Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 158


__ADS_3

Flashback..


Abbey yang kini berada disebuah rumah begitu mewah entah rumah siapa kini yang ia pijaki. Tetapi tadi seseorang yang membawanya kesini mengatakan bahwa itu rumah 'tante merina' besar sekali.


DEG!!


Abbey syok melihat siapa yang ada dihadapannya kini. Dua orang wanita paruh baya dan gadis yang masih seumuran dengan nya yang tak lain ia begitu sangat mengenalinya siapa? 'Amira' mantan kekasih gibran.


Seketika hati Abbey berdetak tak karuan, perasaan nya menjadi tidak enak. Wajah nya berubah menjadi pucat, tubuhnya mulai gemetar. Disaat tatapan Tante Merina baginya begitu tajam berbeda dengan Amira tatapan begitu sayu.


ibu merina menatap Abbey dengan menyunggingkan senyumnya. terlebih ketika dia melihat perut Abbey kini ada bayi disana membuat nya semakin membenci keluarga Zafano. Ingin rasanya dia memasukkan racun ke dalam mulut gadis itu agar dia mati sekalian.


"Duduklah, ada yang mau saya katakan," Perintah ibu merina sembari menunjuk kursi tak jauh dari tempat nya. Abbey menuruti perintah ibu Merina. Dia duduk dikursi yang ditunjuk, sedangkan ibu merina dan Amira duduk diseberang nya.


"Ekhemm... tante ingin sebuah permintaan padamu secara baik - baik." ucap ibu merina menatap Abbey dengan tajam. Sedangkan Abbey yang merasa ditatap tidak seperti biasanya merasa ketakutan.


"Per-- mintaan?"


"Iya permintaan.. cepat Amira katakan padanya secara jelas agar dia bisa pergi dari sini." Ucap ibu merina menatap Amira yang masih menundukkan kepalanya karena merasa bersalah kepada Abbey.

__ADS_1


"Sekarang Tante?" tanya balik Amira.


"IYA, sekarang juga." Tekannya dengan tajam.


"(menghela nafas) maafkan aku Abbey, aku terpaksa melakukan nya demi perusahaan ayahku." Gumam Amira dalam hati. Hatinya begitu tidak tega menyakiti Abbey.


Ia mengatur nafasnya untuk mengumpulkan kekuatan nya. "Abbey, aku mohon kali ini saja. kau pergi dari kehidupan gibran, jika tidak bayi itu akan mati ditanganku." Ancam Amira dengan begitu tegas.


"Apa? aku tidak bisa, aku tidak bisa pergi dari nya amira. Aku sangat mencintainya Amira. aku ngak bisa." Ucap Abbey dengan raut wajah kini mulai memerah menahan amarahnya.


"Baiklah jika kamu tidak bisa maka aku akan memaksa mu meminum obat ini." Ucap Amira menunjukkan sebuah obat yang ia sembunyikan sedari tadi dibelakang punggung nya.


Dan saat Abbey melihat obat itu begitu terkejut bahwa itu obat penggugur kandungan.


"Saya tetap akan melakukan jika kamu belum juga melakukan apa yang saya mau, meninggalkan gibran pergi jauh dari hidup nya mengerti." Ucap Amira dengan mencengkeram erat dagu Abbey yang kini hampir mendogak karena kesakitan.


"I--iya aku akan pergi jauh dari nya. aku akan pergi dari nya tapi kumohon jangan lakukan itu..." Abbey mulai meneteskan air matanya.


"Bagus tapi saya akan memberikan kamu waktu satu hari jika sampai besok juga kamu masih bersama gibran aku akan melakukan sesuatu kepada bayi itu." Ancam Amira membuat ibu Merina tersenyum senang dengan semua pertunjukan baginya ia lihat. Ini dia Amira yang dulu bukan yang sekarang lemah.

__ADS_1


"Dan sekarang juga kamu pergi dari sini," Ucap nya melepaskan cengkraman tangan nya dari dagu Abbey dengan begitu keras membuat nya terjatuh ke lantai.


"Pergiiiiii!!!!!" teriak Amira.


Abbey dengan cepat ia pergi dari sana dengan langkah terbirit-birit dan menangis.


"bagus amira, kamu memang hebat saya bangga sama kamu," Ucap ibu Merina dengan senyuman penuh kemenangan.


"Tante sekarang puaskan! puas!! dengan semua Tante perbuat dengan menghancurkan keluarga orang lain.! saya benar - benar benci dengan semua ini!!!!" teriak Amira, ia berlari menuju kamar nya dengan menangis.


"Hikkkkssss Abbey maafkan aku.. aku melakukan ini demi ayahku.. arghhhhhhh!" teriak Amira mengacak - acak rambut nya prustasi.





__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘


__ADS_2