Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Perhatian Tersembunyi


__ADS_3

Lara dibuat tidak bisa berkutik dari keputusan yang Edgar berikan. Walau dirinya sangat takut akan apa yang terjadi ke depannya saat kuliah nanti, namun Lara tetap memilih untuk melanjutkan pendidikannya.


Dan akhirnya hari yang ditunggu pun tiba. Pagi itu di apartemen milik Edgar, Lara nampak sudah bersiap untuk pergi ke kampus di hari pertamanya kuliah.


"Kenapa penampilannya seperti gadis remaja saja." Ucap Edgar dalam hati menatap penampilan Lara dari atas sampai bawa.


"Saya sudah siap, Tuan." Ucap Lara.


Edgar berdecak pelan. "Berapa kali sudah aku katakan jangan memanggilku Tuan lagi?" Ketus Edgar.


Lara melipat bibir. Sulit sekali ia mengganti panggilannya pada Edgar jika tidak ada Mama Leni di antara mereka.


"Maafkan saya, Tu— eh, Kak Edgar."


"Saya, saya. Panggil aku saja ke dirimu sendiri!" Kembali berucap ketus. Entah mengapa Edgar selalu sewot jika berbicara dengan Lara.


"Baik." Jawab Lara tak ingin membantah.


Edgar tak lagi menanggapi Lara. Kaki jenjangnya melangkah meninggalkan apartemen diikuti Lara di belakangnya.

__ADS_1


Setelah berada di dalam mobil, Edgar langsung saja memberikan pesan pada Lara. "Ingat, jangan pulang sebelum aku datang menjemput. Dan jangan pernah takut para kakak tirimu itu!"


"Baik." Lara mengangguk tanda menurut.


Edgar menghela napas lalu melajukan mobilnya meninggalkan area apartemen.


Tiga puluh menit berlalu, akhirnya mobil milik Edgar telah sampai di kampus.


"Ini," Edgar menyerahkan beberapa lembar uang bewarna merah pada Lara.


"Untuk apa ini, Tuan?" Tanya Lara.


Lara mengangguk saja mengiyakan perkataan Edgar. "Terima kasih, Tuan." Ucapnya kemudian.


Edgar ikut mengangguk lalu mempersilahkan Lara untuk keluar dari dalam mobilnya. Edgar tak langsung melajukan mobilnya meninggalkan area kampus. Ia memilih memastikan jika Lara sudah masuk ke area kampus lebih dulu.


Setelah yakin, Edgar langsung saja menghubungi salah satu teman baiknya yang bekerja di kampus tempat Lara kuliah. "Tolong pastikan istriku baik-baik saja selama kuliah di sini." Pesan Edgar pada seorang pria di seberang sana.


Terdengar sahutan dari seberang telefon yang mengiyakan perkataan Edgar. Setelah cukup berbicara, Edgar lantas saja mematikan sambungan telefon dan melajukan mobil menuju rumah sakit tempat ia bekerja.

__ADS_1


*


Lara yang kini sudah berada di dalam area kampus terus berjalan menuju ruangan kelas untuk ia belajar pagi ini. Walau statusnya sebagai mahasiswa baru, namun Lara tidak merasakan yang namanya masa pengenalan kegiatan akademik di kampus dan yang lainnya karena waktu kegiatannya sudah berakhir beberapa minggu lalu. Dan kini Lara hanya bisa merasakan belajar di dalam kelas saja. Walau pun begitu, Lara tidak mempermasalahkannya. Menurutnya, bisa merasakan kuliah saja sudah cukup.


Seorang pria muda yang Lara perkirakan seusia dengan Edgar nampak datang menghampiri Lara sebelum masuk ke dalam kelas.


"Lara bukan?" Tanya pria itu ramah pada Lara.


Lara sedikit terkejut mendengar pria itu mengetahui namanya. "Iya, Pak. Kenapa Bapak bisa tahu nama saya?" Tanya Lara.


Pria itu tak menjawab. Ia hanya menyematkan senyum di wajah tampannya.


"Apa Bapak Dosen di kampus ini?" Tanya Lara kemudian.


"Ya, sekarang ayo masuk. Pagi ini kau akan belajar dengan saya." Ajak pria itu.


Lara si penurut mengangguk. Keduanya pun masuk ke dalam kelas tanpa menyadari jika sejak tadi ada seseorang yang memperhatikan gerak-gerik mereka dari jauh.


"Kenapa anak sialan itu bisa berada di kampus ini?" Ucap seseorang tersebut yang tak lain adalah Celine.

__ADS_1


***


__ADS_2