Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Aku Ini Suamimu


__ADS_3

Setelah hampir dua jam lamanya berada di kediaman Flower dan Malik, akhirnya Edgar pun membawa Lara pulang ke kediaman mereka. Sejak awal masuk ke dalam mobil hingga akhirnya tiba di apartemen, Edgar lebih banyak diam. Melihat diamnya Edgar membuat Lara ikut diam. 


"Lara, tunggu!" Edgar menahan tangan Lara saat istrinya itu hendak masuk ke dalam kamar.


Lara menoleh ke belakang dimana Edgar kini berada. Ditatapnya tangannya yang kini dicekal oleh Edgar lalu menatap pada Edgar. "Ada apa Kak Edgar?" Tanyanya bingung.


"Selama menikah denganku, kau ini menganggapku sebagai apa?" Tanya Edgar serius.


Lara memperhatikan raut wajah Edgar yang tengah serius itu. "Sebagai apa, ya?" Ia nampak bingung untuk memberikan jawaban.


Lidah Edgar berdecak sebal. "Kau ini bagaimana, menjawab hal simple saja tidak bisa!"


Lara menggaruk keningnya yang tak gatal dengan sebelah tangannya yang bebas. "Lara bingung, Kak." Cicitnya.


Edgar menghembuskan napas kasar di udara. Harusnya sejak awal ia sudah paham jika istrinya itu sangat polos dan membutuhkan ilmu agar belajar bersikap dewasa.


"Aku ini sebagai siapa di hidupmu saat ini?" Edgar mengoreksi pertanyaannya. Sepertinya kali ini Lara bisa menjawabnya dengan benar.

__ADS_1


"Suami Lara." Jawabnya cepat.


"Nah, itu!" Edgar tampa sadar melepaskan cekalannya di tangan Lara. "Jika kau tahu aku ini adalah suamimu maka dari sekarang bersikaplah layaknya istri dan suami kepadaku bukan seperti seorang ayah dan anak!"


"Hah, maksud Kak Edgar bagaimana?" Lara terperangah dan sedikit bingung.


Lidah Edgar berdecak. Sebal sekali ia menanggapi istrinya ini. "Selama ini aku merasa sikapmu itu hanya menganggapku sebagai ayahmu bukan suamimu."


Lara semakin bingung mendengar perkataan Edgar. 


"Lara menganggap Kak Edgar seperti ayah Lara sendiri karena Kak Edgar selalu baik pada Lara dan juga menasehati Lara seperti ayah." Cicitnya.


Edgar rasanya sangat ingin menghantukkan kepalanya ke dinding apartemen mendengar jawaban polos Lara yang tidak bisa diterima olehnya. "Aku bersikap seperti itu karena aku ingin mengajarimu agar bersikap lebih baik saha, Lara! Bukan berarti sikapku sama seperti ayahmu kau bisa menganggapku sebagai ayahmu juga. Kita ini adalah sepasang suami istri. Jika ayahmu adalah pria yang menghasilkan dirimu ke dunia ini maka aku adalah pria yang bisa menghasilkan seorang anak darimu!" Jelas Edgar panjang lebar.


Lara terkesiap mendengar penjelasan dari Edgar. Ia pun beringsut mundur merasa takut setelah mendengar kata anak yang keluar dari Edgar. 


"Kenapa mundur?" Edgar kembali menahan pergerakan Lara.

__ADS_1


"Lara takut, Kak. Takut tambah dewasa." Cicitnya.


Edgar mencoba menahan diri agar emosinya tidak semakin meledak mendengar perkataan Lara. "Sudahlah, mulai sekarang aku akan mengajarimu bagaimana caranya menganggapku sebagai seorang suami bukan lagi seorang ayah!"


"Ma-maksud Kak Edgar bagaimana?" Tanya Lara.


"Lihat saja nanti dan jangan banyak bertanya. Lebih baik sekarang kau masuk ke dalam kamar dan segera tidur."


"Lalu Kak Edgar mau apa?" Tanya Lara.


"Aku ingin mendinginkan kepalaku lebih dulu. Pusing sekali memiliki istri seperti dirimu!"


Lara menunduk. "Kenapa Kak Edgar jadi galak pada Lara. Memangnya Lara salah apa?" Cicitnya.


"Kau tidak salah. Aku lah yang salah karena sudah mengharapkan hal lebih dari wanita polos seperti dirimu yang menganggap suaminya sendiri sebagai seorang ayah bukan sebagai seorang suami!"


***

__ADS_1


__ADS_2