
Disana dalam acara Ulang tahun Ryan, begitu banyak para tamu undangan, tetapi Ryan hanya mengundang teman - teman sekolahnya dan teman - teman dari ibunya. Disaat itu Abe sedang bercanda dan tertawa bersama ketiga sahabatnya, mereka begitu senang bisa ketemu Abe lagi. Karena semenjak Abe menikah, mereka jarang sekali bertemu selain bertemu disekolah.
Disana begitu banyak makanan, Abe dengan kedua temannya berderet mengambil banyak makanan di meja mereka begitu senangnya melihat banyak makanan. Saat Abe dilihat terus oleh orang - orang ia begitu malu, saat akan mengambil banyak makanan jadi ia mengambil secukupnya saja.
"Abe," panggil ibu Merina.
"eh, Tante..." ucapnya dengan menghentikan dirinya mengambil makanan dimeja.
"bisa kita berbicara sebentar?" ucap ibu merina.
Akhirnya mereka memilih meja yang tidak ada dipenuhi orang-orang. Abe begitu canggung jika memulai pembicaraan jadi ia memilih untuk menundukkan kepalanya dan terdiam.
"ngomong - ngomong seperti nya kamu betah tinggal dirumah keluarga tuan Zafano" ucap ibu merina menghilangkan rasa canggung.
Abe mengangkat kepalanya, "iya, karena mereka semua begitu ramah - ramah" jawab Abe dengan malu.
"tapi kalau boleh tante tau? kamu dan gibran saling mencintai?" tanya ibu Merina dengan santai sambil menyeruput tehnya.
"kenapa Tante Merina nanya tentang itu?" batinnya.
__ADS_1
ibu Merina melihat ekspresi wajah Abe binggung, "apakah salah ya Tante berbicara, tapi Tante hanya ingin meyakinkan saja siapa tahu diantara kalian tidak saling mencintai, Tante bisa bantu kalian?" jelas ibu Merina.
"aku sama gibran saling mencintai kok Tante, malahan gibran sangat sayang padaku sampai - sampai saat waktu aku pingsan ia menjagaku dan merawat ku sampai sembuh," jawab Abe sambil tersenyum.
Ia begitu bahagia nya mengingat kejadian semalam begitu perhatian nya gibran kepada nya sampai ia tertidur disofa membuat nya kasihan.
ibu Merina mendengar jawaban dari Abe begitu kesal, "apakah gibran sudah mulai mencintai Abe? kalau begini bisa kacau rencana ku" batinnya.
"Tante kok begong?" tanya Abe.
"eh, iya kalau begitu bagus dong kalau gibran mulai perhatian padamu" ucap ibu merina dengan senyuman terpaksa.
Dalam beberapa detik Ryan tiba - tiba datang dan ikut berbincang - bincang dengan mereka.
Abe dan ibu Merina yang melihat ekspresi Ryan membuat mereka mengumpat tertawa.
"memangnya apa sih ibu dan Abe bicarakan serius banget Ryan lihat tadi dari sana?" tanya Ryan penasaran.
"KEPO" canda Abe.
__ADS_1
"bukan apa - apa hanya sekedar perbincangan ringan saja," jawab ibu Merina.
Gibran yang melihat dari kejauhan menghampiri mereka, "hai Tante, Ryan" sapa gibran dengan ramah.
Gibran menarik lengan Abe, "Abe kamu kemana aja sih aku cariin kemana - mana ternyata ada disini" omel gibran jutek.
"ayo ikut aku," ucap gibran menarik lengan Abe.
"gib, Lo ngak duduk dulu? kita ngobrol - ngobrol sebentar" ucap Ryan sambil menepuk - nepuk tempat duduk sebelah nya.
"aku lagi pengen cari udara segar diluar," jawab gibran berlalu pergi.
....
Akhirnya acara potong kue nya akan dimulai. Ryan sudah berdiri didepan meja dimana tempat kue besar berada tepat didepan nya dan semua nya yang berada disana beriringan melingkar mereka menyanyikan ucapan selamat ulang tahun kepada Ryan.
setelah selesai meniup lilin dan pemotongan kue, ibu Merina memberikan Ryan hadiah ulang tahun. Sebuah kalung yang telah diberikan pada mendiang ayahnya dulu saat ia masih hidup.
"ibu ingin kamu memakai kalung ini dan menjaganya dengan baik - baik jangan sampai kalung ini hilang," ucap ibu Merina dan mereka saling berpelukan.
__ADS_1
semua orang disana bertepuk tangan...
Jangan lupa like setelah membaca 🙏😘