
Disebuah perusahaan terlihat ayah Zeen dan mama ratna, disana mereka berdiri seperti mereka akan mengadakan acara kembali nya tuan Bima Satria putra. Mereka melaksanakan penyambutan yang begitu meriah para tamu - tamu yang bekerja sama dengan perusahaan nya datang menghadiri acara itu.
"tuan acara nya akan segera dimulai" ucap seseorang itu yang masuk kedalam ruangan tuan Bima.
tuan Bima yang berdiri menghadap kearah pemandangan terlihat gedung - gedung tinggi itu dari dinding kaca itu, memasukkan tangannya kedalam kantong celananya.
"baiklah, saya akan segera ke bawah" ucap tuan Bima membalikkan badannya.
setelah acara pemotongan pita diselenggarakan semua orang disana bertepuk tangan dan memberikan selamat.
"saya berterima kasih dengan anda pak sekretaris vino karena anda perusahaan saya semakin berkembang sejauh ini," ucap tuan Bima.
[sebenarnya tuan Bima Satria putra itu adalah ayah Zeen ia menggunakan nama bajakan selama ini. Karena ia ingin menutupi identitasnya, tetapi karena sang putrinya Abe telah menikah dan tinggal bersama suaminya. Ia benar - benar yakin ini waktu nya ia kembali ke perusahaan nya untuk meneruskan bisnisnya yang selama ini ia tinggalkan]
"sama - sama tuan, saya begitu senang telah mengabdi selama ini... lagi pula saya harus mengikuti perintah tuan selama ini anda berikan kepada saya," ucapnya dengan begitu hormat.
"saya akan membayar semua kebaikan anda pak sekretaris vino, saya akan menaikkan gaji anda dua berkali lipat selain itu saya akan menaikkan jabatan anda..." ucap tuan Bima.
"maaf tuan, bukan saya tidak ingin menerima balasan kebaikan anda tuan, tetapi saya ikhlas melaksanakan tugas saya sebagai sekretaris tuan," ucap pak sekretaris vino
"tidak, anda tidak boleh menolak..." tolak tuan Bima.
"baiklah kalau begitu jika tuan memaksa, terima kasih banyak atas kebaikan tuan berikan..." ucap sekretaris vino.
"tetapi anda harus memanggil saya dengan sebutan Bima saja jika diluar" ucap tuan Bima dan tersenyum kepada nya.
"sekali lagi trima kasih banyak tuan," ucap sekretaris vino.
Abe dan gibran berada didalam mobil yang sama, mereka menuju kesekolah hanya terdiam tanpa mengeluarkan suara dan tatapan matanya tertuju kearah jalan raya.
"stop pak," ucap gibran yang tiba - tiba menyuruh pak sopir berhenti.
__ADS_1
"baik, tuan" jawab pak muah yang menyampingkan mobilnya.
"kok berhenti ada apa?" tanya Abe heran.
"gue naik taksi aja, nanti bisa - bisa ketahuan lagi sama murid - murid disekolah kalau kita itu mempunyai hubungan," ucap Gibran
"tetapi semuanya sudah tahu kok," ucap Abe.
"dari mana Lo tahu? perasaan cuma ketiga sahabat lo aja deh yang sadar bahwa Lo itu istri gue sekarang," ucap gibran.
Ia turun dari mobil dan menaiki taksi, "jalan pak," ucap Abe kesal dengan sikap gibran
Abe dan gibran sama - sama tiba disekolah, semuanya begitu heboh tiba - tiba seorang gibran naik taksi sendirian tanpa pengawal suruhan ayahnya. Tetapi ini kesempatan mereka untuk meminta foto dan tanda tangannya.
Gibran yang melirik Abe sebentar dan langsung masuk kedalam kelas, "Abe" panggil seseorang dibelakang nya.
"eh, Alya..." ucap Abe
Abe clingak - clinguk mencari keberadaan kedua sahabatnya nya yang tak ada disamping Alya, biasanya citra dan Indri, merekalah paling heboh jika memanggil Abe terlebih dahulu.
"mereka katanya tiba - tiba aja sakit, jadi mereka ngak masuk hari ini..." jawab Alya.
"kok bisa, sakit samaan?" ucap Abe.
Alya hanya menaikkan bahunya, "ngak tahu deh," ucap alya.
"kita kekelas aja yuk..." ajak alya.
Saat gibran sudah berada didalam kelasnya ia bertemu dengan ketiga sahabatnya, "hei, bro" sapa Bastian dengan menepuk pundak Gibran.
"bagaimana malam pertama Lo?" tanya Oliver sambil senyum - senyum.
__ADS_1
"hahaha, ga ada apa - apa... biasa aja" ucap gibran sedikit tertawa.
"ngak seru loh, oh ya kalian ngak tidur bareng tadi malam?" ucap varrel.
pikiran gibran terbayang - bayang saat ia tidur bersama Abe tadi malam, membuat nya ingin tertawa berkali - kali ia mengodanya.
"kami pisah ranjang," ucap gibran berbohong.
"whatt?!" teriak Bastian
gibran menyumpal mulut Bastian, "Lo itu jangan teriak - teriak segala," ucap gibran.
"maaf, beneran Lo ngak tidur seranjang gitu?" bisik Bastian.
"ngomong - ngomong siapa sih tuh cewek yang Lo nikahin?" tanya varrel.
"dia... dia itu anak sahabat papa gue," ucap gibran berbohong.
"tapi dia cantik juga, kalau Lo ngak cinta sama dia suatu hari nanti... bisa ngak istri Lo jadi cewek gue, sebagai tambahan gebetan gue" ucap Oliver.
gibran menjitak kepala Oliver, "dasar Playboy, bisa nya Lo ngomong gitu ke gue... sahabat macam apa pengen nikung sahabat nya sendiri dengan istri gue" ucap gibran tidak terima.
"ya, kali Lo berbaik hati"
•
•
•
•
__ADS_1
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️