
Abbey dengan gibran kini saling memandang antara satu sama lain. Abbey tidak tahu harus menjawab jujur atau tidak.
"Ekhem..."
"Abbey, aku keluar sebentar..." ucap Clarissa. Ia ingin memberikan waktu untuk sepasang suami istri yang telah menjadi orang tua itu untuk mengatakan sejujurnya.
"Mom.. kenapa ngak jawab..? apa dia Dady...?" tanya gibey lagi. Mendapati Abbey hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Iya, aku dadmu sayang..." Gibran yang menjawab. Ia mulai mendekati gibey dan mengelus rambut putranya.
"Dady... Jadi paman beneran dad ibey...?" tanya nya sekali lagi. Ia benar - benar tidak percaya.
"Iya sayang... ini Dady..." Ia menatap kearah Abbey yang hanya diam saja.
"dad.... ibey kangen dad... ibey pengen peluk dad..." Ia merentangkan kedua tangannya ingin dipeluk dan menangis sesegukan.
Gibran pun memeluk putranya, ia juga ingin merasakan pelukan putranya yang belum pernah ia rasakan selama ini.
"anak dad.. maafkan dad tidak pernah menjengukmu..." Gibran ikutan menangis didalam pelukan putranya. Ini pertama kalinya ia memeluk putranya sendiri. sementara Abbey berusaha menahan air mata nya agar tidak terjatuh.
"Tidak apa - apa dad, tapi sekarang ibey bisa ketemu dad dan peluk dad..."
"Sudah - sudah jangan nangis lagi ya... gibey mau pulang kerumah dad kan..?" Gibran menghapus air mata putranya.
Gibey mengganggukkan kepalanya senang dan ia juga menghapus air mata gibran dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Dad juga jangan nangis lagi..."
"Iya sayang.." Gibran mencium kening putranya dan tersenyum.
Kini gibey menatap kearah Abbey yang hanya sedari tadi terdiam Menahan tangisnya.
"Momy..." Gibey mengenggam tangan Abbey dan tangan Gibran. Ia menatap wajah Abbey dan gibran secara bergantian.
"Jangan pisah lagi ya. Ibey pengen momy sama Dady bersatu lagi dan takkan terpisah.. kalian janji kan...?"
"Iya dad janji.."
"tapi mom ngak jawab..." Gibey mulai sedih tidak mendapatkan jawaban dari Abbey yang hanya terdiam.
"Ayo mom jawab.. mom janji kan?" tanya gibey sekali lagi sembari mengoyangkan lengan Abbey.
"Makasih mom..." Gibey pun memeluk Abbey dan gibran mendekatkan mereka agar bisa memeluknya.
••
Pukul 22.00
Gibey sudah tertidur begitu pulas dan gibran tidak luput masih mengenggam tangan putranya itu sampai tertidur.
sementara abbey begitu gelisah dan hanya mondar - mandir.
__ADS_1
"Gimana nih bangunin ngak ya...?" Gumam Abbey dalam hati.
"tapi tidurnya nyenyak banget lagi..." abbey menatap Gibran yang tertidur begitu lelap sehingga ia hanya memayunkan bibir nya.
"Kamu ngak tidur lagi...?" tiba - tiba suara itu menyadarkan Abbey dan membuat nya gelagapan. itu suara Gibran, ia terusik dengan suara abbey membuat nya terbangun dari tidurnya.
"Ka...mu sudah bangun...?"
Gibran bangun dari tempat duduknya dan beranjak mendekati Abbey.
"Bagaimana bisa tidur kamu sedari tadi gelisah terus...? apa belum cukup dengan kemarin malam Hem...? apa mau dilakuin lagi..." gibran mencoba menggoda Abbey dan ia memeluk pinggang Abbey dari belakang.
Degh!
Jantung Abbey serasa begitu bergetar disaat gibran memeluknya dan hatinya serasa menghangat.
"Gibran kamu apa..an sih... lepaskan, nanti gibey lihat..." Abbey malu - malu dan ingin berusaha melepaskan pelukan gibran dari nya tetapi tangan gibran lebih kuat dari tenaganya.
"Biarkan saja... dia pasti senang melihat momy dan Dady nya seperti ini." Bisik gibran membuat Abbey merinding.
"Apaan sih kamu...?"
Ceklek... seseorang membuka pintu ruangan itu dan begitu terkejut nya disunguhi pemandangan yang begitu mesra.
"Ekhemm..."
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️