Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 217


__ADS_3

Sementara mama Adelia yang sedang mendar - mandir gelisah didepan pintu mansion nya menunggu kepulangan Abbey dan gibran yang tak kunjung pulang ini sudah menjelang malam.


Ia menatap jam tangannya berkali - kali, perasaan menjadi tak tenang.


"nyonya apa kita kedalam saja disini sangat dingin... nanti nyonya sakit.. tuan pasti akan marah jika tuan sampai tahu nyonya sakit..." ucap bibi khawatir.


Biasanya tuan Zafano jika tahu istri nya sakit pasti ia akan mengomelinya habis - habisan. Karena semenjak kematian nenek Ayse, tuan Zafano benci dengan namanya orang sakit. Itu akan mengingatkan nya pada ibunya, sebelum ia meninggal.


tin - tin, suara mobil mengklakson dari luar gerbang rumah dan pak satpam penjaga rumah seperti biasanya membuka pintu gerbang, ia tahu siapa datang dan hanya tuan Zafano lah yang biasanya melakukan itu.


tuan Zafano tidak sengaja melihat istrinya itu berada diluar rumah sembari mondar - mandir tidak biasanya dan ia dengan cepat berjalan mendekati istri nya itu.


"Ma, ngapain disini..? mondar - mandir, siapa mama tunggu? ngak mungkin, kan papa..? ngak biasanya." Tuan Zafano mengerutkan keningnya.


mama Adelia yang mendapati suaminya sudah pulang begitu gugup, ia tidak mungkin akan memberitahu suaminya bahwa putra dan menantunya belum pulang.

__ADS_1


"Ma..?" panggil tuan Zafano yang melihat istrinya hanya melamun.


"Ah ya pa.. mama cuma nunggu papa aja.. ayo kita masuk.." mama Adelia mengambil tas kerja suaminya dan membawanya masuk kedalam kamar nya mendahului suaminya yang hanya mengikuti nya dari belakang.


"mama ngak biasanya nunggu papa.. mama ngak nyembunyiin sesuatu kan sama papa?" tuan Zafano menaruh kecurigaan pada mama Adelia.


"Engak pa.. mama cuma pengen nunggu papa aja.." Ucap mama Adelia kembali memberi alasan. Ia takut jika suaminya tahu bahwa dirinya menunggu putra dan menantunya belum pulang pasti ia akan ikut kepikiran dan itu membuat nya sakit. Kalian tahukan tuan Zafano benci dengan namanya sakit.. ia tidak mau jika suaminya mengingat mendiang nenek Ayse lagi.


"oh ya dimana anak - anak? papa ingin memberitahu Abbey juga sesuatu.." Ucap tuan Zafano ingin beranjak menemui menantu nya Abbey.


"Jangan pa!" seru mama Adelia.


"Oh baiklah.."


"Lebih baik kita istirahat saja, besok papa mau kerja lagi juga.." Ucap mama adelia.

__ADS_1


"Baiklah, besok aja beritahu Abbey..." Ia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang tempat tidur nya dan diikuti oleh mama Adelia tetapi sebelum itu ia mengirim pesan kepada seseorang.


Setelah itu ia menaruh ponselnya kembali keatas meja sebelah tempat tidur nya.


••


Dirumah sakit.


Gibey yang telah sadar sedari tadi hanya terdiam dan menatap seseorang yang ada disekelilingnya.


"Gibeyy sayang... ini mom nak.. kamu ingat kan..?" Abbey mencoba mengetes putranya apa dia sedang amnesia. Karena sedari tadi hanya terdiam dan menatap kearah nya dengan binggung.


"Iya ibey tahu mom.. tapi.." ia menghentikan ucapannya dan kini menatap kearah gibran yang berada disisi seberang brankar sebelah kanannya.


"Apa sayang..?" Tanya Abbey ia mulai mengelus rambut putranya itu.

__ADS_1


"Kenapa paman ini mirip sekali dengan wajah ibey..? apa dia dad, mom?" Gibey kini menatap kearah momynya mencari jawaban.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2