
"Mama tidak mau menyalahkanmu tapi Mama rasa itu adalah salah satu alasannya kenapa Emila memilih pergi."
Wajah Arkana semakin gusar menyadari apa yang terjadi kepadanya saat ini adalah murni karena kesalahannya sendiri. Emila pergi karena jawaban darinya saat itu. Emila pasti berpikir jika keberadaannya di dekat dirinya bisa membuat hidupnya menjadi sulit.
"Apa Mama tahu sebelum Emila pindah ke kota ini dia tinggal dimana?" Tanya Arkana.
Kepala Bu Selvy menggeleng. Untuk yang satu itu Emila memang tidak pernah bercerita dimana ia tinggal sebelumnya. Emila hanya berkata jika ia pindah dari luar kota.
"Ar, kau harus cepat menemukan keberadaan Emila. Jangan biarkan dia melahirkan tanpa dirimu di sampingnya. Sudah begitu banyak ujian yang dia lewati selama ini. Jangan tambah lagi kesedihan di dalam hidupnya karena dia harus melahirkan tanpa kau di sisinya."
Arkana menganggukkan kepalanya. Setelah mengetahui penyebab terjadinya kesalahpahaman antara dirinya dan Emila, kini Arkana semakin menggebu-gebu untuk mencari keberadaan istrinya itu.
__ADS_1
Setelah cukup lama berbicara dengan Bu Selvy, akhirnya Arkana berpamitan kembali ke perusahaannya. Selama berada di dalam perjalanan menuju perusahaannya, Arkana terus berpikir bagaimana caranya ia bisa menemukan Emila dan kenapa keberadaan istrinya itu sulit terdeteksi oleh mereka.
Satu pertanyaan pun muncul di benak Arkana. Apa mungkin ada orang lain yang ikut andil dalam kepergian Emila sehingga ia sulit menemukan jejak Emila? Tapi apa itu mungkin mengingat selama ini Emila tidak dekat dengan orang berpengaruh di kotanya selain dirinya. Memikirkannya membuat Arkana menjadi bertanya-tanya.
*
Malam harinya, Arkana langsung menceritakan masalah yang ada pada Edgar yang kebetulan berkunjung ke rumahnya. Edgar yang mendengarkan cerita Arkana pun dibuat ikut berpikir siapakah orang yang terlibat dengan kepergian Emila.
Arkana mengangguk tanpa berniat memberikan pembelaan. "Aku akan menambah anggota untuk mencari keberadaan Emila. Semoga saja aku bisa menemukannya sebelum Emila melahirkan anak-anak kami." Harapnya.
"Semoga saja. Untuk beberapa waktu ke depan aku tidak bisa membantumu karena aku ada kunjungan ke rumah sakit milik Tuan Dika yang berada di ibu kota. Aku harap semua bisa berjalan sesuai keinginanmu."
__ADS_1
"Baiklah.Terima kasih karena kau sudah terlalu banyak membantuku selama ini. Jika kau bertemu dengan Tuan Rey dan Tuan Malik di sana, kirimkan salamku untuk mereka." Pesan Arkana.
Edgar mengangguk mengiyakannya. Jika prediksinya tidak salah, Emila mungkin akan melahirkan dalam waktu seminggu lagi. Edgar harap akan ada keajaiban yang datang agar Arkana bisa bertemu dengan istri keduanya itu dan menyelesaikan segala permasalahan yang ada.
"Ar, apa kau tidak mencoba mencari tahu asal-usul Emila dari akun media sosialnya. Aku rasa kau bisa mendapatkan petunjuk dari sana." Saran Edgar.
"Aku sudah berusaha mencarinya. Namun sampai saat ini tidak ada satu pun akun yang mencantumkan nama Emila. Apa mungkin di zaman modern seperti ini Emila tidak memiliki akun media sosial?" Tanya Arkana.
"Aku rasa tidak mungkin. Tapi sepertinya ada yang mungkin terjadi yaitu Emila menyamarkan nama akun media sosialnya."
***
__ADS_1