Penakluk Sang Casanova

Penakluk Sang Casanova
Gosip


__ADS_3

...Happy Reading ...


......................


Tanpa terasa mereka sudah sampai di restoran yang ditunjukkan oleh Diandra. Konsepnya mengusung tema pantai sama dengan kebanyakaj restoran di sana, dengan menu andalannya seafood.


Begitu mereka menginjakkan kakinya di restoran, keduanya langsung dibawa ke tempat memilih berbagai seafood yang masih fresh, bahkan ada yang masih hidup. Semuanya baru akan dimasak setelah pelanggan memesan.


Diandra dan Gio melihat-lihat berbagai macam seafood yang berada di dalam tempatnya masing-masing.


"Mau makan apa?" tanya Gio, kali ini mereka sedang berdiri di dekat box berisi lobster.


"Kamu mau apa?" Diandra malah bertanya balik.


"Gimana kalau kita pesan seafood asam manis aja? Kayaknya itu cukup untuk makan siang kita," ujar Gio, memberi saran.


"Asam pedas gimana?" tawar Diandra. Sejak dia sakit Diandra belum pernah lagi makan pedas, rasanya rindu dengan cita rasa satu itu.


"Kamu 'kan ada asam lambung, sayang," tolak Gio langsung.


"Tapi, aku mau asam pedas," debat Diandra.


"Gak ada, mulai sekarang kamu gak boleh makan makanan pedas. Aku gak suka liat kamu sakit kayak kemarin," tegas Gio, walau intonasi suaranya masih terdengar lembut.


"Ck." Diandra berdecak, walau dia tidak lagi membantah.


"Aku sedih kalau lihat kamu sakit, sayang. Kamu harus tetap sehat dan hidup denganku, jadi jangan coba-coba untuk membuat tubuh kamu sakit lagi. Oke?" sambung Gio lagi, sambil mengusap kepala Diandra penuh kasih sayang.


Diandra terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Gio. Matanya bahkan sudah berkaca-kaca. Akan tetapi, dia berusaha menutupinya dengan cara merajuk.


"Ck, gak usah sok melow deh siang-siang begini, gak pantes tau," ujar Diandra mengedarkan pandangannya sambil mengibaskan tangannya di depan wajah.


Gio tersenyum melihat raut wajah Diandra yang kesal. Walaupun Diandra terlihat marah. Akan tetapi, dia tahu kalau ada semburat merah di pipi istrinya.


"Jangan kayak gitu di depan umum, aku gak suka," ujar Gio, melihat pipi Diandra yang menggembung, dengan mulut sedikit maju.


Akh, itu terlalu mengemaskan, dia tidak mau kalau ada laki-laki lain yang melihat istrinya seperti itu. Apalagi kalau ada yang berani mendekati istrinya.


"Apa?" tanya Diandra tidak mengerti.

__ADS_1


Kini mereka sedang berjalan menuju kursi, setelah memesan.


"Nanti aku gak tahan buat nyium kamu," jawab Gio dengan seringai menggodanya.


Diandra langsung menjauhkan tubuhnya dari Gio, kakinya melangkah menjauh, seakan tidak mau disentuh oleh Gio. matanya tampak melebar, menatap Gio protes.


"Dih, apaan sih, gak jelas!" decak Diandra sambil duduk di bangku yang masih kosong. Jantungnya selalu saja dibuat tak menentu oleh sikap Gio.


Kenapa ancamannya selalu ke sana sih? Nyebelin! decak Diandra dalam hati.


Tanpa mereka sadari kedatangan Diandra bersama Gio membuat banyak orang di restoran itu berbisik membicarakan mereka.


Ya, nama Diandra yang sudah terkenal dengan gosip miring yang beredar, kini makin santer terdengar, setelah Diandra terlihat beberapa kali berjalan dengan Gio di tempat umum.


Pernikahan mereka yang belum diumumkan, membuat para netizen yang maha benar membuat kesimpulan sendiri, tentang hubungan mereka berdua.


Diandra yang dikabarkan murahan karena suka melayani para tamu hotel, ditambah Gio yang seorang casanova. Bukankah itu bisa dimanfaatkan oleh penyebar berita amatir, seperti kumpulan orang-orang rumpi.


Tuh lihat kan, ternyata benar apa yang aku dengar, ternyata mereka berdua memang mempunyai hubungan?


Terdengar suara dari meja yang tidak jauh dari tempat duduk Gio dan Diandra. Diandra melirik ke sebelah kanannya di mana ada beberapa orang dengan pakaian pegawai salah satu hotel.


Pasti Diandra cuman jadi salah satu wanitanya Pak Gio, secara Pak Gio kan orang kaya dan sudah biasa bergonta-ganti perempuan.


Laki-laki kemayu dengan rambut berwarna merah itu terdengar menimpali perkataan temannya.


Diandra tampak tidak tertarik dengan obrolan mereka, dia lebih memilih mengalihkan pandangannya dan bersikap acuh dengan pembicaraan para mulut lemas, calon penghuni neraka itu.


Iya, pasti Diandra cuman dipake buat menemani Pak Gio selama di sini. Ish, dasar perempuan murahan, mau-mau aja digilir begitu.


Perempuan yang memakai blazer berwarna putih tampak menghardik Diandra, sambil melirik ke arah meja Diandra dan Gio.


Yaiyalah, secara bayarannya kan pasti banyak banget. Makanya dia mau-mau aja jadi wanitanya Pak Gio.


Omongan yang sudah tidak lagi berbisik itu, terus berlanjut. Mereka membicarakan Diandra dan Gio secara terang-tegangan, tanpa malu ataupun merasa risih sama sekali.


Diandra menghembuskan napas kasar, rasanya napsu makannya sudah tidak ada lagi. Perut yang sejak tadi keroncongan kini sudah terasa penuh, memakan berbagai omongan orang.


Gio yang juga mendengar obrolan biang gosip di dekatnya mengepalkan tangan, berusaha menahan kemarahan.

__ADS_1


Sialan ini orang, berani-beraninya mereka bikin berita gak jelas tentang aku dan Diandra! batin Gio.


Pelacur sama casanova, ya memang pasangannya, sama-sama kotor dan hina!


Gio hendak beranjak berdiri untuk menegur mereka, dia sangat tidak tahan mendengar celotehan tidak berdasar makhluk di belakangnya.


Kalau hanya dirinya yang dihina, mungkin Gio masih bisa menahannya. Akan tetapi, ini berbeda, mereka juga menghina Diandra, bahkan lebih parah.


Namun, Diandra langsung menahan Gio agar terus duduk dan mengabaikan mereka.


"Biarkan saja," ujarnya sambil menggeleng pelan.


"Tapi, mereka harus diberi pelajaran, sayang," bantah Gio ingin kembali berdiri.


"Kalau kamu ke sana, itu akan membuktikan kalau omongan mereka benar, dan berita yang mereka sebarkan akan lebih besar lagi," jawab Diandra.


Keduanya berbicara dengan nada pelan, hingga tidak ada yang mendengar apa yang mereka bicarakan.


"Aku bisa menghancurkan mereka, kalau mereka berani macam-macam." Gia mengeratkan giginya melihat geram pada para penggosip itu.


"Gak usah diladenin. Nanti juga omongan orang akan hilang sendiri, kalau mulut mereka udah panas ngomongin aib orang?" lerai Diandra.


"Ya udah kita pulang aja, kupingku panas denger ocehan mereka yang kayak suara alien." Gio masih berusaha sabar, dia menatap Diandra dengan rasa bersalahnya.


Walau Gio juga merasa kesal, saat Diandra terus menahannya untuk memberikan pelajaran untuk para biang gosip itu.


Padahal bila Diandra mau, sekarang juga dia bisa mengumumkan pernikahan mereka, agar gosip itu tidak menyebar dan Diandra bisa hidup dengan nyaman.


Namun, sepertinya perempuan itu belum mau mengungkapkan itu semua.


Gio yang tidak pernah mendengar hinaan secara langsung cukup terpenting emosi. Akan tetapi, Diandra yang sudah terbiasa malah bersikap santai.


Padahal di belakang Gio juga sering menerima hinaan orang-orang, mengingat dia adalah seorang pemain wanita yang sangat ulung.


Namun karena kekuasaannya, tidak ada orang yang berani mengatakannya langsung kepadanya. Semuanya hanya bisa berbicara di belakang, sebagaimana sikap seorang pecundang.


......................


Gimana nih sikap Gio sama orang-orang itu?

__ADS_1


__ADS_2