Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Membelinya


__ADS_3

Edgar terdiam menimbang-nimbang saran dari Toni.


"Bagaimana?" Tanya Toni dengan sebelah alis terangkat ke atas.


"Sepertinya menarik." Jawab Edgar pada akhirnya.


Toni mengembangkan senyum. Ditatapnya para wanita yang bekerja sebagai penghibur di klub tersebut. "Kau bisa memilih wanita mana yang ingin kau jadikan istri di sini."


Edgar ikut menatap para wanita yang sedang menggoda banyak pria di dalam klub. Pandangannya terus mengedar hingga akhirnya jatuh pada satu wanita yang sejak awal menarik perhatiannya. "Aku ingin wanita itu!" Ucap Edgar seraya menatap sosok wanita yang nampak ketakutan saat seorang pria mencoba menyentuh tangannya.


Toni menyunggingkan senyum. "Kau ingin dia. Pekerja baru di klub ini."


"Ya. Setidaknya dia baru bekerja. Belum terlalu banyak pria yang sudah menyentuh tubuhnya. Aku juga tidak ingin terkena penyakit jika berhubungan dengan wanita yang sudah mengumbar tubuh pada banyak pria."


"Baiklah kalau begitu. Jika kau ingin dia maka aku akan membicarakan hal ini pada pemilik klub ini. Tapi kau tahu bukan jika mengambilnya bukanlah hal yang gratis. Ada harga yang harus kau bayar untuk memilikinya."


"Untuk itu kau tenang saja. Sebutkan berapa biayanya dan aku akan segera membayarnya."

__ADS_1


Toni menganggukkan kepalanya. Saat itu juga ia bangkit dari posisi duduk. Berpamitan pada Edgar untuk menjumpai pemilik klub malam tersebut.


Edgar terus menatap gerak-gerik wanita tersebut selama kepergian Toni. Entah mengapa ia semakin tertarik pada wanita itu karena menurutnya belum terlalu mahir dalam merayu banyak pria.


Tak berselang lama Toni nampak datang bersama seorang pria dengan tubuh tinggi dan kekar. Edgar segera bangkit dari duduknya. Ia mengulurkan tangan pada pria itu.


"Jadi anda ingin memilikinya?" Tanya pria itu sambil menunjuk wanita yang diinginkan Edgar.


"Ya. Aku menginginkannya. Berapa harga yang harus aku bayar untuk bisa memilikinya?"


Edgar nampak tak terkejut mendengar harga yang harus ia bayar. "Berapa nomor rekeningmu?" Ucapnya setelah mengambil ponsel dari saku celananya.


Pria tersebut membacakan nomor rekening miliknya.


Edgar menghentikan pergerakan jarinya di layar ponsel saat teringat akan sesuatu. "Sebelum aku membayarnya aku ingin membuat surat perjanjian lebih dulu jika wanita itu resmi milikku setelah aku membayarnya!"


"Tidak masalah. Kalau begitu ayo ikut keruanganku sekarang juga!"

__ADS_1


Edgar mengangguk. Kakinya kemudian mengayun mengikuti langkah pria tersebut diikuti Toni disampingnya.


Mereka terus melangkah hingga masuk ke dalam ruangan pria tersebut. Cukup lama Edgar dan pria tersebut membuat surat perjanjian hingga akhirnya perjanjian berhasil ditandatangani kedua belah pihak dan Edgar telah mentransfer sejumlah uang yang pria tersebut minta.


"Deal. Mulai malam ini anda bisa membawanya pergi bersama anda!"


Edgar menyunggingkan senyum. Ia kemudian keluar dari dalam ruangan pria tersebut diikuti Toni.


Dua orang pria yang bertugas sebagai anak buah pemilik klub pun melakukan tugasnya untuk membawa wanita yang sudah dibeli Edgar untuk diberikan pada Edgar.


"Tidak sampai satu malam kau sudah berhasil mencari jalan keluar atas masalahmu saat ini." Ucap Toni.


Edgar tersenyum tipis. "Aku tidak ingin direpotkan hanya untuk mencari seorang wanita yang ingin menjadi istriku. Begini saja sudah cukup."


Toni mengangguk saja. Tak berselang lama wanita yang sudah dibeli Edgar pun menghadap kepada mereka dengan wajah yang nampak takut.


***

__ADS_1


__ADS_2