
"Ternyata kalian sudah saling kenal ya?" Ucap mama Adelia yang begitu terkejut mendapati putrinya dan mantunya sangat begitu akrab.
"Hehehe iya ma, Abe ini teman baru aku semasa sekolah di Jakarta.. dia orang nya baik ma, " Puji lea merangkul bahu temannya itu.
"Kenapa kakak ngak bilang sama gue, kalau kakak kenal sama Abbey... " Sahut Gibran dengan nada kesal terhadap kakak nya.
"Ye, mana kakak tahu.. Abbey aja ngak pernah cerita tentang suaminya itu kamu.. " Ucap lea lebih kesal dari gibran.
"Sudah - sudah ngak usah ribut, mending sekarang kita pergi dari sini.. ngak enak dilihat sama orang - orang" Ucap tuan Zafano menatap kearah para berlalu lalang dibandara.
"Inih sih adek aja yang mulai duluan.." Sungut lea kini tangannya mulai menyilang didadanya.
...•••••🕊️•••••...
"Gib kamu sudah bangun, mana Abbey dia sudah bangun kan?" tanya mama Ratna yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuk sekeluarga.
Gibran yang masih rambut nya acak - acakan habis baru bangun tidur menuruni tangga baru teringat bahwa dia sedang berada di Jakarta.
"Kayaknya masih tidur ma. " Jawab gibran berlalu menuju dapur membuka isi kulkas mengambil sebotol air dingin. Ia benar - benar haus pagi ini, mungkin karena ngak minum dari kemarin.
__ADS_1
"Astaga pagi - pagi sudah minum yang dingin.. " lea yang baru turun dari kamar nya juga sudah berkacak pinggang disamping adeknya itu.
Byurr! tiba - tiba saja gibran menyemburkan air minum yang ia baru saja tengguk mengarah ke lea kakaknya.
"Gibran apa yang kamu lakukan!" Seru Lea dengan tatapan membunuh.
"Ma..maaf kak gue ngak sengaja." Ucap gibran menutup pintu kulkas dan berlari menjauh dari kakaknya.
"Sini kamu gibran! jangan coba - coba lari dari kakak! akan kakak hukum kamu!" Teriak lea berlari mengejar adeknya itu yang berlari menaiki tangga lantai dua.
mama Adelia dan papa Zafano yang sedang duduk diruang tamu dengan menikmati secangkir kopi dan teh hangat hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putra dan putri nya yang sudah beranjak dewasa itu seperti anak kecil.
"Buka pintunya gibran!" teriak lea. mendapati pintu nya dikunci oleh gibran. Sedangkan Lea berusaha mengedor pintunya dengan perasaan marah.
"Siapa sih berisik banget nganggu orang tidur aja?" Ucap Abe terpaksa dari tidur nya.
Ia menggaruk kepalanya itu dengan perasaan kesal dan matanya melihat kearah jam dinding yang ada dikamar nya tepat pukul 08.00. Ia membulatkan matanya terperanjat dari tempat tidurnya.
"Gibran!! kenapa kamu ngak bangunin aku dari tadi sih, aku itu telat sekolah tahu!!" seru Abbey mengambil handuk yang tergantung dibesi dekat pintunya.
__ADS_1
"Maaf aku lupa.. " gibran cengengesan.
Sedangkan diluar masih aja sang kakak menunggu nya dengan mengedor gedor pintu kamarnya.
Abbey yang membuka pintu kamar mandi tidak bisa karena pintunya rusak.
"Ah sial, telat nih.. sekarang ini aku ujian lagi. mati dimarahin guru habis - habisan nanti nih.." Ucap nya berjalan gontai membuka pintu keluar kamar. Ia terpaksa menggunakan kamar mandi luar.
"Awas,," Ia mendorong tubuh suaminya dengan tergesa-gesa. "Ini kenapa lagi pintu nya kamu kunci ya?" seru Abbey kepada gibran.
"Cepat buka pintunya aku udah telat nih,"
•
•
•
•
__ADS_1
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️