
"Mama, Emila?" Ucap Lady sambil melangkah mendekati Emila dan Bu Selvy.
"Nona Lady." Emila bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangan pada Lady.
Lady menerima uluran tangan tersebut. Namun tiba-tiba saja pandangannya tertuju pada perut Emila yang nampak membesar. "Kau hamil?" Tanyanya.
Emila mengangguk mengiyakannya. Wajahnya nampak tak tersenyum saat menjawab pertanyaan Lady.
Lady cukup terkejut mendengarnya. Bagaimana tidak, yang ia tahu selama ini Emila belum menikah dan tiba-tiba saja sudah hamil besar seperti saat ini.
Terlalu larut dalam keterkejutannya membuat Lady sampai lupa mengucapkan selamat pada Emila.
"Lady..." Bu Selvy yang sejak tadi diam pun akhirnya bersuara hingga membuyarkan lamunan Lady.
"Mama." Lady segera mencium tangan mertuanya lalu meminta Emila dan Bu Selvy untuk duduk.
Kini suasana di ruang tamu terasa tegang saat Arkana hendak menyampaikan sesuatu pada Lady.
__ADS_1
"Jadi apa yang ingin kau sampaikan Sayang?" Tanya Lady.
Arkana mengambil nafas panjang sebelum menjawab. "Lady, ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepadamu dan hal ini mungkin akan membuatmu terluka setelah mendengarnya. Namun sebelum itu aku ingin meminta maaf atas segala kesalahanku yang sudah gagal menjadi suami yang baik untukmu." Ucap Arkana.
Perasaan Lady mulai tidak enak saat mendengarkan perkataan Arkana. "Ayo katakan saja. Jangan membuatku penasaran." Jawab Lady.
"Emila saat ini sedang hamil dan anak yang ada di dalam kandungannya adalah anakku." Ucap Arkana.
Deg
Arkana mengiyakannya. "Maafkan aku, Lady. Semuanya terjadi di luar kesadaranku." Arkana berniat menjelaskan apa yang terjadi.
Lady menggelengkan kepalanya. "Kau jangan bercanda Sayang! Emila tidak mungkin hamil anakmu!" Ucap Lady keras.
"Tapi ini semua memang benar adanya. Sekali lagi maafkan aku." Ucap Arkana sambil memegang tangan istrinya.
Air mata tanpa terasa jatuh membasahi pipi Lady. Lady menatap suaminya itu dengan tatapan tak percaya. "Kalian berselingkuh di belakangku?" Tanya Lady keras. Ia menatap nyalang Arkana dan Emila secara bergantian.
__ADS_1
"Tidak. Aku tidak pernah berniat menduakanmu." Arkana kembali hendak menjelaskan apa yang terjadi sambil memegang tangan Lady tapi Lady dengan cepat menghempaskan tangannya.
"Lady, Mama tahu saat ini kau terkejut dan hancur mendengar suamimu sudah meniduri wanita lain. Mama juga sama sepertimu, Lady. Mama juga terluka dan sakit hati dengan perbuatan Arkana. Tapi izinkan Arkana untuk menjelaskan apa yang terjadi kepadanya hingga membuat Emila hamil saat ini." Tutur Bu Selvy lembut.
Lady menatap suaminya itu. Walau saat ini ia merasa ingin menampar wajah Emila karena sudah hamil anak suaminya namun Lady masih bisa mengontrol emosinya untuk mendengarkan penjelasan dari suaminya.
Arkana yang merasa mendapatkan kesempatan untuk berbicara pun akhirnya menjelaskan apa yang sudah terjadi dan menunjukkan bukti-bukti pada Lady. Lady yang mendengarkan dan melihat bukti-bukti tersebut dibuat terdiam tak dapat berkata-kata.
Jadi malam itu... ucap Lady dalam hati.
"Sekali lagi maafkan aku Sayang. Maaf karena aku sudah sangat mengecewakanmu." Ucap Arkana sambil bersimpuh di kaki istrinya.
Lady membiarkan Arkana bersimpuh di depannya. Tatapannya kini beralih pada Emila yang nampak sedang menatap ke arahnya.
"Jadi saat ini kau dan suamiku sudah menikah?" Tanya Lady dengan datar dan mata berkaca-kaca.
***
__ADS_1