
Wajah Lara dibuat merah padam mendengar ejekan Edgar pada dadanya. "Kenapa Kak Edgar mengejek ukuran dada Lara seperti itu? Dada shaming sekali!" Gerutu Lara dengan bibir mengerucut. "Lagi pula wajar saja dada Lara kecil. Kan Lara juga masih kecil." Lanjutnya.
"Dada shaming?" Edgar terbahak-bahakan mendengar perkataan Lara yang baru pertama kali Edgar dengar.
Bibir Lara semakin mengerucut mendengar tawa Edgar yang terdengar menyebalkan di telinganya.
"Dan satu lagi, kau bilang apa? Kau masih kecil?" Tawa Edgar semakin menggelegar. "Walau kau masih kecil namun saat ini kau sudah bisa membuat anak kecil. Jadi jangan membawa-bawa usia." Lanjut Edgar sambil menahan diri agar tak lagi tertawa.
"Huh," Lara menghembuskan napas kasar di udara mendengar tawa Edgar yang sulit ditahan. "Lara memang sudah bisa membuat anak kecil kok. Teman-teman seusia Lara saja sudah ada yang punya anak." Jawabnya.
Edgar mengangguk-anggukkan kepala. "Tapi dibandingkan dadamu, ukuran dada mereka pasti lebih besar bukan?" Kelakar Edgar.
"Ya, mana Lara tahu. Memangnya Lara mengintip mereka saat mandi sehingga Lara bisa melihat dada mereka."
"Baiklah, baiklah." Edgar mengangguk saja. Tak ingin lagi menertawakan Lara atau istrinya itu akan semakin sebal.
__ADS_1
"Kak Edgar jadi mau menggosok tubuh Lara tidak? Jika tidak, Lara mau pakai bajunya lagi. Sudah risih seperti ini." Ucap Lara.
"Jadi. Tapi aku tidak mau kau masih menggunakan bra itu." Tunjuk Edgar pada bra bewarna merah muda yang dikenakan Lara.
"Tapi..." Lara meragu. Malu sekali dirinya menunjukkan bagian dadanya pada Edgar. Namun jika mengingat pelajaran dari Flower, sepertinya apa yang diminta itu wajib untuk ia lakukan.
"Tidak ada tapi-tapian. Sekarang ayo buka branya!" Desak Edgar. Ia sudah tak sabar melihat isi bagian dada Lara.
Dengan menahan rasa malu, Lara mulai menanggalkan bra yang terpasang di tubuhnya. Baru saja bra tersebut terlepas dari tubuh Lara, kedua mata Edgar sudah melotot melihat bagian dada Lara yang terlihat imut-imut.
Melihat tatapan mata Edgar tak lepas dari bagian dadanya membuat Lara sangat gugup hingga kembali menyilangkan kedua tangan di dada.
"Jangan ditutupi. Aku ingin melihatnya!" Perintah Edgar tanpa mengalihkan pandangannya dari mini pou yang terlihat sangat imut di matanya.
Lara menurutinya. Ia mengalihkan pandangan ke arah lain untuk menghilangkan rasa malunya.
__ADS_1
"Kak Edgar ayo cepat gosok tubuh Lara. Lara sudah kedinginan." Lara segera menyerahkan sabun dan penggosok badan pada Edgar. Jika terlalu lama membiarkan Edgar menatap bagian atas tubuhnya seperti ini, Lara bisa-bisa tegang karena malu.
Edgar mengangguk tanpa suara. Saat Lara hendak memutar tubuhnya agar Edgar menggosok bagian punggungnya lebih dulu, Edgar segera menahannya.
"Aku ingin menggosok bagian depan!" Ucapnya kemudian dengan cepat menyentuh kulit Lara dengan penggosok badan yang berada di tangannya.
Glek
Glek
Edgar meneguk salivanya susah payah melihat pemandangan asri di depannya. Kulit Lara yang putih ditambah ada dua mini pou di bagian atas tubuh Lara membuat darah Edgar berdesir.
Tanpa Edgar sadari, penggosok badan yang tadi ada di tangannya sudah terlepas begitu saja. Dan kini, Edgar hanya menggunakan telapak tangannya untuk menggosok bagian depan tubuh Lara hingga akhirnya terhenti di sebelah mini pou yang terlihat sangat menggugah selera ingin ia santap.
***
__ADS_1