
Lara baru saja memejamkan kedua kelopak matanya berniat untuk tidur sambil menunggu Edgar selesai melakukan pekerjaannya. Mendengar suara pintu ruangan yang dibuka dari luar membuat kedua kelopak mata Lara yang baru saja terpejam terbuka kembali.
"Kak Ghina." Gumam Lara menatap sosok wanita yang tadi sempat dilihatnya sebelum masuk ke dalam ruangan kerja Edgar. Sosok wanita yang ia nilai menaruh rasa pada Edgar.
"Maaf karena saya sudah lancang masuk ke dalam ruangan ini," ucap Ghina sambil melangkah mendekati Lara yang tengah berbaring di atas ranjang.
Melihat langkah Ghina semakin dekat dengannya membuat Lara sontak bangkit dari posisi berbaring. "Ada apa ya Dokter Ghina masuk ke sini?" Tanyanya heran.
"Saya hanya ingin memastikan sesuatu saja." Jawabnya seadanya.
Kedua kelopak mata Lara memicing menatap Ghina. "Memastikan apa?" Tanyanya cepat tak ingin basa-basi.
"Tentang hubunganmu dan Edgar. Apa benar Edgar dan kau adalah sepasang suami istri?" Tanyanya dengan wajah nampak sangat penasaran.
Kerutan halus nampak tercetak di dahi Lara. Ia menatap Ghina dengan bingung. "Kenapa bertanya lagi. Bukannya tadi Dokter sudah mendengar dengan jelas jika saya benar adalah istri Kak Edgar?"
__ADS_1
"Saya tidak bisa percaya begitu saja. Terlebih kalau dilihat-lihat umurmu dan Edgar sangat terpaut jauh.
Lara mengangguk-anggukkan kepalanya. "Memang benar. Umur Lara dan Kak Edgar memang terpaut cukup jauh. Lara dua puluh tahun, Kak Edgar tiga lima." Beri tahunya.
"Apa?" Ghina terkesiap mendengar umur Lara saat ini. "Bagaimana bisa Edgar menikahi wanita yang umurnya sangat berada jauh di bawahnya?" Ghina terkejut tak percaya.
"Karena kami berjodoh." Jawab Lara seadanya.
Ghina menggelengkan kepala. Sungguh fakta yang didengarnya saat ini benar-benar membuatnya tak habis pikir.
Lara menganggukkan kepala. "Istri dan calon ibu dari anak Kak Edgar." Ia mengusap perut seakan menunjukkan pada Ghina jika dirinya sedang hamil saat ini.
"Apa..." Ghina berucap lirih. Sungguh kenyataan ini menyakitkan hatinya.
Melihat keterkejutan Ghina membuat Lara segera mengeluarkan ponsel dari saku tas selempangnya.
__ADS_1
"Kalau Dokter gak percaya jika saya adalah istri Kak Edgar maka lihat saja foto pernikahan kami ini." Lara menunjukkan foto yang ia maksud. Sebuah foto pernikahan dirinya dan Edgar beberapa bulan yang lalu.
Tidak ada alasan bagi Ghina tidak percaya dengan perkataan Lara. Terlebih ia sudah melihat bukti foto pernikahan Lara dan Edgar.
"Ini benar-benar tak masuk akal." Ghina menggelengkan kepalanya. Tanpa membuang waktu lebih lama berada di dalam ruangan tersebut, Ghina memilih keluar tanpa permisi lebih dulu pada Lara.
"Sopan sekali Dokter Ghina ini. Sudah masuk tanpa izin, sekarang keluar tanpa permisi." Lara menggelengkan kepalanya.
Di depan pintu yang baru saja dibuka oleh Ghina, wanita itu terkesiap menatap sosok Edgar yang sudah berdiri di hadapannya.
"Untuk apa kau masuk ke dalam ruangan ini." Tanya Edgar dengan tatapan mengintimidasi. Beberapa menit yang lalu ia mendapatkan informasi dari asistennya jika Ghina masuk ke dalam ruangan yang berisi Lara. Dan tanpa membuang waktu lama, Edgar segera keluar dari dalam ruangan kerjanya untuk melihat ruangan dimana istrinya berada.
"Aku tidak melakukan apa-apa." Suara Ghina sedikit terbata. Dan mendengar suaranya yang terbata itu lantas saja membuat Edgar yang mendengarnya jadi tak percaya.
***
__ADS_1