
**Bandara internasional.
Bandung**.
Senyuman Abbey mengembang dengan sangat sempurna. Ia menghirup udara yang baru ia pijaki itu dalam - dalam. Ia keluar dari bandara itu mendorong kopernya dan mencari beberapa taksi yang ia naiki menuju salah satu hotel yang akan ia inapi selama 1 bulan.
Sesampainya.
"Huh (Menghela nafas)," kini Abbey sudah berada di dalam satu kamar hotel setelah membereskan pembayaran penginapan nya selama berada di hotel.
"Sudah lama aku tidak kembali ke negara kelahiranku." Gumam abbey dalam hati. Ia membuka salah satu tirai hotel yang menampakkan dari jendela itu kearah luar gedung - gedung tinggi.
••
Sementara disisi lain.
__ADS_1
Gibran baru sampai di bandara, beberapa orang yang mengenalnya hanya menatap nya penuh kebahagiaan. Karena bisa bertemu dengan gibran, yang sering dijuluki master bersifat cool. Tetapi tidak ada satupun berani mendekati nya.
"Tuan selamat datang dibandung lagi." Sapa sopir pribadi nya membuka pintu mobil untuk tuannya.
Gibran hanya masuk ke dalam mobil tanpa membalas sapaan sopirnya.
Setelah nya kini mereka dalam perjalanan menuju perusahaan Zafano dan mendudukkan dirinya di kursi kebesaran nya.
"tuan pukul 14.30 nanti akan ada meeting pertemuan dengan karyawan baru untuk perkenalan ini perintah dari tuan Zafano." Ucap sekretarisnya Vira yang membawa beberapa dokumen.
"Baiklah. apa kamu bisa keluar sebentar jika tidak ada urusan lainnya. saya mau istirahat." tegas gibran dengan begitu datar.
"Tuan gibran kali ini sangat berbeda dia lebih tampan sekali tidak seperti biasanya. bagaimana pun caranya aku harus mendapatkan nya." Gumam Vira senyum - senyum sendiri membayangkan wajah nya jika ia bersikap dingin masih saja terlihat tampan, berlalu pergi menjauh dari ruangan gibran berada.
••
__ADS_1
Pukul 14.23
Abbey telah tiba disebuah perusahaan yang ia cari - cari yang telah dikirimkan oleh perusahaan 'gibaale'. Kini ia memasuki sebuah ruangan yang sudah ditata dengan kursi yang begitu rapi sudah dipenuhi beberapa karyawan baru.
"Ternyata sudah rame. tapi baguslah, aku tidak perlu repot-repot melawan rasa pada jantungku." Ucap Abbey dalam hati langsung memilih tempat duduk yang kosong tepatnya ditengah - tengah.
Setelah sekian lama menunggu seseorang yang telah ditunggu kini memasuki ruangan itu. Perhatian Abbey langsung fokus pada satu orang yang tampak begitu ia sangat kenal.
DEG!!
Abbey menatap laki - laki itu dengan tidak percaya. Ada perasaan takut, bahagia, dan rindu. Perasaan itu bercampur menjadi satu. Tetapi tatapan mata itu kali ini sangat berbeda. Pertama kali saat ia bertemu dengan gibran ia tidak terlalu menatap lelaki itu dengan telaten. Kali ini tatapan mata itu begitu dingin, dan raut wajah nya begitu datar seakan siapapun yang melihatnya akan tertunduk.
"Tidak." Abbey mengelengkan kepalanya. "Dia ada disini." gumam Abbey dalam hati. Ia ingin melarikan diri dari tempat itu juga sebelum lelaki itu menyadari nya. Tetapi karena ia mengingat akan kehadiran disini ia urungkan.
"Jangan Abbey. ingat kamu kesini untuk mendapatkan uang agar bisa membantu Clar membayar biaya rumahnya. Aku harus bertahan." Gumam Abbey dalam hati.
__ADS_1
Namun kali ini Abbey mencoba untuk menyembunyikan wajahnya agar tidak terlihat oleh gibran. Namun ternyata dia sudah terlambat, laki - laki itu sudah menyadari keberadaan nya. Pandangan mereka sama - sama tertuju meski dari jarak jauh. Gibran merasa senang akan kehadiran perempuan itu. Baru saja ia memikirkan perempuan itu kini berada dihadapannya apa ini jawaban Tuhan berikan untuk nya?
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️