
Mereka kini hanya sibuk dengan makanan nya tanpa ada suara diantara mereka bertiga. Hanya suara sendok dan garpu selain itu suara para pelayan yang sibuk beradu argument dengan pelangan - pelanggan nya.
Perasaan Abbey tiba - tiba saja menjadi kikuk, biasanya ia berbicara antara kedua pria dihadapannya biasa saja.
"Ekhem.. abbey apakah besok kamu kuantar kesekolah?" Alden mulai bersuara memecahkan keheningan diantara mereka bertiga dengan menatap ke arah gibran yang mulai mengepalkan tangannya.
"Tidak perlu, gue yang akan mengantarkan nya." Sahut Gibran beralih menatap kearah abbey dengan tatapan tajamnya penuh penekanan.
"Oh, baiklah padahal aku ingin sekali bercerita banyak kepada mu." Ucap Alden menatap kearah gibran dengan pikiran jahilnya membuat gibran cemburu.
"Kamu bisa kok datang ke sekolah temui aku, ngak ada yang ngelarang. atau ke rumahpun kamu ingin bercerita aku mau kok mendengar kan.." Sahut abbey yang kini mulai bersuara dengan ekspresi tenangnya.
"Aw.." pekik abbey yang tiba - tiba kakinya di injak oleh gibran.
"Kenapa?" tanya Alden dengan khawatir.
"Ah tidak. itu tadi entah kakiku digigit kecoa, tapi sepertinya kecoa nya sudah pergi.. entah kemana," Ucapnya dengan penekanan menatap kearah gibran membalasnya dengan menginjak kakinya secara bergantian membuat sang empu memekik kesakitan.
"Shitttt.." Pekik gibran kaki nya diinjak lebih keras.
"Kamu ada - ada saja mana ada kecoa mengigit.." Ucap gibran tertawa kecil dengan mengelengkan kepalanya.
__ADS_1
Drtt... drtt...
tiba - tiba ponsel gibran berbunyi dan menatap ponselnya entah siapa yang menelepon nya karena tidak ada namanya.
"tunggu sebentar aku mau mengangkat ponselnya." Ucap gibran dan dibalas anggukan kepala dari abbey.
"dan Lo jangan berani macam - macam dibelakang gue dengan istri gue" Ancam gibran dengan tatapan tajamnya berlalu pergi meninggalkan istri nya bersama teman istrinya itu.
Alden yang mendapatkan tatapan tajam dari suami temannya itu hanya datar tidak mengekspresikan apa - apa.
Tiba - tiba dari kejauhan seorang wanita menatap mereka dengan mengumpat kesal karena Al dengan abbey tertawa lepas entah mereka bercerita apa yang ia tidak tahu.
"Hai Al," Sapa Vita mendapati keberadaan Alden.
"Vita? kamu ngapain disini?" tanya Alden begitu kaget mendapati teman kerjanya berada disana.
"Eh disini ada Abbey juga cucu dari pak Tama. bagaimana kabar nya lama tak berjumpa?" tanya Vita yang mulai duduk disampingnya tanpa menjawab perkataan Alden.
"Baik. kamu bagaimana?" tanya Abbey balik tanpa menatap nya hanya sibuk matanya melihat kesekeliling tidak mendapati suaminya sudah beberapa menit ia hanya sibuk bercerita dengan Alden.
"baik kok. oh ya ngomong - ngomong kapan - kapan kita pergi jalan - jalan kalau kamu ada waktu luang. bolehkan?" tanya Vita dengan ekspresi wajah datar nya.
__ADS_1
"Iya boleh" jawab abbey.
Sementara gibran yang baru selesai berbicara dengan seseorang. Ia segera kembali menemui istrinya yang ia lihat ada seorang gadis berbicara dengan nya yang entah ia tidak tahu siapa.
"ayo kita pulang." Ucap gibran menarik lengan istri nya begitu saja.
"Tapi.." Ucapan nya terpotong karena alden menarik lengan Abbey sebelahnya membuat mereka tarik menarik.
Gibran yang melihat nya menjadi semakin emosi. "lepaskan tangan kotor lo dari istri gue" seru gibran. Vita yang menatap gibran begitu kaget, selama ini ia begitu fans dengan gibran dan lebih syoknya lagi ia memanggil abbey dengan sebutan istri.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️
__ADS_1