Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 227


__ADS_3

Salon Betty


Kini gibran dan Abbey telah sampai di sebuah salon kecantikan,, ia telah memberikan gibey pada mama Adelia dan tuan Zafano untuk menjaga gibey.


"Ayo kita turun,," Ucap Abbey lebih memilih turun dari mobil dan gibran masih diam ditempat.


"Loh kok ngak turun sih,, ayo turun.." Ucap Abbey lewat jendela kaca mobil yang terbuka, tidak melihat suaminya itu tidak kunjung juga.


"Kamu aja kedalam aku nunggu dimobil aja ya.." Ucap gibran,, ia mengambil kartu ATM debitnya dan menyodorkan nya ke abbey.


"aku ngak mau,, kamu harus ikut.." Abbey malah beralih membuka pintu mobil untuk gibran dan menarik lengan suaminya itu secara paksa.


"Ayo.." Ucap Abbey.


"Tapi,, aku ngak mau masuk.." Gibran menahan tubuhnya agar tidak masuk kedalam salon yang tertulis di depan nya itu,, salon betty. Melihat dan menyebut namanya saja sudah membuat nya mengidikkan bahunya.


"Kalau kamu ngak mau,, ya udah kita pulang aja.. ngak jadi ke ulang tahun perusahaan." Kesal Abbey,, ia berhenti menarik lengan gibran.


"Eh jangan,, nanti papa sama mama marah.." Ucap gibran.


"Makanya nurut,, ayo.." Menarik lengan gibran terpaksa memasuki salon kecantikan.

__ADS_1


Abbey dan gibran pun masuk kedalam salon itu dan disana sudah seseorang yang Gibran selama ini ia takuti.


"Eh ada tuan gibran tampan.." Ucap Betty si pemilik salon kecantikan.


"tuh,, kan ini yang aku takuti ketemu cewek jadi - jadian..ihh.." Gibran mengidik Geri.


"Eh kenapa diam,, oh ya tuan gibran boleh dikenalin dong siapa cewek disamping nya.. cantik banget." Betty menyenggol bahu gibran genit sembari memicingkan sebelah mata nya.


"Iihhh,," Gumam nya dalam hati.


"Dia istri ku emangnya kenapa?" seru gibran dengan ketus.


"Oh tuan gibran masih aja dingin.. tapi btw,, istri nya cantik sekali." Puji Betty,, ia menatap kearah Abbey yang hanya tersenyum malu - malu.


"Oh oke.. kali ini Betty akan membuat istri tuan terlihat begitu sangat cantik dan tuan tidak akan berpaling yang ke lain." puji Betty.


"Sudah - sudah jangan terlalu memuji tuan.." Jawab Abbey dengan tersenyum malu.


"Hey,, jangan panggil saya tuan.. lihatlah saya ini perempuan,, masa dipanggil tuan. panggil saja Betty nona.." Jelas Betty panjang lebar.


"Maksud nya Betty.." Jawab Abbey ulang.

__ADS_1


"Sudah - sudah cepet sana.. acaranya sebentar lagi..." Seru gibran,, ia begitu tidak terlalu suka jika Betty terlalu banyak bicara dengan istri nya.


"Baiklah ayo nona,, ikuti Betty.." Ia menarik lengan Abbey dengan lembut dan itu tidak lepas dengan pandangan gibran.


"Eh itu tangan,, dia itu istri saya.. jadi kau jangan sentuh istri saya sedikit pun." Tegur gibran yang kini mulai melepaskan tangan Betty dari Abbey.


"Sudah gib,,"


"Tuan yang posesif aku jadi suka.." Gumam Betty dalam hati.


••


Kini Abbey telah selesai,, berganti gaun dengan sandal senada dan makeup senatural mungkin tetapi terlihat begitu elegan. Sementara rambut digerai kesamping dan dengan hiasan bando mutiara yang memperlihatkan aura kecantikan nya siapapun yang melihatnya termasuk gibran yang sekarang melihat penampilan nya hanya terdiam mematung.





__ADS_1



Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2