Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 230


__ADS_3

Maaf jika ceritanya sedikit hari ini,, atau kurang menarik maklum masih pemula. hehehe.


...............


"I...ni ngak... mu...ngkin kan...? aku sedang mimpi kan gib...? aku mimpi kan...?" tanya abbey memandang gibran bergantian dengan mama Adelia, kedua orang tua nya berada disana.


"Enggak sayang,, itu beneran ayah dan mama kamu..." Ucap mama Adelia, ia tersenyum sebetulnya itu adalah senyuman penuh dengan kesedihan.


Tubuh Abbey seketika bergetar,, ia sudah tidak kuat lagi membuat nya pingsan.


"Abbey!" Ucap gibran, mama adelia, dan kedua orang tua Abbey berlari kearah nya. Untung saja ayah Bima dapat menangkap tubuh putrinya.


Itu sudah jelas menjadi pusat perhatian semua orang disana.


sehingga tuan Zafano memilih berlari mendekati menantunya sembari mengendong gibey.


"Momy..." Lirih gibey, ia memilih ingin turun dari gendongan tuna Zafano sehingga ia diturunkan dan memeluk abbey dengan menangis.


"Mommy... mommy bangun! Grandpa, Dady momy kenapa bisa pingsan?" Tanya gibey penuh dengan tangisan.


Mereka hanya terdiam, tanpa menjawab malah Gibran mengendong putra nya itu.


"Lebih baik kita bawa dia kerumah sakit." Ucap ayah Bima mengendong putrinya dan diikuti mama Ratna.


"Aku juga ikut." Gibran ikut menyusul.

__ADS_1


"Pa, papa urus acara ini.. aku mau menyusul juga." Ucap mama Adelia.


"Ya, udah nanti kalau Abbey sadar kabari ya." Jawab tuan Zafano.


"Iya." Jawab mama adelia dengan cepat ia menyusul putranya dan kedua besannya.


••


Dirumah sakit.


Abbey sedang diperiksa oleh beberapa dokter dan perawat dirumah sakit beberapa menit yang lalu.. Sementara gibey sedari tadi menangis digendongan gibran selalu berkata takut kehilangan mamanya.


"Sudah jangan nangis lagi ya,, momy baik - baik saja.. d..ia kecapean." Gibran sedikit berbohong berusaha untuk menenangkan putra kecilnya.


"Hiksss,, hiksss..."


Beberapa detik kemudian.. dokter pun keluar dari dalam pemeriksaan.


"Bagaimana dok keadaan putri saya..?" ayah Bima yang tadinya hanya mondar - mandir gelisah akan putrinya.


Dokter itu pun tersenyum dan ya, ayah Bima tahu arti senyuman itu.


"Putri saya baik kan dok?" tanya ayah Bima sekali lagi.


"Anda tenang saja, selamat ya anda seperti nya akan memiliki tiga cucu sekaligus." Ucap dokter itu.

__ADS_1


dan itu membuat ayah Bima dan lainnya terkaget - kaget.


"Maksud nya,, putri kami sedang mengandung begitu?" tanya ayah Bima.


"Iya, tepatnya mengandung baby twis.."


"Apa? baby twins." Ucap mereka bersamaan.


"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu." Dokternya itu pun pergi membiarkan keluarga itu berbahagia.


"Ma, kita bakalan punya cucu lagi." Ucap ayah Bima memeluk istrinya dengan tangis haru.


"Iya pa."


"Gibey, kamu akan punya adik kecil lagi.." Ucap gibran menciumi wajah putranya dengan penuh kebahagiaan.


Mama adelia dan mama ratna saling berpelukan akan kebahagiaan yang akan lagi hadir dalam hidup nya.


"Oh ya,, papa harus tahu ini. tunggu sebentar rat." Mama Adelia cepat - cepat menghubungi suaminya tentang kabar ini, agar semua tahu tentang kabar ini juga.


••


Beberapa menit kemudian abbey telah siuman,, ia membuka kedua matanya perlahan lahan. Begitu banyak orang yang berada disekitar nya, membuat nya berusaha untuk mengembalikan kesadaran dari pingsan nya.


"Aku tidak mimpi lagi ini kan?" tanya Abbey lagi saat melihat mama dan ayah nya lagi ada disana sedang tersenyum akan kehadiran nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2