Penakluk Sang Casanova

Penakluk Sang Casanova
Sekelumit kisah


__ADS_3

...Happy Reading...


.....................


Diandra dan Gio kembali berjalan memasuki perkampungan warga, mulai saat itu, tampak mulai ada warga yang berpapasan dengan mereka.


"Sore, Pak Gio," sapa laki-laki paruh baya yang sepertinya baru pulang dari ladang.


"Sore, Pak," jawab Gio.


Banyak dari para warga yang menyapa mereka, di sepanjang jalan.


"Tenyata kamu cukup terkenal disini, ya," ujar Diandra, menoleh kilas melihat wajah Gio.


"Enggak juga, biasanya kalau aku ke sini, aku gak pernahjalan-jalan seperti ini. Mungkin mereka hanya orang-orang yang keluarganya bekerja denganku," jawab Gio.


"Ini pertama kalinya," sambung Gio lagi, sedikit membungkuk dan berbisik di depan telinga Diandra.


"Ish, apaan sih? Malu tau." Diandra sedikit menjauhkan dirinya dari Gio sambil mengernyit kesal.


"Gak apa, mereka juga tau kalau kita sudah menikah," jawab Gio santai.


"Tapi, aku yang gak enak diliatin sama orang begini," debat Diandra.


"Biarin aja, mereka hanya penasaran saja, karena ada orang baru masuk kampung." Gio malah menarik tubuh Diandra agar lebih dekat.


"Ck!" Diandra hanya berdecak kesal, walau tubuhnya tidak menolak sama sekali dengan perlakuan Gio padanya.


Mereka sampai di sebuah lapangan yang cukup besar, di sana terlihat anak laki-laki sedang bermain bola, sedangkan yang perempuan ada yang bermain tali di pinggir lapangan, dan ada juga yang menonton.


Para pedagang jajanan juga tampak berbaris rapih, di pinggir lapangan. Juga para ibu-ibu yang mengasuh anak-anak balita.


Terlihat sangat ramai, hingga cukup menarik perhatian Gio dan Diandra.

__ADS_1


"Kita ke sana yuk," ajak Gio, dia cukup senang saat melihat anak kecil bermain seperti itu.


Sesuatu yang tidak bisa dia lakukan saat kecil, mengingat dia terlahir sebagai pewaris, hingga dirinya sudah diikat dengan berbagai peraturan yang sangat menyiksa.


Belajar di sekolah dari pagi sampai sore, lalu beralih dari les satu dan les lainnya, sampai malam. Gio baru bisa beristirahat setelah jam sepuluh malam, dan harus terbangun di jam tujuh esok paginya.


Semua itu terus berulang sejak dirinya menginjak usia kelas satu sekolah dasar, hingga akhirnya setelah dirinya berada di bangku SMA, Gio mulai memberontak, dia tidak suka terus diatur oleh ayahnya dan mulai membenci kehidupannya.


Terjerumus dalam dunia hitam, hingga mengkonsumsi narkoba pernah dia alami, hingga akhirnya Gio bertemu dengan sosok wanita cantik yang akhirnya menjadi pacaranya, dan semakin mendorongnya untuk berada semakin jauh dari keluarganya sendiri.


Hidupnya semakin senang, walau sebenarnya semakin kacau, dia mulai kecanduan dan tidak bisa lagi lepas dengan pengaruh obat, nilai di sekolah pun turun drastis hingga akhirnya dikeluarkan karena banyak memuat ulah.


Ayahnya yang geram dengan semua kelakuan Gio menarik remaja itu dan memasukkannya ke pusat rehabilitasi, untuk menjalani pengobatan dan melepaskan diri dari pengaruh narkoba.


Dengan semua konseksi dan kekuatan yang dimiliki ayahnya, Gio akhirnya ditangkap dan berhasil dimasukkan ke pusat rehabilitasi, dia berhasil keluar setelah menjalani pengobatan selama dua tahun.


Hidupnya kembali bersih, dia ke luar dengan pemikiran yang sudah berbeda, dia terlihat lebih dewasa dan berjanji tidak akan kembali lagi mencicipi obat-obatan terlarang itu.


Merasakan betapa sakitnya saat dia sakau dan berjuang untuk bisa keluar dari pengaruh obat-obatan itu, membuatnya ingin bertaubat dan menjauhi barang haram tersebut.


Suatu hari, setelah dia keluar dari pusat rehabilitasi, dia mencari keberadaan kekasihnya, dan mendapati perempuan itu sedang bercumbu dengan salah satu bos pengedar narkoba yang dia kenal.


Ternyata selama ini perempuan itu adalah salah satu wanita sekaligus tangan kanan bos pengedar narkoba itu, dia ditargetkan untuk mendekati para laki-laki kaya untuk mencicipi barang haram tersebut, lalu membuatnya kecanduan, hingga menjadi pelanggan tetap mereka.


Gio baru sadar kalau dirinya telah terkena tipu daya dari perempuan murahan, dia marah dan kecewa, dia mengamuk membabi buta di kamar yang digunakan oleh dua manusia biadab itu, hingga akhirnya mengancam untuk melaporkan jaringan mereka pada polisi.


Bos narkoba yang tidak terima telah dipukuli dan diperlukan oleh Gio akhirnya membalas dendam, di saat Gio hendak masuk ke dalam mobil miliknya, dia menyuruh mantan kekasih Gio untuk menyusul dan membak laki-laki itu.


Namun, ternyata ayah Gio yang kebetulan sedang berada di tempat yang sama, melihat perempuan yang mengacungka senjata pada Gio dan menahan tembakan itu.


Dua peluru berhasil bersarang di perut dan dada ayahnya Gio, dia menghembuskan napas terakhirnya di pangkuan anak laki-lakinya, yang meninggalkan penyesalan besar bagi Gio.


Sedangkan mantan kekasih Gio langsung kabur hingga terlepas dari pengejaran polis, hingga beberapa bulan kemudian Gio mengetahui kalau mereka berada di salah satu negara.

__ADS_1


Gio yang bertekad untuk membalas dendam untuk kematian ayahnya, langsung pergi ke negara tersebut dengan alasan melanjutkan sekolahnya.


Hingga setelah beberapa tahun berlalu dia bisa pulang dengan gelar megister dan dendam yang terpenuhi. Dia juga berhasil membangun bisnis di negara tempatnya menuntut ilmu.


Kekayaan dan ketampanan yang dikarunianya, didukung dengan kehidupan di luar negri yang bebas, membuat Gio tidak bisa lepas dari alkohol dan wanita.


Ya, selama di luar negri dia menghabiskan waktu luangnya di tempat club berteman alkohol dan para perempuan penghibur.


Namun, semua itu masih bisa dia kendalikan, dia tidak mau lagi kembali terjerumus dalam satu kata yang sangat menyeramkan, yaitu 'kecanduan'. Hidupnya sudah cukup hancur dengan satu kata biadab itu.


Kini semua kenakalannya sudah bisa dia kendalikan, apalagi saat Randi terus berada di sampingnya, walau akhirnya dua tahun terakhir, Randi harus pulang lebih dulu, saat terjadi banyak kecurangan di perusahaan.


Gio sampai terkenal di dalam kalangan teman-temannya di sana, sebagian pemain wanita ulung yang tidak pernah biasa ada yang memnyaingi. Gelar casanova pun dia sandang, dari para teman-temannya.


Gio menarik napas dalam lalu membuangnya, mengingat semua kenangan itu, membuatnya sangat bersyukur telah dipertemukan dengan sosok Diandra, yang mampu membuatnya bertekuk lutut sejak saat pertama kali dia melihatnya.


Entah pesona apa yang dimiliki perempuan dingin itu, hingga hatinya langsung terhubung saat dia pertama kali menatap wajahnya.


Sorot mata putus asa yang terlihat jelas, membuatnya tidak bisa mengalihkan perasaannya dari perempuan yang kini telah menjadi istrinya.


Sikap angkuh dan sombong yang diperlihatkan Diandra padanya, malah semakin membuatnya jatuh pada pesona seorang Diandra labih dalam lagi.


Ah, kalau dipikir lagi, itu semua memang tidak masuk akal. Bagaimana mungkin dia malah tertarik dengan sosok perempuan yang sangat bertolak belakang dengan kebanyakan wanita yang dia temui di kesehariannya?


Namun, mungkin itulah yang dinamakan takdir, dia bahkan tidak membutuhkan waktu lama untukjatuh cinta dan memilih Diandra, bahkan sebelum dia tahu kalau tenyata Diandra lah gadis yang dijodohkan dengannya.


Semuanya berjalan lancar, seakan sudah ada yang merencanakannya, hingga akhirnya pernikahan terjadi tanpa halangan. Walaupun, hingga saat ini dia belum mendapatkan cinta dari Diandra.


Aku bahagia kamu ada di sisiku saat ini, sayang. Melihatmu tersenyum, adalah kebahagiaan yang selama ini aku inginkan.


Gio menatap wajah Diandra yang sedang tersenyum tipis begitu dalam. Bukan anak-anak yang sedang bermain yang menjadi tontonanya sekarang. Akan tetapi, wajah cantik istrinya terlihat lebih menyenangkan, untuk dipandang.


..................

__ADS_1


Ada karya bagus lagi nih, yuk cabs mampir😊



__ADS_2