Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Cukup satu barang


__ADS_3

Emila dibuat terdiam mendapatkan usapan dari tangan Arkana di kepalanya.


Melihat perubahan ekspresi wajah istrinya membuat Arkana segera menjauhkan tangannya dari kepala Emila.


"Maaf." Ucapnya merasa tak enak hati.


"Tak masalah. Ayo masuk." Ajak Emila.


Arkana mengiyakannya lalu mereka pun melangkah masuk ke dalam mall.


Tak ingin membuat suasana di antara mereka menjadi canggung, Emila pun mengajak Arkana berbicara tentang kehamilan Lady saat ini.


"Bukannya kemarin kau dan Nona Lady habis memeriksakan kondisi kandungan Nona Lady? Lalu bagaimana hasilnya? Apa kandungan Nona Lady baik-baik saja?" Tanya Emila.


Arkana diam beberapa saat sebelum menjawab. Emila pun ikut diam menunggu Arkana menjawab pertanyaannya.


"Kondisi kandungan Lady baik-baik saja." Jawab Arkana kemudian.


"Oh, syukurlah kalau begitu. Kau pasti sangat senang sekali bukan karena sebentar lagi memiliki anak dari Nona Lady. Anak yang sudah sepuluh tahun di nanti kehadirannya." Emila tersenyum. Membayangkan bagaimana bahagianya Arkana dan Lady saat ini karena penantian mereka selama ini berbuah manis.

__ADS_1


Tak seperti yang Emila bayangkan, wajah Arkana terlihat datar dan tidak bahagia setelah mendengarkan perkataan Emila. Pria yang berstatus suami Emila itu justru mengepalkan tangannya merasa marah mengingat anak yang dikandung Lady saat ini bukanlah anak kandungnya.


"Kita naik lift saja!" Arkana menahan pergerakan Emila saat wanita itu hendak menaiki eskalator.


"Kenapa? Aku ingin menaiki eskalator." Tolak Emila.


"Kau sedang hamil besar saat ini. Tidak baik jika naik eskalator." Ucap Arkana lalu menarik lembut tangan Emila menuju eskalator berada.


"Tidak baik bagaimana? Aku lebih senang menaiki eskalator dibandingkan naik lift."


"Turuti saja apa perintahku karena aku hanya ingin yang terbaik untukmu." Arkana mencoba memberikan pengertian pada istrinya itu.


Emila terdiam. Pandangannya kini fokus menatap wajah Arkana yang nampak datar.


"Kenapa?" Arkana balik memperhatikan wajah cantik istri keduanya itu saat mereka sedang mengantrin masuk ke dalam lift.


"Tidak apa-apa."


"Oh..." Arkana berohria lalu menarik tangan Emila masuk ke dalam lift setelah pintu lift terbuka.

__ADS_1


*


Emila dan Arkana kini sudah berada di dalam toko khusus perlengkapan bayi. Seperti apa yang Emila katakan sebelumnya, Arkana hanya diperbolehkan memilih satu barang berukuran besar saja untuk dibawa ke rumahnya. Arkana yang merasa tidak puas dengan permintaan Emila pun diam-diam meminta pegawai toko untuk mengirimkan barang-barang yang lain ke rumah Emila.


"Kau yakin hanya membeli stroller saja? Box bayi untuk Baby twin belum dibeli begitu pula ayunannya." Ucap Arkana.


"Sudahlah. Cukup beli stroller saja." Jawab Emila seadanya.


Arkana memilih diam saja. Ia merasa keputusannya sudah cukup benar saat ini menyuruh pegawai toko mengantarkan barang yang lain ke rumah milik Emil dan ibunya.


Setelah selesai membayar stroller yang Arkana pilih, Emila pun mengajak Arkana untuk pergi ke salah satu restoran jepang yang ada di dalam mall karena perutnya sudah kembali terasa lapar saat ini.


"Arkana, ada yang ingin aku tanyakan kepadamu." Ucap Emila setelah mereka berada di restauran jepang.


"Apa?" Arkana terlihat penasaran dengan pertanyaan Emila.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Emila dan Ar update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Mahasiswaku Suamiku, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2