
"Jika kau merasa senang dan ingin memiliki mereka maka berjuanglah untuk mereka dengan mempertahankan ibunya. Jangan di saat mereka sudah pergi baru kau akan menyesal." Komentar Edgar.
Arkana terdiam. Senyuman di wajah tampannya pun hilang seketika. Jika dipikir-pikir apa yang Edgar katakan benar. Jika ia ingin memiliki bayi-bayinya maka ia harus mempertahan Emila tetap di sisinya. Tapi apa itu mungkin mengingat Emila sudah membuat surat perjanjian akan berpisah dengannya jika bayi mereka sudah lahir nanti? Arkana dibuat bingung memikirkannya.
*
Lady pikir dengan Arkana tahu jika ia sedang mengandung saat ini akan membuat Arkana semakin perhatian padanya dan anak yang ada di dalam kandungannya. Tapi ternyata apa yang ia pikirkan salah. Sejak Arkana mengetahui jika ia sedang mengandung Arkana hanya bersikap biasa saja kepadanya. Sepertinya hanya sekedar ia sudah makan, sudah meminum susu hamilnya atau sekedar mempertanyakan keadaanya dari hari ke hari.
"Sebenarny ada apa dengan Arkana? Kenapa dia tidak terlihat senang dengan berita kehamilanku ini? Harusnya dia terlihat senang bahkan mungkin menjagaku dengan baik setelah mengetahui jika saat ini aku sedang mengandung. Tapi kenapa ini justru sebaliknya?" Lady dibuat tak habis pikir.
Besok adalah jadwal keduanya memeriksakan kandungannya ke dokter kandungan dan ia akan datang bersama Arkana bukan ayah kandung dari anaknya. Lady harap besok Arkana akan merubah sikapnya setelah menemaninya kembali memeriksakan anak yang ada di dalam kandungannya.
__ADS_1
"Apa sikap Arkana saat ini karena Emila juga sedang mengandung anaknya bahkan sudah mau melahirkan?" Lady bertanya-tanya. Wanita hamil itu pun mengepalkan kedua tangannya jika apa yang dipikirkannya benar adanya. "Arkana, kau tidak lupa bukan dengan surat perjanjian itu? Kau tidak akan bisa memiliki anakmu dari wanita ja-lang itu. Dan kau hanya bisa memiliki anak yang akan lahir dari rahimku saat ini." Ucap Lady menggeram.
Keesokan harinya, Lady yang sedang berada di toko kuenya siang itu merasa tidak sabar menanti Arkana datang menjemputnya untuk memeriksakan kandungannya ke dokter kandungan.
Di saat Arkana sudah datang menjemputnya, Lady pun langsung saja bergelayut manja di lengan suaminya itu tanpa memperdulikan jika Dandy melihat kedekatan di antara mereka.
"Kita langsung ke rumah sakit sekarang?" Tanya Arkana.
Lady mengiyakannya.
Tidak sesuai harapannya jika Arkana akan berubah sikap setelah memeriksakan kandungannya, Arkana justru bersikap sebaliknya. Pria itu menunjukkan wajah biasa saja bahkan senyuman pria itu terkesan dipaksakan.
__ADS_1
"Sayang, ada apa denganmu? Kenapa kau terlihat tidak senang setelah memeriksakan kandunganku?" Tanya Lady setelah mereka selesai mengambil obat dan vitamin dari bagian farmasi.
"Siapa bilang aku tidak senang? Tentu saja aku senang, Sayang." Jawab Arkana.
Lady menghela nafas. "Tapi ekspresi wajahmu tidak demikian. Kau terlihat biasa saja dan tidak memperlihatkan ekspresi senang sama sekali." Ketusnya.
"Sudahlah, jangan berpikir yang tidak-tidak." Jawab Arkana tak ingin berdebat karena perdebatan panjang mereka akan dimulai nanti malam.
"Sayang..." Lady hendak kembali bersuara namun tatapan datar Arkana mengurungkan niatnya.
"Nanti malam aku ingin berkunjung ke rumah orang tuamu. Rasanya sudah cukup lama aku tidak datang ke sana." Ucap Arkana setelah mereka berada di dalam mobil.
__ADS_1
"Apa? Untuk apa kau datang ke rumah orang tuaku?" Tanya Lady merasa awas.
***