Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 229


__ADS_3

Maaf baru bisa update belakangan ini banyak acara,, ngak sempat untuk nulis.


....................


Kini Abbey dan Gibran telah berada didalam ruangan,, disana begitu banyak meja dan bangku - bangku dan makanan beraneka macam disana, selain itu para tamu undangan telah banyak berdatangan. Tatapan Abbey berbinar binar jika menyangkut tentang makanan.


Ia berlari kecil kearah tempat banyaknya makanan disana. Gibran yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya,, "wah gib makanan nya banyak bener,, " Ucap Abbey ia mulai mengambil satu piring kecil dan satu tusuk gigi, ia mengambil beberapa buah - buahan itu.


"sudah nanti lagi, taruh dulu. kita bertemu mama sama yang lainnya terlebih dahulu..." Gibran memilih mengambil Piring Abbey dan menaruh nya dimeja.


"Tapi,,"


"Sudah, nanti kamu bisa makan yang banyak... kita bertemu mama dulu, ayo." Gibran menarik lengan Abbey menjauh dari meja penuh makanan itu.


Tatapan Abbey tidak pernah berhenti pada makanan nya itu dengan wajah yang masam.


••

__ADS_1


Gibran dan Abbey sudah beberapa menit mencari keberadaan kedua orang tua nya tetap saja tidak diketemukan.


"Kemana mereka?"


"Gibran sudah kubilang mungkin mereka sedang keluar,, ayo kita lanjut makan saja." Ucap Abbey membayangkan makanan - makanan itu masuk kedalam mulutnya membuat nya merasa bahagia.


Tatapan mata gibran tidak hentinya mencari seseorang sehingga membuat nya terasa pegal menoleh ke sana kemari sembari mengenggam tangan Abbey yang tak hentinya berbicara tentang makanan.


"kamu sedang cari siapa gibran?" suara seseorang mengejutkan mereka berdua membuat gibran dan Abbey menoleh kearah sumber suara.


"Ma, dimana gibey??" tanya Abbey tidak menemukan putra nya disana.


"tuh,, sama grandpa nya." Mama Adelia menunjuk kearah suaminya yang sedang mengendong gibey tidak jauh dari keberadaan mereka sedang mengobrol bersama rekan kerjanya.


"Biasa grandpa nya sedang mengenalkan cucu kesayangan nya." Mama Adelia tersenyum melihat pemandangan yang begitu membahagiakan itu. Ini pertama kalinya ia melihat kebahagiaan yang ia tunggu - tunggu, memiliki seorang cucu dari seorang gibran putra satu - satunya yang selama ini ia dambakan menjadi sebuah kenyataan.


"Oh ya mama lupa." Saking bahagianya mama Adelia lupa bahwa ia akan memberitahukan sesuatu kepada Abbey.

__ADS_1


"Abbey ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu katanya dia kangen banget sama kamu." Ucap mama adelia membuat Abbey menatap kearah suaminya penuh tanya. Tetapi gibran hanya mengangkat bahu nya tidak tahu.


"siapa ma?" tanya Abbey.


"Sebentar lagi dia datang?"


Abbey begitu tidak sabar menunggu kedatangan seseorang yang dikatakan mama adelia sama halnya dengan gibran. Tatapan Abbey tidak hentinya dengan pintu lift menunggu kedatangan seseorang itu.


Dalam satu jam kedepan suara pintu lift terbuka beberapa orang keluar dari pintu lift,, "Mana ma? kok orangnya gak ada?" tanya Abbey,, ia hanya melihat sekedar beberapa pejabat - pejabat dari luar negeri blasteran yang berjalan keluar dari lift memenuhi ruangan itu sekarang dan menghampiri tuan Zafano.


"Selamat ya atas ulang tahun dengan perusahaan nya.." seseorang itu menjabat tangan tuan Zafano. Hanya itu yang terdengar dari telinga dan tatapan Abbey dari kejauhan.


"Oh itu dia!" seru mama Adelia.


"Ayah, mama, bibi," Seru gibran dan Abbey bersamaan.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2