
Abbey belum sama sekali memberikan keputusan sama sekalipun apakah ia akan menerima perjodohan itu atau tidak?
Tetapi mau bagaimana lagi berita tentang perjodohan nya sudah tersebar dimana - mana. Apalagi pagi ini pak Hamid datang, meminta untuk memberikan sebuah undangan dari tuan Zafano agar ia bisa menghadiri nya. Abbey yang berusaha kabur tidak bisa lagi, perjodohan nya benar - benar tersebar ke media internet.
Ia juga bingung kenapa tentang perjodohan nya bisa tersebar, Ya kali menikah dengan orang terkenal.
"loh, pak Hamid tumben pagi - pagi kesini?" tanya Abbey heran yang baru keluar dari kamarnya.
"oh, ini saya membawa surat dari tuan saya... sebagai surat undangan perjamuan makan malam nanti... sebagai tanda pertemuan keluarga," ucap pak Hamid.
Abbey tidak mengerti perkataan dari pak Hamid, "maksud pak Hamid apa? saya tidak mengerti," ucap Abe heran.
"kamu datang saja nanti malam jangan lupa kedua orang tua mu juga harus ikut," ucap pak Hamid memberikan amplop berisikan kertas didalamnya.
"baiklah kalau begitu saya permisi dulu," ucapnya berlalu pergi meninggalkan Abbey.
mama Ratna dan ayah Zeen yang baru bangun dan keluar dari kamarnya melihat Abe masih berdiri didepan pintu rumah nya.
"Abbey, kamu ngapain berdiri di sana?" tanya ayah Zeen heran.
"oh, ini yah... ada surat dari pak Hamid, yang aku tolong beberapa hari yang lalu itu...nih" ucapnya dengan memberikan surat itu kepada ayahnya.
Didalam perjalanan menuju sekolah Abbey menggunakan sepeda sambil mendengarkan musik dengan earphone ditelinganya. Ia mengoncang sepeda nya dengan cepat sampai - sampai ia tidak tahu mobil yang akan mengarah tempat yang sama dengan nya tiba - tiba tidak sengaja menabrak nya sampai ia terjatuh dan kakinya sedikit berdarah.
__ADS_1
brakk!!
"aduh, aw sakit banget..." ucap Abbey dengan memengang lututnya yang berdarah.
seorang pemuda dari dalam mobil merasa kesal dengan Abbey dan turun dari mobilnya.
"hei, bisa ngak naik sepeda nya yang benar! jangan ditengah jalan, untungnya aja mobil gue ngak lecet" ucap nya kesal sambil melihat mobilnya... karena itu mobil hadiah pemberian dari nenek tercinta nya.
"berisik!" teriaknya, berusaha bangun dan membangunkan sepedanya.
Abbey menoleh ke arah pria itu, ia membulatkan matanya "kamu lagi!" ucapnya.
Gibran memengang keningnya dan memijitnya, "dimana - mana harus ketemu Lo lagi, bisa ngak Lo jangan pernah menampakkan wajah Lo itu lagi didepan gue, sekali aja" ucap Gibran dengan kesal.
Gibran mendengarkan ucapan abe, membuat emosi nya semakin memuncak.
"apa Lo bilang? coba ngomong lagi sekali?" tanya gibran dengan menahan emosinya.
Tiba - tiba suara klakson mobil dari belakang mobil gibran membuat nya memekakan telinganya dan keluarlah beberapa wartawan keluar dari dalam mobil berjalan kearah nya dan gibran menoleh kearah mereka sama halnya.
"tuan gibran!"
Kedua sama - sama uring - uringan dengan cepat gibran menarik lengan Abbey berlari menjauh dari para reporter yang mengejar mereka.
__ADS_1
"tunggu sebentar kaki gue sakit nih," menahan tangannya untuk berhenti.
"gibran tunggu!" teriak salah satu wartawan berlari kearahnya semakin dekat.
"sini gue gendong cepat naik," ucap gibran berjongkok didepan Abbey dan dengan menunggu lama Abe segera mengikuti kata gibran naik keatas punggung nya.
kediaman keluarga tuan Zafano
Didalam rumah begitu banyak para pelayan - pelayan bekerja, karena hari ini mereka akan mengundang keluarga dari calon pengantin anaknya dan akan meresmikan pertunangan nya hari ini juga, jadi ia sudah membicarakan nya dengan gibran dan menyetujui nya. Pertunangan nya hanya diadakan oleh orang terdekat saja dan resepsi pernikahan nya akan dilaksanakan seminggu lagi, disanalah mereka akan merencanakan untuk mengundang seluruh pengusaha sukses di kotanya dan separuh nya diluar negeri seperti Amerika, Inggris, Jerman dan Korea Selatan.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak 🤍💜
__ADS_1