
Sebelum mobil melaju meninggalkan rumah mereka, Emila menatap lekat rumah yang sudah hampir dua tahun belakangan ini menjadi tempat tinggalnya dengan ibunya. Rumah yang sudah menjadi saksi bagaimana dirinya dan ibunya berjuang untuk hidup selama tinggal di kota Pekanbaru. Selamat tinggal. Ucap Emila dalam hati saat mobil sudah melaju meninggalkan rumahnya.
"Mila, apa kau yakin tidak ingin berpamitan dengan mertuamu lebih dulu sebelum pergi?" Tanya Flower memastikan jika Emila tidak akan menyesal karena ingin pergi tanpa pamit.
"Tidak. Rencanaku akan gagal jika aku berpamitan dengan Mama Selvy. Mama Selvy pasti tidak akan membiarkan aku pergi dari kota ini."
"Baiklah, semoga keputusanmu ini yang terbaik." Ucap Flower dan diangguki oleh Emila sebagai jawaban.
Malik yang duduk di depan bersebelahan dengan sopir hanya diam mendengarkan percakapan antara mantan kekasih dan istrinya itu. Di dalam hatinya Malik merasa bersyukur karena Emila kini sudah berubah dan kembali menjadi wanita baik seperti yang ia kenal dulu.
*
Di tempat yang berbeda, Arkana yang baru saja selesai melakukan pertemuan dengan relasi kerjanya merasa tidak tenang memikirkan istri keduanya. Entah mengapa Arkana merasa jika saat ini istri keduanya itu sedang tidak baik-baik saja di kota tempat tinggalnya.
__ADS_1
Arkana yang merasa sangat tidak tenang pun langsung saja melakukan panggilan telefon pada Emila untuk memastikan jika Emila baik-baik saja.
Mendapatkan panggilan telefon dari Arkana membuat Emila yang baru saja sampai di bandara berpamitan untuk pergi ke kamar mandi karena ia ingin mengangkat panggilan telefon Arkana di sana agar Arkana tidak mendengar jelas suara keributan di bandara.
"Halo Emila, apa kau sedang baik-baik saja!" Tanya Arkana langsung pada intinya saat panggilan sudah terhubung.
"Ya, aku baik-baik saja. Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Emila bingung.
"Tidak ada. Aku hanya merasa cemas kepadamu. Aku pikir kau dan anak-anak kita sedang tidak baik-baik saja saat ini. Oh ya, kau sedang berada dimana?"
"Di dalam kamar mandi? Apa kau membawa ponselmu ke dalam kamar mandi?" Tanya Arkana sambil menahan senyum.
"Seperti yang kau pikirkan. Aku sedang pup saat ini. Bisakah kita melakukan panggilan lagi besok pagi? Setelah ini rencananya aku ingin tidur karena mataku sudah sangat mengantuk." Emila mencari alasan agar Arkana tak lagi menghubunginya setelah ini.
__ADS_1
Arkana menghela nafas dan itu terdengar oleh telinga Emila. "Baiklah, aku akan menghubungimu kembali besok pagi." Jawab Arkana yang tidak ingin mengganggu istrinya yang ingin tidur. Lagi pula saat ini ia sudah memastikan jika Emila baik-baik saja dan sudah cukup membuat hatinya merasa tenang.
Panggilan telefon keduanya pun terputus. Emila yang tidak ingin membuang waktu lama di dalam kamar mandi segera mengeluarkan kartu simnya dari dalam ponselnya.
"Maafkan aku Arkana. Setelah ini kau tidak dapat lagi menghubungiku. Aku harap kebahagiaan akan datang kepadamu dan Nona Lady setelah kepergianku." Ucap Emila lalu mematahkan kartu sim yang sudah berada di tangannya.
Setelah keluar dari dalam kamar mandi, Emila sedikit terkejut melihat mamanya ternyata menunggunya di depan kamar mandi.
"Mamah, ayo kita pergi." Ajaknya dengan wajah tersenyum.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Emila dan Ar update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Mahasiswaku Suamiku, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗