
"Heyyy kenapa menangis hm..? coba cerita pada nenek.." Ucap nenek Ayse membelai lembut wajah cucunya.
Dan kini ia baru ingat bahwa tidak ada Abbey disampingnya padahal disaat beberapa bulan yang lalu gibran pernah mengatakan dan berjanji padanya bahwa ia akan membawa Abbey kembali kerumah ini lagi.
"Dimana Abbey...?" Tanya nenek Ayse tak mendapati istri cucu nya.
"Dia pergi gibran tidak tahu harus mencari nya kemana nek. gibran tidak tahu sekarang dia ada dimana" Ucap gibran kembali dirinya menangis. Ia betul - betul terpukul dengan kepergian Abbey entah yang ia tidak tahu.
"Maksud kamu apa?" kaget nenek Ayse. Iya tidak tahu akan masalah pembicaraan cucunya.
"Abbey melarikan diri dari rumah beberapa bulan yang lalu. papa sudah berusaha mencari keberadaan Abbey tapi---- " Gibran tidak bisa lagi melanjutkan kata - katanya seakan tenggorokan nya begitu susah untuk berkata lagi.
"Sudah, kamu sekarang istirahat. tenangkan pikiran mu." Ucap nenek Ayse menenangkan cucunya dengan raut kini sedih. Ia juga begitu syok mendengar itu semua. Ia harus berbicara dengan putra dan menantunya karena ia tidak tahu dengan kepergian Abbey.
••
Amerika
ketiga orang yang sedang duduk dikursi restoran itu kini saling berbincang - bincang kecil sambil tertawa bersama. Tetapi tiba - tiba Abbey mendapatkan panggilan alam membuatnya menghentikan pembicaraan itu dan berakhir menuju toilet.
__ADS_1
Ia tidak memilih untuk ditemani dan disana untungnya sedikit sepi jadi abbey bisa leluasa bergerak tanpa dilihat oleh orang- orang disekitarnya. entah kenapa selama sebulan ini ia tidak suka jika ditatap terus oleh orang- orang disekitarnya termasuk Azka. atau mungkin itu bawaan dari bayi kali.
Setelah selesai bermenit- menit didalam toilet dengan langkah terburu- buru Abbey keluar dari dalam toilet.
tiba - tiba seseorang menarik lengan nya dengan kencang dan mendekap mulut nya sampai ia pingsan.
"Sangat mudah bukan, ini sih kecil." Ucap seseorang itu dengan membuka penutup wajah nya mengendong Abbey menuju ke tempat tuannya.
Disisi lain.
sedangkan Azka masih menunggu Abbey disana sebenarnya ia ingin menyusul gadis itu karena takut terjadi apa - apa padanya sudah hampir 1 jam gadis itu tidak balik - balik. Tetapi ia teringat akan ancaman gadis itu jika dirinya sampai mencari nya ia tidak ingin pulang. Dengan terpaksa Azka mengiyakan nya.
"Ck.. dasar punya adik pemalas banget. sini" Ketus Azka lalu menjawab telpon itu.
selama dua menit mereka berbicara dengan cepat Azka menarik lengan alira paksa.
"Ayo alira ini ngawat." Seru Azka.
"Ehhhhh es krimmmkuuuuu.." Ucap alira dengan terpaksa harus meninggalkan es krimnya yang tinggal sedikit berada disana.
__ADS_1
Dengan cepat Azka menancap gas mencari keberadaan dr mobil hitam yang telah dikirimkan sang mom yang telah membawa Abbey pergi. Entah kemana ia tidak tahu.
Iya tadi itu mom (Azka) menelpon ponsel putranya tetapi seperti nya ponselnya dimatikan karena mom (Azka) mendapatkan kabar dari anak buah dad (Azka) bahwa Abbey dibawa kabur oleh seorang dan kejadian itu disaat Abbey akan keluar dari toilet.
Tiba - Tiba saja lampu merah dan membuat Azka rem mendadak sampai wajah alira menempel pada kaca mobil.
"Aduhhhhh kak, bisa nyetir ngak sih." Teriak alira dengan begitu kesal.
"Ck... sial." gerutu Azka memukul setir mobil nya.
Jika ia menerobos lampu merah akan berdampak pada pengendara lainnya. Sedangkan mobilnya kini berada ditengah - tengah kendaraan disekitar nya. Karena jalanan begitu macet.
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘