
...Happy Reading...
......................
"Ana," lirih Diandra, dengan air mata yang lolos begitu saja, membasahi pipinya.
Diandra melihat jam di pergelangan tangannya, dia menghembuskan napas, saat ternyata dia sudah hampir satu jam tertidur di sana.
Meregangkan otot leher, yang terasa pegal, lalu membuka sepatu yang masih dia pakai. Lalu, beranjak menuju dapur, dengan langkah tidak bersemangat.
Mengambil air di dalam kulkas lalu menenggukknya. Dia duduk di atas kursi makan, botol air mineral di tangannya pun dia taruh di atas meja.
Diandra meluruskan tangan kanannya di atas meja lalu merebahkan kepalanya di sana, sedangkan satu tangan lagi dia lipat di depannya.
"Dian, lihat aku belikan baju ini buat kamu, suka gak?" Ana remaja, yang baru saja pulang berbelanja bersama ibunya, memperlihatkan dua buah kaos berwarna putih.
"Nanti kita pakai barengan ya, di acara perpisahan sekolah," imbuhnya lagi dengan gayanya yang ceria.
Diandra mengangguk dengan senyum bahagianya, dia mengambil baju yang diberikan oleh Ana, dan menempelkannya di depan tubuhnya.
"Bagiaman, bagus gak?" tanya Diandra.
__ADS_1
Ana pun mengikuti apa yang dilakukan oleh Diandra, mereka berdua berdiri bersisian di depan cermin.
"Bagus dong. Pilihan siapa dulu?" ujar Ana, sambil memiringkan tubuhnya.
"Diana dong!" ujar keduanya bersamaan, diakhiri dengan tawanya yang pecah begitu saja.
Saudara kembar itu pun menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang secara bersamaan, dengan tawa yang masih bertahan.
Diandra menghembuskan napas kasar sambil kembali mengangkat kepalanya, duduk bersandar pada kursi.
Kilasan bayangan kebersamaannya dengan Ana, sebelum ada kisah cinta yang telah menghancurkan ikatan persaudaraannya, membuat rasa bersalahnya kembali mencuat.
Diandra pun memilih untuk berjalan menuju ke kamarnya, tangannya menyambar botol air mineral di atas meja. Dia terlebih dulu menuju ke ruang tamu, untuk mengambil tas yang tertinggal di sana.
.
.
Akhinya dia memilih duduk kembali degan wajah yang kesal. Sudah sering dia menguap, matanya pun terasa sudah perih menahan kantuk.
Namun, setiap kali Diandra memejamkan mata, dia tidak juga bisa terlelap. Ada rasa gelisah dan tidak nyaman yang terus saja mengganggu.
__ADS_1
Akhirnya, dia memilih untuk beranjak menuju meja kerjanya, membuka kembali laptop dan beberapa berkas yang belum sempat dia kerjakan di kantor.
Hingga menjelang pagi, tanpa sadar Diandra terlelap di atas meja kerjanya, dengan laptop yang masih menyala.
.
.
Seorang lelaki tampak membuka pintu depan rumah Diandra, dia masuk ke dalam dengan begitu santai. Langkahnya terus terayun semakin dalam, hingga kini dia berdiri di depan pintu kamar Diandra.
Perlahan dia membuka pintu kamar, dan masuk ke dalam, pandangannya langsung tertuju pada perempuan yang sedang tertidur dengan posisi duduk.
"Dasar ceroboh!" gumamnya, dengan kepala menggeleng samar.
Dengan gerakan pelan, dia mengangkat tubuh Diandra dan membaringkannya di atas tempat tidur.
Diandra yang baru saja terlelap, sama sekali tidak terganggu dengan gerakan laki-laki itu, dia hanya membuka mata sekilas lalu kembali terlelap dengan senyum di bibirnya.
Laki-laki itu tampak membelai halus wajah Diandra, sebelum memberikan ciuman di keningnya. Dia kembali menenggakkan tubuhnya, dan berjalan menenuju meja kerja.
Dia duduk di sana, dan mengerjakan sesuatu di laptop milik Diandra, hingga beberapa saat kemudian kembali berdiri dan merebahkan diri di atas ranjang dengan posisi memeluk Diandra.
__ADS_1
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
...Bersambung...