Penakluk Sang Casanova

Penakluk Sang Casanova
All Off Me


__ADS_3

...Happy Reading...


................


"Biar aku yang menyanyi," jawab Gio kemudian.


Ah, dia memang terlalu banyak mempunyai teman, hingga ketika dia memiliki acara seperti ini, maka dia sendiri yang repot.


"Kedua pengantin kita mau menyanyikan lagu apa nih?" tanya pembawa acara begitu dia sampai di pelaminan.


Gio berdiri sambil membantu Diandra, dia mengambil microfon dari tangan pembawa acara.


"Terima kasih untuk semua teman-teman yang sudah hadir di acara pesta pernikahan kami." Gio mulai berbicara yang disambut tepukan tangan dari para tamu undangan yang tampak semakin emmenuhi ruangan acara.


"Untuk memeriahkan pesta kali ini, saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk istri saya." Gio mengalihkan pandangannya pada sang istri yang kini berdiri di sampingnya.


Gio kemudian berbisik pada pembawa acara, memberikan judul lagu yang akan dia nyanyikan untuk Diandra.


Sebuah lagu berjudul All Of Me milik Jhon Legend, menjadi pilihan Gio, untuk mengungkapkan perasaanya pada Diandra. Dia merasa kalau lagu ini adalah lagu yang bisa mewakili semua rasa cintanya untuk sang istri.


...What would I do without your smart mouth?...


Gio langsung mendapatkan tepuk tangan dan berbagai seruan dari para tamu yang hadir.


...Drawing me in and you kicking me out....


...You've got my head spinning, no kidding....


...I can't pin you down....


...What's going on in that beautiful mind....


...I'm on your magical mystery ride....


...And I'm so dizzy, don't know what hit me....


...But I'll be alright....


Diandra hanya bisa mengulum senyum, saat Gio menyanyikan lagu untuknya. Ternyata suara suaminya juga sangat merdu, hingga semua tamu ikut menikmatinya.


...My head's under water....


...But I'm breathing fine....


...You're crazy and I'm out of my mind....


Gio mengambil tangan Diandra, dia menciumnya di sela lagu, lalu memandang wajah cantik sang istri yang tampak tersenyum hangat padanya. Mata keduanya bertaut dengan lagu yang masih berlanjut.

__ADS_1


...'Cause all of me....


...Loves all of you....


...Love your curves and all your edges....


...All your perfect imperfections....


...Give your all to me....


...I'll give my all to you....


...You're my end and my beginning....


...Even when I lose I'm winning....


Diandra mulai berani ikut bernyanyi bersama dengan suaminya, juga diiringi dengan para tamu. Keduanya seolah sedang berada dalam dunia mereka, hingga tidak menghiraukan jeritan para tamu yang terpesona oleh keromantisan dua sejoli itu.


...'Cause I give you all of me....


...And you give me all of you, oh oh....


...How many times do I have to tell you?...


...Even when you're crying you're beautiful too....


...The world is beating you down, I'm around through every mood....


...My worst distraction, my rhythm and blues....


...I can't stop singing, it's ringing, in my head for you....


Satu putaran lagu lagi, hingga akhirnya berakhir dengan sebuah ciuman mesra di kening Diandra, hingga menarik teriakan para tamu undangan yang tampak terbakar rasa kagum bercampur iri, saat melihat Gio dan Diandra mengumbar keromantisan.


Diandra tampak menunduk, enggan untuk menatap para tamu, saat dia baru tersadar dari rayuan sang pujangga, eh salah deh, maksudnya sang suami.


"Lagi ... lagi ... lagi ....!" teriak para tamu meminta lebih.


Diandra merasa sangat malu melakukan semua itu di depan banyak orang, walau sepertinya Gio biasa saja. Laki-laki itu malah dengan sengaja mencari kesempatan di depan semua orang.


Gio menarik pinggang Diandra, hingga tubuh keduanya merapat. Tanpa canggung atau pun malu dia memeluk Diandra di depan para tamu undangan.


"Gio, malu, ih!" Diandra berusaha protes pada suaminya.


"Gak apa, kita kan udah sah. Buat apa malu?" ujar Gio dengan santainya.


Diandra hanya bisa menghembuskan napas kasar saat mendengar ucapan santai suaminya. Sepertinya mulai sekarang dia harus bisa beradaptasi dengan gaya hidup sang suami.

__ADS_1


Selesai dengan urusan menyanyi, kini Gio dan Diandra mulai disibukkan dengan menerima ucapan selamat dari para tamu yang mulai berpamitan untuk pulang, mengingat waktu sudah semakin malam.


Berbeda dengan Diandra dan Gio yang sedang terikat di pelaminan sebagai raja dan ratu semalam, Romi dan Randi malah sibuk menikmati hidangan yang pasti berbagai jenis dan sangat menggiurkan.


Mulai dari makanan tradisional Indonesia yang dihidangkan dengan penuh kemewahan, sampai makanan luar negeri yang jarang dijumpai di Indonesia.


Bagi Randi dan Romi yang termasuk pecinta makan, prasamanan adalah surga dunia, bagi para perut mereka.


Kedua laki-laki itu kini sedang duduk bersama dalam satu meja bersama dengan istri Romi dan Ana. Mereka tampak semangat menikmati hidangan. Tidak lupa para anak-anak yang juga sedang menikmati hidangan manis yang juga tersedia.


Mulai dari kue berselimut krim berbagai warna yang menggugah selera, sampai berbagai macam minuman manis, dan tentunya tidak ketinggalan es krim.


Menjelang tengah malam pesta baru saja berakhir, semua keluarga memilih menginap di hotel, dari pada harus pulang. Begitu juga dengan Gio, dia menghampiri istrinya yang sedang duduk bersandar di salah satu kursi.


"Capek, ya, sayang?" tanya Gio, sambil menyodorkan air putih pada istrinya.


Diandra langsung menerimanya lalu meminumnya, capek juga ternyata menjadi raja dan ratu, walau itu hanya setengah malam. Diandra tiba-tiba teringat pada orang yang bisa mengadakan acara pesta pernikahan hingga berhari-hari. Membayangkannya saja sudah membuat Diandra hampir pingsan, apa lagi jika harus melakukannya.


Untung saja Gio dan keluarganya lebih suka menggunakan tema internasional seperti ini, hingga pestanya hanya berlangsung sebentar saja.


Lagipula jika sebelumnya Diandra tahu Gio akan melakukan kejutan pesta pernikahan ini untuknya, pasti dirinya akan melarangnya. Sungguh dia tidak suka hingar-bingar kehidupan seperti ini.


Dirinya yang terbiasa tampil sederhana dengan kesendiriannya, membuat Diandra masih merasa risih jika harus berbicara dengan banyak orang. Hingga dari tadi doa hanya mau menjawab seadanya. Tetap saja Gio menjadi yang utama untuk menjalin komunikasi antara dirinya dan para tamu undangan.


Hampir semua pertanyaan, yang menjawab adalah Gio. Laki-laki itu ternyata begitu mudah bermain kata bersama setiap orang, hingga banyak dari mereka yang nyaman mengobrol dengan suaminya.


Namun, di balik rasa tidak suka Diandra. Dia juga merasa sangat bahagia dan begitu dicintai oleh sang suami. Walau ini semua memang ke luar dari perjanjian mereka. Akan tetapi, sepertinya memang Gio pandai menilai situasi, di saat dirinya sudah mulai menerima Gio sebagai suaminya, maka Gio juga tahu kalau Diandra sudah pasti akan menyetujui sebuah perayaan pernikahan mereka.


Walau mungkin ini juga bisa dibilang, memanfaatkan kesempatan. Gio yang memanfaatkan kesempatan ulang tahun Diandra untuk mengadakan pesta, sekaligus mengumumkan pernikahan mereka di depan umum.


Buktinya, setelah semuanya terjadi, Diandra tidak bisa lagi protes atau menolak, atas semua keinginan Gio. Dia hanya bisa pasrah dengan keadaan, tentunya karena dia juga bahagia.


"Heem, lumayan," jawab Diandra, kemudian meminum air yang diberikan oleh Gio.


"Mau melihat sesuatu yang berbeda?" tanya Gio.


Diandra langsung mengalihkan perhatiannya, pada wajah sumringah suaminya.


"Ke mana lagi? Aku udah capek," keluh Diandra.


"Pokoknya kalau lihat semua ini, aku yakin kamu akan senang dan kehilangan rasa capeknya." Gio berusaha meyakinkan, karena memang kejutan malam ini belum selesai.


"Apa itu?" Diandra mulai penasaran.


"Mau ikut denganku?" Gio malah kembali bangun sambil mengulurkan tangannya.


Diandra terdiam beberapa saat, tubuhnya sudah lelah, setelah sejak tadi siang diseret di mall oleh mertua dan para iparnya, dan di lanjutkan dengan acara malam yang lumayan membuat tubuhnya pegal. Walaupun begitu, dia kemudian memutuskan untuk menerima uluran tangan suaminya lalu mengikutinya.

__ADS_1


...................


Gio mau bawa Diandra ke mana lagi nih🤔


__ADS_2