Penakluk Sang Casanova

Penakluk Sang Casanova
Menyumbangkan lagu


__ADS_3

...Happy Reading...


.................


Kepada seluruh undangan dipersiapkan untuk menempati kursi yang sudah disediakan .... Selamat menikmati acara yang sedang berlangsung. Jangan lupa amplopnya ya🤣🤣


...****...


"Malam ini, kamu cantik banget, sayang," ujar Lisna sambil mengurai pelukannya.


"Terima kasih, Bunda. Bunda dan Ayah kapan datang?" tanya Diandra yang sama sekali tidak mengetahui tentang kedatangan keluarganya.


"Pagi tadi, sayang," jawab Lisna dengan senyum lembutnya.


"Hari ini adalah, hari bahagia kamu, Nak. Jadi jangan berani meneteskan air mata," peringat Eros sambil menghapus air mata Diandra yang sudah terlanjur menetes.


"Lihatlah, kamu begitu beruntung, telah mendapatkan seorang laki-laki yang sangat mencintai kamu. Dan keluarga baru yang menyayangi kamu. Ayah ikut bahagia saat kamu bahagia," ujar Eros panjang lebar.


Diandra langsung menghambur memeluk tubuh tegap Eros, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Diandra kembali merasakan hangatnya pelukan sang Ayah.


"Terima kasih, Ayah. Aku sayang, Ayah," ujarnya di dalam pelukan Eros.


"Ayah juga sangat menyayangi kamu, Nak," balas Eros sambil mengusap lembut punggung sang anak sulung.


"Ya ampun, mantu Mama cantik banget sih," ujar Hana begitu dia mendapatkan giliran untuk memeluk Diandra.


"Terima kasih, Mah. Ini juga berkat, Mama," ujar Diandra.


"Gio, awas ya, kalau mantu Mama sampai lecet, kamu akan dapat hukuman berat dari Mama," ancam Hana pada anaknya.


"Ya ampun, Mah!" Gio bergaya seolah terkejut, dia melebarkan mata sambil memegang dadanya.


"Anak, Mama kan aku," sambungnya lagi memelas.


"Sayang, bilang sama Mama, kau sampai anak nakal ini bikin ulah. Biar Mama yang akan menghukumnya." Hana seolah tidak mau mendengarkan perkataan dari anaknya, dia malah beralih pada sang menantu.


Diandra terkekeh melihat wajah Gio yang tidak terima, melihat Mama Hana lebih memperhatikannya.


"Semua ini anak nakal ini yang memepersiapkannya dari jauh-jauh hari, untuk memberi kejutan pada kamu, sayang," bisik Mama Hana di depan telinga Diandra. Membuat Diandra langsung menolehkan wajahnya dengan raut terkejut.


"Akhirnya hari ini semua usaha kamu terlaksana juga, anak naka!" sambung Mama Hana beralih pada anak laki-lakinya.


"Mama ikut senang dengan kebahagiaan kalian bedua. Semoga rumah tangga kalian berdua langgeng dan bisa bertahan hingga kalian sama-sama sudah tua dan berakhir karena ajal yang memisahkan," ujar Mama Hana dengan penuh harap.


"Amiin ... terima kasih, Mah," ujar Diandra dan Gio bersamaan.


Setelah para tetua memberikan ucapannya, kini para kakak dan adik pun mengantre giliran untuk mengucapkan selamat kepada sepasang pengantin lawas itu.


Ya, sebutan sebagai pengantin baru sudah terlalu kadaluarsa untuk pasangan suami istri yang sudah menikah lebih dari dua bulan yang lalu.

__ADS_1


Acara terus berlanjut dengan meriah, ada beberapa artis papan atas yang hadir hingga menyumbangkan sebuah lagu untuk Diandra dan Gio.


Kini giliran Gita dan Erika yang maju ke depan, mereka berdua menyanyikan lagu, Love Me Like You Do, versi akustik.


"Lagu ini kami persembahan untuk pasangan yang berbahagia pada malam hari ini," ujar Erika sambil melirik ke arah pelaminan, sebelum mulai membuka suara.


Gio dam Diandra melihat ke arah panggung di mana Erika dan Gita berada, mereka melambaikan tangan untuk menyemangati kedua perempuan itu.


Petikan gitar menjadi awal pembuka untuk lagu yang penuh makna indah itu.


...You're the light, you're the night....


...You're the color of my blood....


...You're the cure, you're the pain....


...You're the only thing I wanna touch....


...Never knew that it could mean so much, so much....


...You're the fear, I don't care...


...'Cause I've never been so high...


...Follow me through the dark...


...You can see the world you brought to life, to life....


Diandra dan Gio bertepuk tangan pelan, seiring dengan tempo lagu, untuk mengiringi alunan merdu suara kedua perempuan di atas panggung.


...So love me like you do, lo-lo-love me like you do....


...Love me like you do, lo-lo-love me like you do....


...Touch me like you do, to-to-touch me like you do....


...What are you waiting for?...


Diandra otomatis ikut bersenandung bersama, terhanyut dalam indahnya alunan lagu yang dibawakan oleh Erika dan Gita malam itu.


...Fading in, fading out....


...On the edge of paradise....


...Every inch of your skin is a holy grail I've got to find....


...Only you can set my heart on fire, on fire....


...Yeah, I'll let you set the pace....

__ADS_1


...'Cause I'm not thinking straight....


...My head's spinning around I can't see clear no more....


...What are you waiting for?...


"Ayo nyanyi bareng semuanya!" Erika mengajak semua orang bernyanyi, yang langsung disambut oleh semua tamu yang hadir.


...Love me like you do, lo-lo-love me like you do (like you do)...


...Love me like you do, lo-lo-love me like you do....


...Touch me like you do, to-to-touch me like you do....


...What are you waiting for?...


...Love me like you do, lo-lo-love me like you do (like you do)...


...Love me like you do, lo-lo-love me like you do (yeah)...


...Touch me like you do, to-to-touch me like you do....


...What are you waiting for?...


Suara tepuk tangan terdengar begitu ramai saat Erika dan Gita menyelesaikan lagu yang mereka nyanyikan.


Suasana pesta pengumuman pernikahan Gio dan Diandra dengan konsep internasional dan sanai itu, membuat para tamu seolah sedang menikmati konser dari berbagai penyanyi dan para pengusaha yang dengan suka rela menyanyikan lagu, untuk Gio dan Diandra.


"Setelah kita mendengarkan para teman dan sanak saudara mempelai menyumbangkan lagu. Sekarang, bagaimana kalau kita panggil kedua pengantin untuk naik ke atas panggung, dan menyumbangkan lagu untuk kita semua?!"


Pembawa acara yang mengambil alih, mulai memberikan ide yang langsung membuat Diandra melebarkan mata.


"Aku gak bisa nyanyi, Gio," panik Diandra.


Bagaimana dia tidak panik, jika sejak tadi tidak ada satu orang pun yang menyanyi dengan nada buruk, semuanya tampil seolah mereka adalah penyanyi profesional.


"Iyaa!" Dengan serempak para tamu menjawab.


"Ayo kedua mempelai, naik ke atas panggung atau mau nyanyi dari sana saja? Para tamu sudah menantikan suara kalian berdua," ujar pembawa acara semakin menyudutkan Gio dan Diandra.


"Gio ...." Diandra menatap Gio putus asa. Dia sangat malu jika harus menyanyi di hadapan begitu banyak orang.


"Nyanyi ... nyanyi ... nyanyi!" Suara para tamu, menyemangati Diandra dan Gio untuk menyumbangkan suara mereka.


"Ah, sepertinya aku harus ke sana!" ujar pembawa acara yang langsung turun dari panggung dan menghampiri pengantin ke pelaminan.


...................


Ada saran lagu kan untuk Gio dan Diandra🤔

__ADS_1


__ADS_2