putrinya. Flower menurunkan Baby dari gendongannya detelah cukup memperlihatkan wajah Arshen dan Ashila pada Baby.


"Flower, terima kasih sudah datang ke rumah menyambut kepulanganku." Emila rasanya tidak tahu harus mengucapkan terima kasih seperti apa lagi pada Flower yang sudah sangat baik kepadanya selama ini.


"Sama-sama. Tidak perlu sungkan seperti itu."

__ADS_1


"Kau dan keluargamu selalu saja baik kepadaku. Aku tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikan dari kalian."


"Sudahlah, Mila. Jangan sungkan begitu. Sebagai sesama manusia kita memang ditugaskan untuk saling tolong menolong." Timpal Mom Rania.


Emila tersenyum mendengarnya lalu duduk di atas sofa diikuti Bu Selvy dan Bu Asma.


Melihat kebaikan Flower dan keluarganya membuat Bu Selvy merasa senang karena menantunya dikelilingi orang baik selama tinggal di ibu kota.


"Rencananya dua hari lagi. Ada pekerjaan yang harus Tante selesaikan di sana." Sebenarnya Bu Selvy merasa berat haru meninggalkan kedua cucunya. Namun mau bagaimana lagi, ada tanggung jawab yang harus ia kerjakan di kota yang menjadi tempat tinggalnya.


Flower dapat melihat kesedihan di wajah Bu Selvy karena akan berpisah dengan kedua cucunya. Jika saja Emila mau ikut bersama mereka kembali ke Riau, Bu Selvy tidak akan berat menabung rindu dengan anak dan cucunya.


Tidak berbeda dengan Bu Selvy, Arkana juga merasakan hal yang sama. Ia merasa berat meninggalkan kedua buah hatinya. Dua hari lagi ia akan ikut bersama mamanya kembali ke Riau dengan alasan yang sama. Berlama-lama meninggalkan pekerjaanya tidak baik untuk kelangsungan hidup perusahaannya.

__ADS_1


Arshen dan Ashila tiba-tiba saja menangis di saat Emila masih asik bercerita dengan Flower. Emila terpaksa meninggalkan Emila dan yang lainnya di ruang tamu menuju kamarnya untuk menyusui kedua bayinya.


Kedua kelopak mata Emila terbuka lebar setelah masuk ke dalam kamar. Bagaimana tidak, ia melihat banyak perubahan di dalam kamarnya. Dari mulai box bayi yang sudah berada di dalam kamar dan ranjang yang berganti ukuran lebih besar.


Emila menolehkan kepala ke arah belakang untuk melihat wajah Arkana. "Kau yang membelinya?" Tanga Emila.


Arkana mengangguk dengan wajah tersenyum tanpa dosa. "Tolong diterima. Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk kalian." Tutur Arkana.


Emila tak kuasa menolaknya. Ia menerima pemberian dari suaminya itu. Selama ini Arkana sudah sangat baik kepadanya. Ia tidak ingin lagi mengecewakan suaminya yang sudah berjuang sejauh ini untuknya.


Emila membaringkan Ashila yang berada di tangannya di atas ranjang lalu meminta Arkana untuk membalikkan badan karena ia ingin membuka kancing kemejanya. Sampai saat ini Emila masih merasa malu memperlihatkan bagian dalam tubuhnya pada Arkana walau Arkana sudah pernah melihat dan merasakannya sebelumnya.


***

__ADS_1


__ADS_2