
"Dia tahu dari mana bahwa aku memiliki anak? jangan- jangan ia tahu lagi bahwa gibey adalah putranya dan ia tahu keberadaan gibey? ini tidak boleh terjadi!" Ucap Abbey dalam hati.
Gibran yang tidak mendapatkan jawaban nya langsung saja menghempaskan tubuh Abbey, sehingga membuat nya terdorong jauh.
"Cepat katakan apa kamu sudah menikah?! Jangan - jangan itu anak dari hasil zina!" seru gibran dengan menyunggingkan senyuman nya.
Abbey yang mendengar nya begitu kaget mendapati perkataan dari gibran.
Matanya memerah amarahnya mulai naik turun, dengan segera ia melayangkan sebuah tamparan dipipi gibran membuat nya memekik kesakitan.
"Jaga ucapanmu!!!" teriak Abbey. Ia mulai meneteskan air matanya. Ia tidak habis pikir gibran yang memiliki sifat begitu lemah lembut kepada nya tidak ke orang lain. Ini pertama kalinya ia mendengar kata - kata yang menyakiti hatinya.
"Aku tidak habis pikir dengan otakmu, kamu berbicara seperti itu kepada ku!! asalkan kamu tahu dia bukan anak zina!!!" teriak Abbey air matanya keluar begitu deras.
gibran hanya menyunggingkan senyuman nya. "Iya kalau aku sudah menikah kenapa?" tiba - tiba jawaban itu keluar dari mulutnya. Tetapi semuanya hanya sebuah kebohongan belaka.
"Ternyata benar kata orang semua perempuan itu penghianat, aku kira kamu mencintai ku dengan begitu tulus ternyata tidak. kamu benar - benar wanita penghianat!" teriak gibran membuat abbey semakin meneteskan air matanya dan gibran menyadari itu.
__ADS_1
"Menangis lah sekencang mungkin, menangis aku tahu itu hanya mata buayamu. agar aku mengasihi mu."
"Tidak semua wanita itu penghianat! kamu tidak akan tahu apa penyebabnya aku meninggalkan mu semua itu percuma aku jelaskan." seru Abbey ia menatap kedua bola mata Gibran yang memerah akibat amarahnya tidak bisa dikendalikan.
"lebih baik aku pulang dari pada harus berada disini," Ucap Abbey berlalu pergi.
"Pergilah!! pergilah!!! pergilah semaumu, aku tidak peduli!! aku tidak akan mencarimu sampai kapanpun itu!!" teriak gibran ia membanting semua barang- barang dihadapan nya.
"ARGHHHHHH!!!" teriaknya kepalanya hampir pecah dan dadanya serasa sesak. Sehingga ia menjatuhkan diri nya diatas lantai.
••
"Gibran jahat! gibran jahat sama aku!" Ucap Abbey ia meremas ujung dress nya sampai mengerut.
"Apa gibran melukaimu?!" seru seseorang dari kejauhan dan membuat Abbey menoleh kearah sumber suara itu.
"Amira?" Abbey menghapus air matanya. Ia terpaksa tersenyum agar tidak ketahui ia menangis.
__ADS_1
Amira duduk disamping abbey, "Apa Gibran melukaimu?" lirih nya.
"ti...dak. siapa bilang?" Ucap Abbey ia tertawa kecil.
"Hey, jangan berbohong padaku. aku tahu kamu habis menangis dan ini semua pasti ada kaitannya dengan gibran, iyakan?" Amira menyentuh bahu Abbey.
abbey tiba - tiba memeluknya dan menangis disana sampai air matanya membasahi baju Amira.
"Tuhkan benar kamu lagi sedih? ayo katakan kenapa dengan gibran? apa dia bilang sesuatu itu sebabnya kau menangis biar aku marahi dia" Ucap Amira begitu geram dan membalas pelukan Abbey.
"Gib... ran ia melukai hatiku. Di...a bilang kalau aku itu penghianat dan dia bilang putraku hasil zina." Ucap Abbey sesegukan.
"Apa?! itu berarti kamu sudah memiliki anak?! kenapa aku baru tahu." Amira melepaskan pelukan nya dan ia ingin minta penjelasan dari Abbey.
"Apa maksudnya kamu menikah lagi?"
Abbey mengelengkan kepalanya. "tapi aku membohongi nya bahwa aku menikah lagi tetapi aku memang telah memiliki anak dan itu juga anak dari gibran."
__ADS_1
"Apa?! Jad...i kamu pernah hamil dan ayah dari anakmu adalah gibran!" seru Amira.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️