Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 205 -


__ADS_3

Gibran mendekati wanita yang memanggil nya itu, "Kenapa lama sekali sampai nya?" tanya Vita.


Ya, dia Vita sekretaris gibran termasuk dibilang teman patnernya.


"Maaf dijalan tadi ada kemacetan." Ucap gibran sedikit berbohong. Sebetulnya ia merasa risih dan malas datang ke tempat seperti ini banyak sekali pelacur berkeliaran disana.


Apalagi disana banyak sekali pria dan wanita menggoda beberapa teman patnernya.


"Kita ke restoran saja yuk, seperti nya aku ngak terlalu suka di tempat seperti ini." Ucap gibran ingin beranjak dari tempat duduknya.


"Sudahlah gib, jika kita berada disini akan merasa nyaman nanti lama - lama kamu akan terbiasa." Ia menyentuh lengan gibran, sedangkan gibran yang disentuh berusaha melepaskan tangan Vita.


"Hmmm aku ketoilet sebentar, disini ada toilet kan?" ucap gibran.


"Iya,"


"Ya udah kalau begitu aku permisi ketoilet sebentar, aku tidak akan lama." ucap gibran berlalu pergi setelah Vita mengiyakan nya.


Vita tersenyum sinis menatap kepergian gibran dan kini pikiran nya berpikir yang licik.


"Tuan saya pesan minuman dua." Ucap Vita.


"Baik nona, akan saya siapkan." Ucap pelayan bar.


Setelah lama menunggu minumannya akhirnya pelayan kasir itu memberikan minuman itu pada Vita. "Terima kasih." Ucapnya ia segera membawa minuman itu menuju sofa ia mengambil sesuatu ditasnya setelah itu ia melihat pergerakan seseorang disekitar nya seperti nya ia merasa aman pikirnya.

__ADS_1


Dan setelah ia melakukan sesuatu ia tersenyum penuh arti. Ia tinggal menunggu gibran kembali.


••


Sementara Abbey baru sampai disuatu kafe yang telah dikirimkan tempat nya oleh Amira.


Perempuan yang Abbey cari - cari kini melambaikan tangan nya dari meja paling ujung.


"oh itu dia." Ucap Abbey ia berlari menuju kearah Amira dan duduk dikursi itu berhadap - hadapan dengan Amira.


"Apa kamu lama menunggu?"


"Tidak juga," Jawab Amira.


"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu. dia bilang sangat merindukan mu." Ucap Amira.


Dan itu mampu membuat Abbey mengerutkan keningnya dan ia begitu merasa binggung siapa orangnya pikir nya.


"Siapa?" tanya Abbey.


"Sebentar lagi mereka sampai." Ucap Amira ia tersenyum menampakkan gigi ratanya.


Sembari mereka menunggu mereka memesan beberapa makanan dan minuman dan kini tinggal menunggu pesanan mereka datang.


Abbey begitu merasa gelisah dan ingin tahu siapa orang itu?

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Amira yang menatap Abbey merasa gelisah sedari tadi.


"aku cuma pengen cepat - cepat tahu siapa sih yang kamu maksud." Ucap Abbey matanya sibuk menoleh sana sini seperti mencari seseorang.


Beberapa menit kemudian.


Kini datanglah seseorang yang ia Amira tunggu - tunggu. "Itu dia." Ucap Amira melambaikan tangan nya pada ketiga orang itu.


Abbey yang melihat itu segera membalikkan badannya, "Siapa sih?" ucap nya.


Disaat ia menatap seseorang yang begitu ia sangat kenal dan ia membulatkan kedua matanya begitu terkaget - kaget siapa yang ia lihat.


"Clarissa, gibey!" seru Abbey.


sama halnya dengan gibey yang mendapati momnya begitu sangat senang dan berusaha turun dari gendongan Clarissa.


Ia pun berlari kecil kearah momnya, "Gibey hati - hati!" seru Clarissa, ia mengejar gibey sampai kini ia memeluk momnya yang sudah menyeimbangkan tubuh nya dengan putranya.


"Gibey kamu kenapa bisa ada disini sayang?" Abbey memeluk putranya itu begitu erat hampir air matanya menetes mengingat putranya itu ada disini padahal kemarin malam ia sangat merindukan putranya itu.


"Ibey sini pengen peluk mom, dan mom ngak pulang - pulang jadi gibey kangen sama mom."


"Iya Abbey aku yang membawa gibey kesini, dia menangis terus - terusan kangen sama momnya." Ucap Clarissa yang kini sudah berdiri berdampingan dengan Ryan yang kini ikut bersama nya.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2