Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 143


__ADS_3

Mansion mewah


Sosok wanita paruh baya dengan satu sosok gadis masih remaja sedang duduk disebuah kursi menikmati teh yang telah dihidangkan oleh beberapa pelayan dimansion mewah itu.


Setelah ia mendapatkan informasi dari anak buahnya seseorang ia bayar untuk melakukan sesuatu pada seseorang yang ia benci hanya tertawa rencana ia susun tidak begitu sia - sia.


Sedangkan gadis yang bersamanya sedang duduk hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun.


"Apa ini ngak berlebihan Tante...? ingat Tan mereka itu keponakan Tante.." Ucap amira yang sedang duduk bersama Bu Merina siapa lagi wanita yang begitu kejam atau bisa dikata kakak ipar dari tuan Zafano.


"Keponakan..? hahaha... siapa yang bilang dia keponakan ku..? aku tidak akan pernah menganggap mereka adalah keponakan ku.." Ucap Bu Merina dengan amarah yang begitu menguncah. Ia belum bisa melupakan semua yang terjadi kepada suaminya apalagi sekarang ini semua perusahaan nya habis bangkrut hanya tinggal diingris. Berbeda dengan perusahaan tuan Zafano yang ada di Bandung tepatnya di cabang nya atas nama putranya Ryan. Ia bisa menguasainya tetapi belum seberapa untuk memiliki semuanya.


"Aku tidak mau ikut campur jika urusan seperti itu... aku pulang dulu tan.." Pamit Amira beranjak pergi dari mansion itu.


"tunggu sebentar Amira.."


"Apa kamu benar - benar tidak mengharapkan gibran lagi...?" tanya Bu Merina kembali. Ia berkali - kali membujuk Amira untuk mengembalikan gibran kepada nya.


"Sudah aku bilang berkali - kali tan... aku itu sudah tidak bisa memiliki gibran lagi.. karena aku tidak mau jadi orang jahat," Ucap Amira dengan tegas berlalu pergi begitu saja.

__ADS_1


...••••••...


Dikediaman kakek Tama...


Kini waktunya sudah malam hari seperti biasanya mama Ratna dan mama Adelia sama - sama menyiapkan makan malam membantu para pelayan disana. Sementara suami mereka belum pulang karena ada pekerjaan lembur malam ini juga.


"Bi tolong panggilkan anak - anak suruh turun kita makan malam.." Titah mama Adelia kepada salah satu pelayan.


"Baik nyonya.." Ucap pelayan.


Lima menit kemudian Abbey dan gibran sudah lebih duluan keluar dan dibelakang diikuti kedua temannya tak lain Miranda dan Dika mereka tak bertegur sapa karena Miranda merasa bersalah karena ia memanas - manasi Dika untuk menyatakan cintanya pada Abbey.


"Dimana Lea sama varrel?" Tanya mama Ratna yang kini tidak melihat keberadaan putra sulungnya dan putri sulung dari besannya.


"Apa? kok bisa ngak ada dikamar..?" Seru mama Adelia begitu terkejut.


"Apa bibi sudah mencari nya dikamar mandi atau balkon kamar nya..?"


"tidak ada, saya sudah mengeceknya... ponsel den varrel saja masih di kamar nya." Ucap pelayan masih dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ya udah bi... anak - anak kalian makan saja dulu mama mau menelpon papa sebentar." Ucap mama Adelia kepalanya mulai pusing ia takut kejadian kemarin malam akan terulang lagi.


Dreeet... drettt...


tiba - tiba ponsel tuan Zafano bergetar diatas meja hari ini ada meeting mendadak dan sekarang tepat tuan Zafano sedang menjelaskan, ia harus Menjeda nya sejenak hanya untuk mengangkat ponselnya karena ia tahu itu dari istri nya.


"Saya permisi sebentar.. angkat telpon."


"Kamu Jay jelaskan pada mereka terlebih dahulu saya keluar sebentar..." titahnya pada sekretaris nya.


"Baik tuan..."





__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘


__ADS_2