Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 153


__ADS_3

Lima belas menit kemudian berlanjut taun Zafano kini sudah berada dirumah sakit dan disusul oleh tuan Bima dan kini keadaan rumah sakit begitu ramai dengan keberadaan keluarga dari tuan Bima dan tuan Zafano.


Lea sampai jam ini belum juga siuman, ia masih dalam keadaan pingsan dan kini pak dokter masuk kedalam untuk memeriksa keadaan pasien dengan salah satu perawat yang akan menggisi air selang infus Lea.


"Permisi, saya akan memeriksa keadaan pasien." Ucap dokter Yuda dengan tersenyum kecil.


"Dok kenapa putri kami belum sadarkan juga sampai detik ini?" tanya tuan Zafano menatap putri nya terbaring lemah tidak berdaya.


"Akan saya periksa dulu," Jawab dokter Yuda.


Setelah dokter Yuda memeriksa keadaan Lea, "Bagaimana dok?" tanya mama Adelia kini bersuara.


"keadaan pasien masih lemas, tetapi kalian harus tetap mengajaknya berbicara agar dia bisa terbangun dari alam bawah sadar nya." Ucap dokter Yuda ikut prihatin.


"Apa dok jadi?" Mama Adelia semakin begitu khawatir ia hanya bisa menangis. "Pa, itu artinya Lea belum bisa bangun?" Tanya mama Adelia lagi dengan begitu sedih.


"Baiklah kalau begitu saya permisi.." Ucap dokter Yuda diikuti dengan pasien dibelakang nya.

__ADS_1


Sementara ibu merina berusaha membaik - baik Amira agar bisa menyusun rencananya untuk menghancurkan keluarga kehidupan tuan Zafano. Tetapi dengan keras Amira tetap tidak ingin lagi berurusan dengan masa lalunya itu. Karena sekarang ia sedang memperbaiki dirinya, yang dulu nya ia begitu jahat dengan semua orang sehingga membencinya. Ia berusaha menjadi orang yang baik.


"Tante kenapa sih ngotot banget buat aku mencintai gibran lagi? sudah berkali - kali aku bilang, aku ngak akan menjadi orang ketiga dari rumah tangga mereka Tante," Ucap Amira dengan penuh penekanan.


"Sudah ternyata berbicara dengan mu baiklah Tante harus menggunakan ini agar kamu mau mengikuti kemauan Tante.." Ucap ibu merina yang kini menatap nya penuh dengan senyuman licik.


"Tante mau melakukan apa?" tanya Amira dengan begitu ketakutan.


Ia mengambil ponselnya yang ada di meja ruang tamu itu dan menelpon seseorang dan terdengar seseorang yang ia hubungi.


"Cepat kalian tarik semua saham yang ada diperusahaan garden hotel yang kita tanamkan?" perintah ibu merina menatap kearah Amira yang kini begitu terkejut dengan apa yang ia dengar. lalu ia mematikan ponselnya begitu saja sembari tersenyum licik.


"Jangan Tante, jangan lakukan itu... jika Tante menarik perusahaan garden hotel, ayah aku akan bangkrut nantinya, jangan Tante saya mohon..." Ucap Amira dengan berlinang air mata dengan mengatupkan kedua tangan nya memohon.


"Itu belum seberapa, tetapi saya akan melakukan lebih lagi agar kalian tidak memiliki apa - apa" Ucap ibu merina semakin senang.


"Baiklah saya akan melakukan apapun untuk Tante, asalkan perusahaan ayah saya tidak bangkrut, saya mohon Tante... saya tidak mau jika ayah saya mendengar dia akan jantungan..." Ucap Amira yang kini semakin menangis dan berlutut dihadapan ibu merina.

__ADS_1


"Apa kamu bisa memegang janjimu?" Tanya ibu merina.


"Iya Tante saya berjanji atas perusahaan ayah saya, saya mohon Tante..."


"Baiklah, Tante akan membicarakan nya nanti dengan sekretaris Tante.. untuk tidak mencabut nya dan dalam waktu sepuluh menit perusahaan ayahmu baik - baik saja."


"terima kasih Tante, makasih banyak..."






__ADS_1


Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘


__ADS_2