Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Apa yang ingin dilakukannya?


__ADS_3

Arkana terdiam mendengarnya.


"Mama tidak menyangka jika semua akan terjadi pada kalian. Mama juga merasa bersalah atas apa yang sudah terjadi." Lanjut Bu Selvy kemudian.


Arkana menghela nafas panjang. "Semua sudah terjadi dan apa yang terjadi pada kami bukanlah kesalahan Mama. Walau sulit menerimanya tapi Arkana mencoba menuruti permintaan Emila yang ingin kami berpisah setelah anak kami lahir." jawab Arkana.


"Sulit menerima? Maksumu bagaimana?" Bu Selvy merasa ada maksud dari perkataan Arkana.


Arkana yang ingin menjawab terpaksa mengurungkan niatnya saat pintu ruangan ibunya terbuka dari luar.


"Lady, kenapa cepat sekali kembali?" Tanya Arkana.


"Ya. Tadi ada Dessy yang menawarkan untuk mengantarkan piring kotor ke belakang jadi aku tidak mencucinya dulu." Jawab Lady seadanya.


"Oh..." Arkana mengangguk paham.


Bu Selvy pun menatap wajah putranya dengan wajah penasaran saat ini. Arkana yang mengerti Bu Selvy membutuhkan jawaban darinya pun hanya bisa diam karena ia tidak mungkin menjawabnya di saat ada Lady di dekatnya seperti saat ini.

__ADS_1


Satu jam berada di ruangan Bu Selvy, akhirnya Arkana dan Lady pun berpamitan kembali ke tempat bekerja merek masing-masing.


"Sayang, nanti sore kau akan pulang cepat atau lambat?" Tanya Lady saat mereka sudah berada di dalam perjalanan menuju toko miliknya.


"Sepertinya cepat. Tidak banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini." Jawabnya.


"Oh... baiklah kalau begitu." Ucap Lady dengan wajah tersenyum.


"Memangnya ada apa? Apa malam ini kau akan tidur di rumah orang tuamu lagi?" Tanya Arkana.


Lady seketika menggeleng. "Tidak. Aku akan tidur di rumah malam ini." Jawabnya.


Kini mobil milik Arkana sudah sampai di toko milik Lady. Arkana memilih tidak keluar dari dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya setelah Lady keluar dari dalam mobilnya.


Setibanya di perusahaannya, Arkana pun kembali melihat pesan balasan dari Edgar.


"Kira-kira rencana apa yang ingin Lady lakukan untuk mengelabuhiku?" Ucap Arkana sambil melangkah masuk ke dalam ruangan kerjanya.

__ADS_1


Dua jam berlalu, Arkana mendapatkan pesan dari Edgar yang berisi sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan Dandy masuk ke dalam ruangan kerja Lady dan memberikan sesuatu pada Lady. Arkana mencoba melihat dengan jelas benda apa yang diberikan Lady pada Dandy. Karena itu tidak bisa melihatnya dengan detail, Arkana pun bertanya pada Edgar.


"Aku juga tidak bisa melihatnya dengan jelas. Yang pasti benda yang diberikan Dandy kepada Lady pasti benda untuk menjebakmu." Ucap Arkana membaca pesan balasan dari Edgar.


Arkana pun mulai merasa awas mendapatkan informasi dari Edgar.


Saat sudah pulang ke rumahnya sore itu, Arkana pun memperhatikan gerak-gerik istrinya sampai saat malam hari sudah tiba.


Arkana yang masih merasa penasaran terus memperhatikan gerak-gerik istrinya sampai makan malam sudah selesai.


"Sayang, malam ini kau tidak tidur di ruangan kerjamu lagi bukan?" Tanya Lady pada Arkana.


Arkana menggelengkan kepalanya. "Tidak ada pekerjaan yang aku bawa pulang." Jawabnya.


"Oh... baiklah kalau begitu." Lady tersenyum senang.


Arkana yang melihat senyuman di wajah istrinya pun mulai bertanya-tanya hal apa yang ingin Lady lakukan kepadanya malam ini atau hari selanjutnya.

__ADS_1


***


__ADS_2