Penakluk Sang Casanova

Penakluk Sang Casanova
Selamat Gio


__ADS_3

...Happy Reading...


...................


Diandra menepuk punggung Gio saat napasnya sudah terasa sesak. Jantungnya terasa bertalu dengan perasaan yang bercampur aduk.


Ada rasa yang tidak bisa dia ungkapkan saat Gio melakukan semua itu, entah apa dan bagaimana, Diandra juga tidak tahu.


Dia ingin Gio melepaskannya dan menghentikan aktivitas ini, akal sehatnya selalu berkata kalau drinya belum siap.


Namun, hatinya seolah menginginkan yang berbeda. Ada rasa yang hilang saat Gio melepaskannya, dia ingin lagi dan meanjutkannya.


Gio terdiam masih dalam posisi di atas Diaandra, dapat dia lihat istrinya itu tampak terengah, napasnya memburu, menandakan kala dia memang belum terbiasa dengan suasana aktivitas intim seperti ini.


Apa dia benar-benar baru pertama kali melakukannya? batin Gio.


Dada Diandra yang naik turun, berusaha meraih oksigen sebanyak-banyaaknya, membuat pikirannya melayang, dan otomatis memancing hasrat dirinya.


Apa ini saatnya? Jika memang benar, aku mohon jangan tolak aku lagi, batin Gio penuh harap.


Mata keduanya tampak bertaut, Gio menelan salivanya, melihat bibir yang tampak lebih merah dengan garis yang melebar, akibat perbuatannya beberapa saat lalu.


Ah, itu terlihat sangat seksi dan menggairahkan, Gio tidak melihat tanda-tanda Diandra akan menolak lagi, hingga dia mulai kembali menurunkan tubuhnya.


Gio mengarahkan bibirnya ke telinga Diandra, lalu berbisik ringan dengan hembusan napas panas, menyebarkan godaan sen sual.


"Manis, aku suka," bisiknya, diakhiri dengan gigitan kecil di cuping telinga istrinya.


Diandra menegang, merasakan sensasi aroma panas yang disertai dengan suara serak penuh godaan, membuat dirinya merasakan dua rasa yang berbeda di seluruh tubuhnya.


Rasa dingin dan panas yng bersatu, seakan bertarung untuk meraih sensasi aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


Gio kembali menyatukan bibir mereka dengan gerakan yang lebih intens dan memuja. Terasa lembut seolahmenuntun Diandra untuk belajar darinya.


Gio menggigit sedikit bibir Diandra agar mulutnya bisa terbuka, dia menerobos masuk lebih dalam, menggoda istrinya dengan gerakan yang lebih panas.


Diandra menggeram dengan genggaman yang semakin erat, saat Gio mengigit sedikit bibir bagian bawahnya. Ada rasa yang luar biasa kini menguasai seluruh tubuhnya.


Suara erangan dari Diandra semakin membuat hasrat libido seorang Gio yang selaama ini tertidur, semakin memberontak ingin tersalurkan.


Gio adalah mantan seorang casanova, dia tidak kesulitan dalam merayu tubuh istrinya dan membangkitkan hasrat bagi seorang wanita, saat kesempatan itu sudah di depan mata.

__ADS_1


Itu juga yang sedang dia lakukan pada Diandra saat ini, membuat istrinya itu tidak bisa lagi berpikir, selain menyalurkan hasrat yang sudah menguasai jiwa dan raganya.


Sebagai seorang perempuan dewasa, tubuh Diandra pasti bisa menerima sinyal dan godaan dari Gio.


Diandra yang mulai merasakan dorongan di dalam dirinya, kini mulai mencoba membalas Gio, walau gerakannya masih terasa kaku.


Gio tersenyum, dia seakan mendapatkan sinyal untuk melakukan hal yang lebih jauh lagi.


Gio melepaskan sebentar pangutan bibir keduanya, dia tersenyum sambil berucap pelan.


"Bernapas, sayang," ujarnya memberikan instruksi.


Tanpa menunggu jawaban dari Diandra, Gio langsung kembali menyambar bibir itu lagi. Ksempatan emas yang dia tunggu-tunggu selama ini, tentu saja tidak boleh terbuang sia-sia.


Dia harus tetap membuat Diandra dalam pengaruh hasrat, sebelum akal sehatnya kembali, dan memimpin tindakan yang akan dilakukan oleh istrinya.


Gerakan keduanya semakin panas, Diandra mencoba membuka diri dan menerima semua rasa di dalam hatinya, dia hanya bisa mengikuti naluri alami yang dimiliki.


Merasakan Diandra yang sudah mau membalasnya, kini perlahan tangan Gio mulai mencari area sensitif yang bisa membuat istrinya semakin melayang.


Mendarat di dua gunung kembar yang masih tertutup sempurna, tangan itu mulai meraba dan memberikan tekanan lembut nan membuai.


Diandra kembali menggeram, saat hasrat itu semakin naik, dia mulai mulai menikmati semua sensasi asing di dalam diri.


Gio mulai menurunkan bibirnya, menyusuri leher jenjang nan mulus sang istri yang selalu membuatnya menelan saliva, ingin mencicipinya.


Wangi tubuh yang selama ini membuatnya selalu tenang, kini malah membuat jika kelelakiannya semakin menjadi, memberontak hingga membangunkan sesuatu di bawah sana.


Gio mulai meninggalkan jejak, di tulang selangka, dia tidak bisa lagi bertahan dalam suasana yang semakin memanas. Setiap lekuk tubuh istrinya, membuatnya semakin mendamba, ingin segera memilikinya.


Suasana dinginnya pagi, dengan kicau burung yang seakan menjadi melodi pengiring, bagi kedua insan yang baru saja ingin merenggut kebahagian, memadu kasih.


Sinar matahari yang memberikan kehangatan seolah menjadi cahaya yang semakin menambah suasana romantis penuh cinta.


"Apa aku boleh meneruskannya?" tanya Gio, menghentikan sejenak aktivitasnya.


Sesuai janjinya, dia tidak akan mau melakukannya tanpa persetujuan dari Diandra, di tidak ingin menjadi laki-laki dan suami yang hanya diperbudak oleh napsu.


Dia mencintai Diandra dengan tulus, tanpa paksaan atau tujuan tertentu, kebahagiaan Diandra adalah tujuan hidupnya dan segalanya untuk Gio.


Diandra membuka matanya, napasnya terengah menahan rasa yang terus membuatnya tak bisa berpikir jernih. Ada kata di dalam pikiran yang terus menolak dan menyuruhnya untuk menyudahi semuanya.

__ADS_1


Namun, tubuh dan hatinya seolah menuntunnya untuk menganggukkan kepala, mengizinkan suaminya untuk memiliki seluruh tubuhnya.


Gio tersenyum cerah, seolah mendapatkan sebuah hadiah yang selama ini dia impikan.


"Terima kasih, sayang. Aku janji akan melakukannya dengan sangat hati-hati," ujar Gio sebelum kembali menyambar bibir istrinya.


Kini Gio tidak akan segan lagi untuk memberikan kenikmatan yang tidak akan Diandra sesali seumur hidupnya. Dalam hati Gio berjanji, setelah hari ini dirinya akan terus berusaha membuat Diandra bahagia.


Aktivitas panas itu terus berlanjut, hingga tiba saatnya Gio akan melakukan penyatuan. Akan tetapi, semuanya terhenti saat Diandra menahan tubuhnya.


Gio menatap istrinya penuh permohonan, dia tidak mungkin bisa berhenti di saat seperti ini.


"Kenapa, sayang?" tanya Gio, dengan mata yang sudah dipenuhi kabut gairah.


"A–aku takut," lirih Diandra dengan suara gemetar.


"Kita coba dulu, aku akan berusaha untuk melakukannya selembut mungkin." Gio memberikan janji.


Diandra perlahan melepaskan tubuh Gio, walau di dalam hati tetap saja merasa takut.


Melihat ketegangan di wajah istrinya, Gio mulai kembali menyatukan bibir mereka. "Jangan tegang, kamu harus bisa santai agar aku lebih mudah," bisiknya sebelum melakukan penyatuan.


Diandra memekik saat rasa sakit di bawah sana tidak bisa dia tahan, cengkraman di punggung Gio pun semakin kencang.


Gio terdiam, di dalam keterkejutan. Perempuan berumur dua puluh tujuh tahun ini, masih gadis. Padahal sebelumnya dia sudah hampir menikah.


Itu adalah sesuatu anugrah yang bahkan membuatnya tidak bisa berkataa-kata. Di saat di luar sana sudah banyak remaja yang berani melakukannya, hanya dengan rayuan dan janji palsu seorang laki-laki.


Namun, tidak untuk Diandra, dia bahkan masih bisa menjaga kesucinnya, di saat pernikahan sudah di depan mata.


Ah, pantas saja dia ditinggalkan berselingkuh, mungkin karena laki-laki itu memang terlalu brengsek, hingga dia tidak tahu bagaimana menghargai mutiara seperti Diandra, dan lebih memilih sekumpulan batu karang yang bebas disentuh orang.


"Terima kasih, sayang. Aku sangat mencintaimu," ujar Gio, saat aktivitas mereka selesai.


Penanaman benih sudah terjadi, kini keduanya tampak kelelahan setelah bekerja keras membuka lahan, hingga membajak sawah yang hanya sepetak.


Gio memeluk Diandra, mereka kembali menutup mata, mengatur napas yang memburu, dan mengisirahatkan tubuh.


Gimana sodara-sodara, apa kalian puas hah? Panas dingin gak tuh😂🙈 Jangan lupa komen, awas aja kalau enggak, aku ngambek nanti😠


................

__ADS_1


Dah lah, waktunya promosi, yuk yang mau cerita bagus, mampir di sini👇😊



__ADS_2