Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 116


__ADS_3

"Kalau gitu kamu makanlah dulu, makanan nya masih banyak juga dimeja makan.." ucap mama mertuanya.


"Iya ma, tapi Abbey beres - beres dulu. mau mandi panas" Ucap abbey berlalu pergi ke dalam kamarnya tanpa menanggapi gibran yang sedari tadi mengikuti nya.


*Kamar


"Tunggu dulu.." Gibran menarik lengan nya membuat wajah mereka saling berdekatan. Ya karena Abbey hampir sama tingginya dengan gibran.


"Ada apa?" Ia memalingkan wajahnya menatap kearah lain.


"Kamu kenapa sih, dari tadi selalu jutek sama aku..? apa karena kamu lihat cewek - cewek tadi disekolahan itu?" Tebak gibran membuat Abbey melepaskan lengan nya yang ditarik Gibran.


"Kalau aku lihat emang kenapa,, " Ujar Abbey lebih masuk kedalam kamar mandi.


"Tunggu dulu,, Abbey buka pintunya ngak.. aku mau pipis nih cepetan!" Teriak Gibran mengedor - gedor pintunya.


"Alesan, aku mau mandi tunggu lima belas menit lagi.." Sahut Abbey sudah membunyikan kran kamar mandi.


"Pokoknya buka dulu.. aku udah ngak tahan nih.." Ia mondar mandir dari balik pintu.


Ceklek... Abbey membuka pintu kamar mandi nya dengan perasaan terpaksa.


"Ya udah sana cepat masuk awas aja bo— "


Belum saja Abbey selesai berbicara gibran sudah menarik gadis itu masuk kedalam kamar mandi dan mengunci kamar mandi nya.

__ADS_1


"Kita mandi bareng,, " Gibran sudah membuka bajunya hanya menanggalkan bawahannya saja.


"Tuhhh kan kamu bohong!" seru Abbey berusaha membuka pintu kamar mandi nya.


"bohong sama istri ngak papa kan?" goda gibran dengan mengedipkan sebelah mata nya genit.


Abbey menatap gibran dengan tatapan merinding, "Sejak kapan ia jadi mesum begini?" batin Abbey mengidikkan bahunya.


Saat gibran akan melorotkan celananya— oh tidak!


"Cepat buka pintunya ngak!" teriak Abbey dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. wajah nya sudah mulai bersemu merah merona.


"Arghhhhhhh!" teriak Abbey yang tiba - tiba gibran menggendong nya ala bridal style membuat nya meronta - ronta ingin dilepaskan.


"lepaskan aku gibran!" Teriak Abbey tanpa ia sadari lengan nya sudah memeluk leher gibran sebagai pegangan.


"cepat buka pakaian mu kita mandi bersama.." goda gibran mulai masuk kedalam bahtup.


"Ihhhh, lama - lama aku bisa naik darah seatap dengan nya.. benar menyebalkan" Gumamnya dengan suara yang sangat kecil tetapi masih terdengar ketelinga gibran.


"woy aku dengar tahu.. cepat masuk kalau kamu pengen cepat selesai." Ucap gibran dengan santainya duduk di dalam bahtup.


Abbey yang malu - malu memberanikan dirinya. Ini kedua kalinya hal apa yang belum pernah ia alami sebelumnya dalam hidup nya hanya sekali saat ia baru menikah dengan gibran.


"Tapi tutup matamu dulu awas aja kalau lihat, kamu tidur diluar — "

__ADS_1


"Iya.. iya cerewet banget punya istri." Kesal gibran dengan menghentikan perkataan Abbey.


🕊️🕊️🕊️🕊️


city bruk!! benturan antara sepeda dengan mobil membuat sang pengendara mobil turun mendapati seorang gadis yang tak sengaja membuatnya terjatuh dengan luka dilututnya.


"Mbak ngak papa.. sini biar saya bantu" varrel membantu gadis itu bangun dan juga sepeda gadis itu.


"Lepas, ngak usah sentuh - sentuh. aw.." teriak gadis itu kakinya susah digerakkan.


"Yang mana sakit? atau biar saya perlu antar mbak kerumah sakit?" ucap varrel memegang kaki gadis itu.


"ngak usah pegang! dan mbak.. mbak saya bukan mbak kamu jadi jangan panggil saya mbak, mengerti." ucap Lea berlalu pergi menaiki sepeda keranjang nya.


Untungnya saja kaki jempol sebelah kanannya yang terkilir bukan kakinya, jadi ia bisa mengendarai sepeda nya perlahan - lahan.


"walah, kenapa tuh cewek judes amat." Ucap varrel mengaruk kepalanya prustasi.





__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak


__ADS_2