Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Siapa lagi yang mau dengannya?


__ADS_3

Mama Miranda menghela nafas panjang lalu menceritakan jika Lady baru saja pulang dari rumah Arkana. Mendengar cerita istrinya membuat Papa Alan ikut menghela nafas. Sebenarnya mereka tidak ingin melepas Arkana sebagai menantu mereka. Tapi mau bagaimana lagi, kesalahan Lady yang sudah terlalu besar membuat mereka sadar diri untuk tidak mengharapkan Arkana lagi.


Satu bulan telah berlalu, usia kandungan Lady sudah memasuki delapan bulan. Lady melewati masa kehamilannya dengan rasa penyesalan tak berujung. Dandy yang mengetahui apa yang dirasakan Lady sampai saat ini hanya bisa bersabar menghadapi sikap wanita itu.


Sambil menunggu Lady bisa kembali baik kepadanya, Dandy memilih mendekati diri pada Mama Miranda dan Papa Alan agar bisa memberi restu kepadanya untuk menikahi Lady setelah Lady melahirkan nanti. Niat Dandy yang ingin menikahi Lady tak diterima begitu saja oleh Papa Alan. Masih teringat jelas di benak Papa Alan bagaimana dulu Dandy berselingkuh di belakang putrinya.


"Saya berjanji tidak akan pernah menduakan Lady lagi, Om. Untuk kesalahan saya di masa lalu saya tidak bisa merubahnya. Saya hanya bisa memperbaiki hidup saya agar bisa menjadi lebih baik." Ucap Dandy pada Papa Alan siang itu.


Papa Alan hanya diam dengan membuang wajah ke samping seolah enggan menatap ayah dari cucunya.

__ADS_1


"Bagaimana pun juga anak yang di kandung Lady saat ini adalah anak kandung saya, Om. Saya mohon untuk memberikan restu pada saya. Saya akan bertanggung jawab dan mengusahakan memberikan kehidupan yang layak untuk Lady."


"Kehidupan yang layak seperti apa maksudmu? Dengan tinggal di rumah kontrakan yang sekarang kau tempati, begitu? Bisa apa kau membahagiakan putriku dengan pekerjaanmu saat ini? Dan asal kau tahu usaha yang didirikan Lady selama ini adalah pemberian dari Arkana. Apakah kau bisa membahagiakan Lady seperti Arkana nantinya?" Cibir Papa Alan.


Dandy menahan rasa sakit hatinya mendengar cibiran Papa Alan. "Saya memang tidak bisa memastikannya. Tapi saya bisa mengusahakannya." Jawab Dandy yakin.


Kedua tangan Dandy terkepal erat di bawah meja. Sudah terlalu banyak cibiran yang diberikan Papa Alan untuknya. Ia sadar dengan kekurangan tapi harga dirinya tidak bisa diinjak begitu saja.


"Lalu bagaimana dengan Om? Apa Om bisa yakin jika masih ada pria yang mau menerima putri Om setelah bercerai dengan Arkana selain saya? Pria baik di luar sana pasti berpikir jika ingin menikahi wanita seperti anak Om!" Dandy memberikan pukulan mentah pada Papa Alan.

__ADS_1


Kali ini kedua tangan Papa Alan yang terkepal di bawah meja. Dandy benar, akan sulit untuk Lady nantinya menemukan pria baik mengingat perceraian yang terjadi pada putrinya karena kesalahan Lady sendiri dan kesalahan itu sangatlah fatal.


"Saya sudah berbaik hati menerima semua cibiran Om pada saya. Tapi jangan salahkan saya jika nanti saya berubah pikiran dengan tidak bertanggung jawab pada Lady."


Papa Alan menahan geram dalam hatinya karena Dandy memberikan umpan balik kepadanya yang membuatnya tak dapat berkata-kata.


"Saya pergi dulu. Saya masih akan tetap berusaha bertanggung jawab semampu dan seingin saya." Ucap Dandy lalu pergi dari rumah Papa Alan meninggalkan Papa Alan yang termenung memikirkan perkataannya.


***

__ADS_1


__ADS_2