Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 114


__ADS_3

...🕊️🕊️🕊️...


Abbey yang sudah beres bersiap - siap disekolah, sesaat ia berlari menuruni anak tangga membuat sang kakek yang masih berada di sana hanya menggelengkan kepalanya.


"Ma, pa semuanya aku pergi dulu ya byeee.." Ucapnya berlari keluar dari rumah itu.


"Astaga tuh anak, mana dia belum sarapan lagi.." Ucap tuan Bima mengelengkan kepalanya.


Sesaat ia akan mencari pak sopir nya yang biasanya nangkring di samping tempat pak satpam yang berjaga - jaga dirumah nya sambil meminum kopi hangat nya sebelum mengantarkan nya kesekolah kini tidak ada hanya pak satpam sibuk membaca koran.


"Pak, Dimana pak Budi?" tanya Abbey ke pak Ahmad atau dibilang satpam penjaga rumah nya.


"Ngak tahu non, tumben hari ini dia ngak datang.." Jawab pak Ahmad.


"Aduh telat dah nih, bagaimana dong?" Abbey menjitak kepala nya sendiri dengan perasaan prustasi.


Padahal hari ini dirinya sedang ulangan dan sekarang ia melihat jam tangannya yang melingkar dipergelangan tangan nya menunjukkan pukul 09.00. Selama 1 jam ia bersiap - siap.

__ADS_1


tin tin... suara klakson mobil bersuara.


"Ayo naik sama aku aja.." Ucap gibran yang tiba - tiba muncul entah sejak kapan ia pergi keluar rumah menggunakan mobil sedan berwarna putih yang biasanya terparkir digarasi depan rumahnya.


Abbey masih bergumam, "Heyy mau sekolah ngak? kok bengong sih.. ayo naik," seru gibran membangunkan Abbey dari lamunannya.


"Eh, iiya.." Jawab Abbey dengan cepat masuk kedalam mobil tapi duduk dibelakang.


"Duduk didepan dong, aku kan suamimu bukan sopirmu,," Seru gibran membuat Abbey turun lagi dari mobilnya dan membuka pintu mobil didepan.


Ini mungkin kedua kalinya Gibran bilang suaminya. Tetapi kenapa jantung nya berdegup sangat kencang, ah ngakk kayaknya bukan mungkin karena dirinya sedari tadi merasa gelisah dan banyak berlari karena saking takut nya telat kesekolah.


"Ayo kamu turun sana, aku tunggu di sini sampai kamu jam pulang..."


"tapi aku takut dihukum kayak waktu dulu itu, aku takut nantinya berdiri lagi diruang bendera kan kamu tahu aku itu ngak boleh kena hawa panas terlalu lama.. " Ucap Abbey dengan mengerucutkan bibirnya.


"Itu ngak akan terjadi lagian ini ulangan pastinya kamu juga di tegur dari pada kamu ngak ikut ulangan lebih baik telat kan?" Ucap gibran dengan mengelus pucuk rambut gadis itu.

__ADS_1


Jantung Abbey kembali berdegup sangat kencang, "Apalagi ini?" gumamnya. "I..iya" Ucapnya dengan terbata - bata.


Abbey pergi menjauh dimana tempat gibran berada dan benar saja sesampainya di kelas ia diomeli habis - habisan oleh guru nya sedangkan murid - murid yang ada disana termasuk temannya hanya terdiam masih sibuk mengerjakan pekerjaan nya.


"Kamu harus berjanji jangan pernah mengulangi nya lagi.." Tegas Bu Ririn. Guru Penjaskes karena hari ini ulangan penjaskes.


"Iya Bu," Jawab Abbey dengan menundukkan kepalanya.


Bu Ririn itu guru penjaskes yang memiliki body yang super bohay dan terlihat menggoda. Ia hampir sama tingginya dengan Abbey sekitar, 160 lumayan lah. Selain itu ia guru paling galak disekolah itu, tata tertib disekolah itu ialah pemegangnya maka sebab itu murid yang sering bolos tidak berani karena hukumannya hanya satu dipanggil orang tua Salah satu muridnya yang bermasalah. tetapi karena banyak nya murid tidak berani bolos lagi karena takut itu akan menjatuhkan harga diri orang tuanya. Apalagi semua orang tua murid disana, pemilik perusahaan terbesar dan terkenal meski bukan no 1 diindonesia. Karena pemegang no 1 adalah keluarga tuan Bima termasuk ayah Abbey yang belum diketahui banyak orang dan kedua itu tuan Zafano.





__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2