Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Merinding


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul empat pagi saat Edgar baru bisa memejamkan kedua kelopak matanya. Semalaman ia merasa sulit untuk tidur karena Lara tak sedikit pun melepaskan pelukan di tubuhnya. Bahkan saat wanita itu terbangun dari tidurnya, Lara tak melepaskan pelukannya justru memeluknya semakin erat.


"Ternyata Kak Edgar terbangun juga. Ayo lanjutkan tidurnya, Kak." Ajak Lara saat ia terbangun dari tidurnya pada pukul satu dini hari.


Edgar rasanya sangat ingin berteriak mengatakan pada Lara jika ia tak bisa tidur. Jangankan untuk tidur, untuk bernapas saja ia sudah merasa sulit!


Lara kembali memejamkan kedua kelopak matanya setelah mengajak Edgar kembali tidur. Sementara Edgar, semakin sulit memejamkan mata. Hingga akhirnya ia baru bisa memejamkan mata saat waktu sudah beranjak pagi.


"Kak Edgar belum bangun?" Lara menggeliat setelah melepaskan pelukannya di tubuh Edgar. Semalaman memeluk tubuh Edgar sambil tertidur ternyata membuat tidurnya nyenyak dan nyaman.


Pandangan Lara kembali beralih pada Edgar. Suaminya itu masih nampak damai dalam tidurnya seakan tak berniat untuk bangun.


"Tumben sekali Kak Edgar belum bangun jam segini?" Lara melirik jam yang menggantung di dinding kamar. Walau terlihat samar-samar, namun Lara dapat memastikan jika waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi.

__ADS_1


Lara memilih beranjak dari atas ranjang. Melangkah ke arah saklar dan menghidupkannya. Ia kembali menatap ke arah jam dinding. Dan benar saja, waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi.


Lara menatap pada Edgar. Suasana kamar yang sudah terang dan suara kicauan burung yang entah dari mana asalnya nampak tak membuat Edgar terganggu dari tidurnya.


"Kak Edgar terlihat aneh sekali. Biasanya jika lampu sudah hidup dia akan bangun." Gumam Lara.


Tak ingin mengganggu tidur suaminya, Lara memilih beranjak ke kamar mandi. Membasuh muka dan menggosok gigi kemudian keluar menuju dapur berniat membuatkan sarapan pagi untuk Edgar.


**


Pandangan Lara beralih pada gorden jendela. "Nah, sepertinya jika gordennya sudah terbuka, Kak Edgar akan bangun!" Lara segera melangkah ke arah gorden dan membuka.


Huft...

__ADS_1


Lara menghembuskan napas kasar melihat Edgar yang masih nampak tak terganggu dari tidurnya. Tak ingin menyerah, Lara segera mendekati ranjang. Menepuk pelan pipi Edgar berharap dapat membangunkannya.


Di saat Edgar belum juga memberikan pergerakan, Lara tiba-tiba saja teringat akan sesuatu. Materi yang diajarkan Flower tentang trik membangunkan suami.


Lara segera memulai aksinya. Mengusap pelan pipi Edgar kemudian berbisik dengan nada lembut di telinga Edgar.


"Suami Lara sayang, ayo bangun. Hari sudah pagi loh. Kak Edgar harus segera bersiap untuk bekerja." Bisik Lara.


Bisikan Lara tersebut ternyata langsung berhasil membuat Edgar terjaga dari tidurnya. Bulu kuduknya terasa langsung merinding mendengar Lara mengucapkan sayang kepadanya.


"Eh Kak Edgar sudah bangun." Lara mengusap rahang suaminya tanpa rasa ragu. Tak lupa ia menyematkan senyuman secerah mentari pagi pada suaminya itu. "Selamat pagi suami kesayangan Lara. Sekarang waktunya sudah pagi, loh. Kak Edgar harus segera bangun dan bersiap untuk bekerja." Ucap Lara lalu kembali mengusap rahang Edgar.


Pergerakan Lara kali ini bukan hanya membuat bulu kuduk Edgar yang merinding. Namun bulu yang lain juga. 

__ADS_1


***


__ADS_2