
Deg
Arkana tertegun membaca pesan singkat itu. Ia pun merutuki dirinya yang melupakan janji pada istri keduanya itu.
Arkana pun segera mengirimkan pesan balasan pada Emila yang mengatakan permintaan maaf karena ia tidak menepati janjinya sore tadi.
"Huft, maafkan aku. Besok aku berjanji akan mengantarkan stok susu ke rumahmu." Gumam Arkana setelah membalas pesan dari Emila.
Setelahnya Arkana pun membaca pesan masuk dari Edgar yang berisi pesan agar Arkana bisa bersandiwara dengan baik layaknya Lady yang terlalu pandai bersandiwara kepadanya.
Baiklah, aku akan bersandiwara sebaik mungkin. Mungkin belum saatnya aku mengungkapkan perselingkuhan kalian sekarang. Ucap Arkana dalam hati.
*
Arkana melakukan sandiwaranya dengan baik hingga pagi hari telah tiba. Lady yang merasa diperhatikan oleh Arkana pun tentu saja merasa senang karena menurutnya Arkana masih sangat sayang kepadanya dan tidak memperdulikan istri keduanya itu.
__ADS_1
"Sayang, hari ini aku tidur di rumah Mama, ya?" Ucap Lady pada Arkana.
Arkana terdiam.
"Sayang?" Lady kembali bersuara.
"Hanya malam ini saja bukan?" Tanya Arkana.
Lady menganggukkan kepalanya. "Ya, besok aku sudah kembali. Mama katanya sangat rindu kepadaku jadi aku diminta tidur di rumah malam ini." Jawab Lady.
Arkana memasang wajah percaya seperti biasanya pada istrinya itu. Kali ini bukan pertama kalinya Lady meminta izin kepadanya untuk menginap di rumah kedua orang tuanya. Namun karena Arkana sudah mengetahui kebusukan istrinya itu, jadilah Arkana merasa curiga apakah istrinya itu nanti malam benar-benar menginap di rumah kedua orang tuanya atau sebaliknya.
Lady seketika menggeleng. "Tidak perlu, Sayang. Aku bisa pergi sendiri. Lagi pula sebelum pergi ke rumah Mama aku ingin pergi ke rumah temanku lebih dulu mengambil orderan bajuku." Jawab Lady.
"Oh..." Arkana mengangguk-anggukkan kepalanya. Mendengar jawaban Lady saat ini saja sudah membuat Arkana semakin merasa curiga dengan istrinya itu. Bagaimana tidak, setiap Lady ingin diantarkan pergi olehnya ke rumah kedua orang tuanya istrinya itu selalu saja menolak dengan berbagai alasan.
__ADS_1
"Tapi kau harus ingat dengan pesan dariku. Kau tidak boleh tidur di rumah wanita itu sampai kalian bercerai!" Ucap Lady tegas mengingatkan suaminya.
Arkana mencoba menahan emosinya dalam hati. Seenaknya saja istrinya itu melarangnya ini itu sedangkan dirinya bermain api di belakangnya.
"Kau tidak perlu mengingatkan aku karena aku pasti akan mengingatnya." Jawab Arkana.
Lady mengembangkan senyumannya. Ia pun segera masuk ke dalam pelukan suaminya itu. "Terima kasih, Sayang. Terima kasih karena sudah mau mengerti dengan diriku." Ucap Lady.
Arkana mengusap kepala istrinya itu. "Ya, sama-sama." Jawabnya.
Drama sepasang suami istri pagi itu pun selesai saat Arkana berpamitan berangkat ke perusahaannya dan Lady berangkat ke toko kue miliknya.
Arkana yang tidak ingin berdusta lagi pada Emila pun memilih untuk pergi ke rumah Emila lebih dulu. Ia berniat membawa Emila pergi bersamanya membeli susu hamil dan kebutuhan Emila yang lainnya.
"Apa? Kau ingin membawaku ikut denganmu?" Ulang Emila pada Arkana saat Arkana sudah tiba di rumahnya dan menyampaikan niatnya.
__ADS_1
"Ya, agar kau bisa mengambil apa saja yang kau butuhkan. Jika aku yang membelinya sendiri aku tidak tahu apa saja kebutuhanmu yang kurang." Jawab Arkana.
***