
Abbey merasa kepanasan karena efek minuman yang diberikan nenek Ayse. Ia membayangkan hal - hal yang aneh bahkan gibran yang bersikap manis pada nya. Abbey tidak mengerti apa yang terjadi padanya, ia merasa kepanasan dan merasa Gibran Sangat tampan malam ini.
Kini ia bahkan ingin membuka bajunya dan tentunya saja gibran panik dan mencoba menahannya. Keduanya terjatuh dan berakhir Gibran membantunya untuk menyiramnya dengan air dikamar mandi sampai bajunya kebasahan.
"Apakah kamu sudah mulai baikan?" Tanya gibran dengan begitu panik melihat keadaan Abbey yang kini mulai kedinginan.
"Ini sudah membaik kok, terima kasih ya" Ucap Abbey dengan raut tubuh yang mulai bergetar karena kini basah kuyup akibat gibran.
Kini Abbey mengerti kenapa nenek ayse ingin memberikan minuman yang telah ia minum itu. Mereka benar - benar menggingginkan seorang cucu secepatnya dengan cara memberikan mereka minuman yang isinya entah apa yang Abbey tidak tahu.
"Iya atau tidak. kenyataan nya kita sudah menikah dan lebih baiknya kita mungkin harus turuti permintaan mereka" Sahut gibran.
Abbey menatap gibran dengan kesal, "Bagaimana dengan cinta? Bagaimana kita bisa punya bayi jika tanpa ada cinta antara kita? dan kamu tidak mencintai ku kan? Apa kamu mau mempunyai bayi dari aku yang ngak pernah kamu cintai ini?"
Gibran diam saja, ia tak menjawab perkataan dari Abbey. Ia sebenarnya malu ingin mengatakan bahwa dirinya sebenarnya mencintai Abbey tapi ia masih gengsi saja untuk mengungkapkan perasaan nya.
"Lihat, itu saja kamu ngak bisa jawab? menyebalkan," Kesal Abbey.
Gibran tak menjawab apapun dan meninggalkan Abbey.
__ADS_1
Keesokan harinya disekolah, Abbey menceritakan apa yang terjadi pada teman - temannya.
"Ini yang aku tunggu - tunggu,," Sahut Citra dengan pikiran begitu ngeres.
Alya menjitak kepala Sahabatnya itu, ia begitu kesal mendengar mulut sahabat nya itu memiliki pikiran negatif terus.
"kamu ini jaga mulutmu itu, lebih baiknya kunci tuh mulut pikiran nya ngeres melulu"
Citra hanya memayunkan bibir nya setiap kali ia berkata selalu salah tidak ada benarnya. Gini dah nasib jadi citra.
"Tunggu sebentar apakah gibran ngak bilang apa - apa sama kamu? ataukah menyatakan perasaannya padamu?" Tanya allya.
•••••
*dirumah ibu Merina
Ibu Merina mendengar kabar bahwa gibran dan Abbey telah bersatu lagi dan nenek ayse termasuk sang ibunda terkasih nya merencanakan Agar cucunya itu segera memiliki anak untuk mengubah kehidupan gibran agar lebih baik dan orang - orang diluar sana tidak memandang rendah keluarga nya gara - gara melakukan kesalahan yang begitu sangat besar membuat perusahaan nya kehilangan separuh sahamnya.
"Apa kamu tidak bisa melakukan rencana yang lain agar mereka bisa kepisah lagi atau apalah buat biar istri cucunya itu ngak bisa memiliki keturunan?!" Kesal ibu Merina.
__ADS_1
"Nanti coba aku pikir - pikir lagi,"
Ibu Merina begitu kesal ini akan menyulitkan dirinya untuk mendapatkan perusahaan itu ketangan nya.
"Aku harus secepatnya bertindak sebelum hal itu terjadi, aku ngak akan biarkan perusahaan itu jatuh ketangan gibran ataupun anaknya nanti yang akan mewariskan perusahaan itu"
"Pokoknya perusahaan itu harus tetap di tangan Ryan, aku tidak akan pernah membiarkan perusahaan itu lagi jatuh ke tangan gibran."
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak 🤍💜
__ADS_1