
Dibalik semak - semak yang tak berada jauh dikerumunan banyaknya orang melihat gerak - gerik sepasang suami istri itu.
Ia menelpon seseorang dan setelah seseorang itu memerintahkan nya dengan cepat. Ia mendekati dimana Abbey hanya duduk dikursi taman dengan memainkan ponselnya setelah mereka melihat bahwa gibran telah pergi dari sana.
"Siapa kalian?" tanya Abbey yang kini mulai ketakutan karena kedua pria itu menggunakan pakaian serba hitam dan wajah nya begitu sangat menyeramkan.
"Nona apa anda boleh ikut kami sebentar nyonya ingin bertemu dengan anda." Ucap salah satu pria itu dengan lembut dan pria satu matanya sibuk mematai - matai keberadaan gibran agar tak melihat keberadaan mereka.
"Nyonya siapa? saya tidak mengenal kalian, jika kalian berbuat macam - macam saya akan teriak," Ketus Abbey dengan mulut nya begitu sangat pedas itu.
"Nyonya Merina, apa nona masih tidak percaya?" Ucap pria asing itu.
"Baiklah, saya ikut kalian. tapi jika sampai kalian Berani menjebak saya, kalian akan tahu akibat nya." Ancam Abbey dengan tatapan tajamnya mampu membuat kedua pria itu mendelik ketakutan.
"Mari nona," Ucapnya menuntun nya berjalan kearah mobil yang tak jauh dari keberadaan nya.
Selang beberapa menit gibran yang baru saja kembali dengan membawa boneka beruang besar. Ia sebetulnya tadi ingin memberikan Abbey sebuah hadiah boneka beruang sebagai hadiah kehamilannya. Tetapi kini ia begitu sangat merasa gelisah karena Abbey sudah tidak ada dibangku taman itu kini sudah kosong.
"Abbey kamu dimana? Abbey jangan main - main cepetan keluar dong pasti kamu sedang sembunyi kan?! Abbey kamu dimana?!" teriak gibran memutari tempat sekitar taman hiburan itu.
__ADS_1
"Dimana dia sekarang? jangan- jangan dia diculik lagi? bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan." gumam gibran dalam hati kini hatinya benar sangat gelisah.
"Ah telpon aku akan menelponnya," Dengan cepat ia mencari nomor ponsel Abbey dan teleponnya tersambung tetapi selang beberapa detik tidak ada Jawaban sama sekali.
"Bagaimana ini? aku harus mencari mu kemana? sayang kamu dimana sihhh" Ucap gibran matanya berlari kemana - mana mencari sosok istri nya.
tiba - tiba suara deringan ponsel bergetar dari balik saku celana gibran. Dan ia begitu senang tetapi hanya sebentar, ternyata papanya. Ia mengira Abbey.
"Ada apa pa?"
"Abbey bersama kamu kan nak?" tanya tuan Zafano dengan firasatnya semakin mengebu - ngebu.
"Gib kamu dengar papa kan?" tanya tuan Zafano sekali lagi.
"Iya pa, Abbey sedang bersama ku." Jawab gibran berbohong.
"Oh syukurlah kalau begitu... papa berpesan tolong jaga Abbey kalau bisa jangan dulu bawa Abbey keluar rumah ya nak." Ucap tuan Zafano.
"Iya pa, kalau begitu gibran matikan ponsel nya. byee pa." Ucap gibran mengakhiri ponselnya dengan papanya.
__ADS_1
"Aduhhhh gimana nih? aku harus cari kemana kamu lagi..? Abbey kamu kemana sihhh?" tanya gibran kepada dirinya sendiri duduk kembali ke kursi taman itu siapa tahu Abbey akan kembali lagi kesana.
Selang beberapa jam kemudian gibran sampai ketiduran menunggu sang istri yang tak kunjung datang dengan memeluk boneka beruang itu.
"Gibran? maafkan aku tidak bisa kembali. Aku harus pergi" Ucap Abbey dengan meneteskan air mata nya.
"Abbeyyyyyyy jangan tinggalin akuuuuuuu!!!!"
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘
__ADS_1