Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Menghampiri kediaman Malik


__ADS_3

Malam harinya, Edgar yang tidak ingin membuang kesempatan yang ada langsung saja berangkat menuju rumah Malik yang sudah ia ketahui dimana tempatnya dari informasi yang Dika berikan. Jarak tempuh menggunakan mobil dari hotel tempat ia menginap menuju rumah Malik membutuhkan waktu sekitar empat puluh menit. Sesuai dengan perkiraan Edgar ia akan tiba di rumah Malik pukul setengah delapan malam di saat Malik dan keluarganya sudah selesai makan malam.


"Maaf, anda siapa, ya?" Tanya Flower setelah membukakan pintu untuk Edgar. Wajah wanita itu nampak bingung menatap wajah Edgar.


"Capa ya?" Baby yang ikut bersama Flower pun berceloteh.


Edgar mengembangkan senyum pada Baby yang menatapnya dengan mata berkedip-kedip.


"Saya Edgar, Nona." Jawab Edgar.


"Edgar?" Ulang Flower. Ia merasa tidak asing dengan nama itu.


Malik yang merasa penasaran siapa tamu istrinya pun akhirnya melangkah menghampiri Flower sambil menggendong Boy.


"Edgar?" Ucapnya merasa terkejut melihat wajah Edgar.


"Tuan Malik." Edgar tersenyum kepada Malik.

__ADS_1


"Sayang, apa kau mengenal dia?" Tanya Flower.


Malik mengangguk lalu mengajak Edgar untuk masuk ke dalam rumah. Melihat kedatangan Edgar saat ini sudah bisa membuat Malik menebak apa tujuan Edgar datang ke rumahnya.


"Mommy, itut!" Ucap Baby pada Flower yang masih mematung di tempatnya sedangkan Edgar sudah berlalu bersama Malik.


"Agh, ya." Flower menggandeng tangan mungil putrinya menuju ruang tamu dimana Malik membawa Edgar.


"Maaf mengganggu istirahat anda malam ini, Tuan." Ucap Edgar setelah Flower dan Baby duduk di sofa yang bersampingan dengan Malik.


"Tidak masalah. Jadi ada tujuan apa anda datang ke sini Tuan Edgar?" Tanya Malik.


Malik menyunggingkan senyum mendengarnya. "Apa anda ingin membahas tentang Emila dan Tuan Arkana?" Tanya Malik tepat pada sasaran.


"Ya. Anda benar, Tuan. Saya ingin menjelaskan permasalahan dan kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka."


"Tunggu dulu." Flower memotong percakapan di antara mereka. "Kenapa anda membawa nama Emila dan suaminya. Apa anda mengenal keduanya?" Tanya Flower dengan wajah tak bersahabat.

__ADS_1


"Saya sangat mengenali mereka Nona karena Tuan Arkana adalah sahabat saya dan Emila adalah istri dari sahabat saya." Jawab Edgar.


Malik memberikan kode pada istrinya agar diam dan membiarkannya yang berbicara dengan Edgar. Mengerti kode yang Malik berikan, akhirnya Flower diam dan membiarkan suaminya dan Edgar berbicara.


"Bagaimana anda bisa tahu jika saya dan istri ada sangkut pautnya dengan kepergian Emila?" Tanya Malik.


"Maaf, saya tidak bisa memberitahunya, Tuan." Jawab Edgar. Mendengar jawaban Edgar saja sudah membuat Malik menebak siapa yang memberitahu Edgar.


"Baiklah. Jadi hal apa yang ingin anda bahas saat ini?" Tanya Malik kemudian.


"Seperti yang saya katakan tadi saya ingin membahas permasalahan dan kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka hingga membuat Emila akhirnya memutuskan untuk pergi."


Malik menganggukkan kepalanya dan meminta Edgar untuk mulai menjelaskannya setelah pelayan di rumahnya datang membawakan minum untuk Edgar.


Setelah pelayan datang dan memberikan minum untuk Edgar, barulah Edgar mulai menjelaskan kesalahpahaman yang sudah terjadi pada Arkana dan Emila. Tak lupa Edgar juga menjelaskan tentang hubungan rumah tangga Arkana dan Lady yang sudah berada di ambang batas perceraian.


Tentu saja mendengar penjelasan Edgar membuat Flower terkejut bukan main karena ia pikir hubungan Arkana dan istri pertamanya baik-baik saja.

__ADS_1


***


__ADS_2