Penakluk Sang Casanova

Penakluk Sang Casanova
Bos tidak punya perasaan


__ADS_3

...Happy Reading...


......................


Randi menatap kesal layar ponsel di tanganya, di sana terlihat pesan dari bosnya yang ternyata sudah pergi kembali, meninggalkannya untuk menyelesaikan urusan di sini.


"Astaga, dia benar-benar!" umpatnya, sambil mengusap wajahnya kasar.


Bukan masalah pekerjaan kantor yang dia takutkan, semua itu bisa dia selesaikan dengan mudah, mengingat itu memang sudah bidangnya.


Namun, dia sama sekali tidak bisa membayangkan kemarahan wanita paruh baya itu, jika tau anaknya bahkan tidak menemuinya.


Baru saja dipikirkan, dering ponsel di tangannya dengan id nama ibu dari bosnya, membuat Randi kalang kabut sendiri.


"Astaga, baru saja aku pikirkan, dia sudah menelepon saja!" ujarnya dengan wajah tertekan.


Randi yang baru saja bangun tidur, kini harus berpikir cepat demi mencari alasan agar wanita paruh baya itu tidak menjadikannya pelampiasan kemaran.


Menarik napas dalam lalu mengembuskannya perlahan, sambil menggeser ikon telepon berwarna hijau di layar ponselnya.


"Pagi, Tante," apanya dengan suara lirih.


"Randi, di mana Gio? Kenapa dia gak pulang ke rumah?" tanya Nawang.


Randi meringis mendengar pertanyaan wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"Euh ... begini, Tan, Gio sebenarnya ingin sekali pulang ke rumah, Tapi–"


"Tapi, apa? Ke mana dia? Cepat berikan ponsel kamu sama dia, aku mau ngomong." Hana memotong ucapan yang belum sempat Randi selesaikan.


"Itu, Tante ... Gio sudah kembali ke hotel, tadi malam," jawab Randi, dengan mata yang terpejam erat.


"Hotel? Ngapain dia nginep di hotel? Kayak gak punya rumah aja."


Randi semakin bingung untuk menjelaskan kepergian Gio.


Dasar bos tidak punya perasaan! Dia yang bucin, kenapa aku yang harus kena akibatnya kayak gini? batin Randi, mengumpat Gio.


"Bukan seperti itu, Tante. Gio tidak menginap di hotel, dia sudah kembali ke daerah P, tadi malam," jelas Randi.


"Apa?! Apa, katamu, Ran? Anak itu bahkan gak nemuain aku dulu, padahal dia udah uda hari ada di sini! Dasar anak nakal itu! Awas aja kalau nanti dia pulang, aku kan berikan hukuman yang sangat berat untuknya," cerocos Hana, mengungkapkan rasa kecewanya pada Gio.


Dia baru bisa menghembuskan napas lega, saat sambungan telepon itu sudah terputus.


"Ya ampun, kenapa aku bisa terjebak dengan bos tidak punya perasaan dan ibu yang baperan seperti mereka?" ujar miris Randi.


.


.


Diandra ke luar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan jubah mandi, dia melihat Gio yang sudah rapi dengan pakaian kantornya, duduk bersidekap dada di sisi ranjang.

__ADS_1


"Ngapain kamu di sini?" tanya Diandra, sambil berjalan menuju lemari, untuk membawa baju ganti miliknya.


"Nunguin kamu," jawab Gio, dengan pandangan yang terus mengikuti ke mana Diandra berjalan.


"Aku sudah terbiasa sendiri," ujar Diandra, sambil hendak kembali ke kamar mandi.


Namun, tangan Gio lebih dulu mencekalnya dan menariknya hingga kini Diandra jatuh terduduk, tepat di pangkuan suaminya.


Diandra tersentak kaget, dia refleks memegang pundak Gio, hingga baju yang dia pegang jatuh berserakan di atas lantai.


Mata keduanya bertaut dalam, menyelami setiap rasa yang tersimpan di sana. Hingga beberapa saat kemudian Diandramenyadari semuanya, dan beranjak berdiri.


"Brengsek!" umpatnya, sambil mengambil baju dengan terburu-buru, lalu melangkah cepat menuju kamar mandi kembali.


Wajahnya yang kembali menampakkan semburat merah, dengan detak jantung bertalu, membuat perasaan perempuan itu tidak menentu.


Gio tersenyum senang, saat berhasil membuat istrinya itu salah tingkah.


"Tunggu, ada yang kamu lupakan!" seru Gio, ketika Diandra hampir saja membuka pintu.


Gio mengangkat tangannya yang sedang memegang salah satu dari bagian pakaian di tangan istrinya.


Diandra menoleh cepat dengan wajah kesalnya. Akan tetapi, matanya melebar saat melihat benda ap yang ada di tangan Gio saat ini.


Itu adalah pakaian dalam miliknya, yang tidak seharusnya dipegang ataupun di lihat oleh orang lain, apa lagi seorang laki-laki.

__ADS_1


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


...Bersambung...


__ADS_2