Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 30


__ADS_3

"Bagaimana nih Amira tidak ingin melepaskan tangan gue," batinnya.


Abe yang masih berada di UKS ia terlelap tidur di sana. Ia telah diberikan obat untuk mengurangi rasa pusing dan kini ia dijaga oleh ketiga sahabatnya. Selang beberapa menit, Abe memanggil nama orang tua nya terus - terusan dengan mata masih tertutup. Ketiga sahabatnya menghampiri nya.


"mama, ayah kalian dimana Abe kangen?" ucapnya.


Itu terus kata yang dilontarkan oleh Abe berulang - ulang kali. Alya memengang kening Abe begitu semakin panas. Ketiga temannya begitu semakin khawatir dengan keadaan nya.


"bagaimana ini?" tanya Alya.


"tunggu sebentar aku panggilkan mbak Dayu"


ucap citra berlari keluar.


Mbak Dayu itu yang sering merawat orang - orang yang ada disekolahan. Tetapi karena tadi ia dipanggil untuk mengambil beberapa obat di apotek khusus sekolah karena stok obat di UKS habis.


Beberapa pentas musik telah dimulai seseorang naik ke atas panggung, semua orang disana bertepuk tangan dan ada yang bersiul karena begitu ngefans nya mereka dengan idola mereka.


"Kenzo! Kenzo!" teriak mereka.


Kenzo itu seorang murid terpopuler disekolah nya karena ia memiliki suara yang indah saat menyanyi dan pintar bermain gitar.

__ADS_1


Tuan Zafano yang duduk paling depan tatapan matanya tiba - tiba tertuju pada gibran yang sedang berdiri dengan beberapa kerumunan orang - orang dan tiba - tiba begitu kagetnya ia melihat seseorang gadis lebih pendek dari Abe.


"apa - apaan Gibran?" ucap tuan Zafano tidak bisa menahan amarahnya.


Saat ia ingin berdiri tetapi tangannya ditarik oleh nyonya Adelia, "ada apa mas?" tanya nyonya Adelia yang tidak mengetahui apa yang membuat suaminya itu berdiri dari tempat duduknya.


"kamu lihat aja sendiri?" ucap tuan Zafano dengan wajah yang begitu dingin.


nyonya Adelia yang melihat mata suaminya tertuju terhadap seseorang membuat nya menoleh dan membulatkan matanya.


"gibran sama siapa dia?" ucapnya dengan memengang dadanya tiba - tiba saja ia ingin jantungan.


"saya tidak apa - apa,"


"mas lebih baik jangan sekarang, nanti saja dirumah" ucap nyonya Adelia.


Acara terakhir penutupan...


ini waktu nya pentas DJ saat itu semua murid - murid diarahkan untuk mendekat ke tengah lapangan untuk ikut berDJ tetapi gibran memilih untuk diam. Amira yang melihat gibran hanya terdiam dan tidak ingin ikut ia langsung saja menarik lengan nya dan mengajak nya berDJ.


"ayo kita kesana," menarik lengan gibran.

__ADS_1


"aku ngak mau," tolak gibran.


"Ndak kamu harus ikut, ayo..." menarik lengan gibran.


Tuan Zafano yang mengetahui itu langsung saja begitu emosinya dirinya dan mencoba untuk mengelus dadanya bersabar.


"aku tidak boleh membuat keributan terlebih dahulu disini," batinnya.


"sabar mas," ucap nyonya Adelia mengelus - elus bahu suaminya.


Mbak Dayu mencoba mengecek keadaan Abe, ia mencoba memengang denyut nadi Abe. Tetapi disaat lengannya dipengang ia begitu lemas, seperti tidak ada tenaganya sama sekali. Ia begitu tidak mengetahui gejala apa yang dialaminya.


"lebih baik kalian bawa dia ke rumah sakit, jika dibiarkan nanti nya itu akan memperparah keadaan nya sebelum terlambat" ucap mbak Dayu ikut khawatir.


"ya, mbak Dayu kami akan membawa nya kerumah sakit" ucap Indri.


"kalau begitu aku ambil tas Abe dikelas," ucap Indri berlari keluar.


Ditengah - tengah lapangan semua orang begitu asyik berDJ dengan disiramkan beberapa string spray semprotan yang berwarna warni.


jangan lupa like setelah membaca 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2